Dolar Menguat, Pasar Hardware PC Lesu

0
938
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jakarta, KomIT – Pelemahan nilai tukar rupiah berimbas pada lesunya pasar hardware Desktop PC atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2014 lalu. Fakta tersebut didukung beberapa survei yang salah satunya dilakukan oleh perusahaan riset Gartner, kuantitas 798 ribu unit (GfK:2015) menurun hingga 15% dan Mobile PC (Notebook) menurun 5% mencapai 2.87 juta unit.

Ketua Umum Apkomindo DR Rudi Rusdiah di Jakarta, kemarin mengatakan, pasar produk import seperti komoditas elektronik sangat sensitif terhadap kondisi perekonomian. Ketika nilai tukar rupiah melemah, hal itu berdampak terhadap kondisi pasar produk import . “Tingginya nilai dollar AS berimbas; merosotnya daya beli masyarakat; padahal pada awal tahun pasar dalam negeri dianggap sangat potensi dengan meningkatnya daya beli kelas menengah kebawah” kata Rudi.

Kenaikan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah juga membawa efek berantai. Impor (penjualan) smartphone 33,123 juta unit (GfK:2014) meningkat 15% dan mengerus devisa, karena kebijakan TKDN (kandungan lokal) yang baru dicanangkan Juni 2015 yang lalu, ternyata baru bisa diimplementasikan pada 2017 padahal defisit neraca impor ekpornya tahun 2015.

“Kebijakan TKDN untuk 4G dan BTS penggunaan komponen local baru efektif akhir 2016 dimana life cycle dari produk TIK ini sagat lah pendek dan tidak menutup kemungkinan kita sudah beralih ke 5G atau teknologi baru pada 2017,” tambah Rudi.

Rudi dan juga komunitas Telematika memprediksi pasar PC seperti halnya Warnet memasuki era Sunset atau Meredup , padahal sebenarnya yang terjadi adalah pasar PC melakukan difersifikasi produk kearah backoffice seperti halnya mainframe menuju Data Center; Server; Cloud Computing; dan IOT berdampingan dengan produk mobile phone . Oleh karena itu, pasar telematika seperti Internet Cloud, IOT tetap berkembang pesat dan prospektif demikian juga dengan pasar Enterprise IT seperti pasar Server; Storage; Network; High Performance PC (Workstation).

Ia menambahkan, pentingnya Menkominfo Rudiantara mengamati perkembangan pasar Jasa Telematika yang sangat pro pada kebijakan ekonomi Kabinet JKW dengan komponen import yang tidak tinggi, Nilai Tambah Bruto (NTB) yang juga tinggi sehingga dapat mensubsidi deficit akibat hardware PC; terutama impor gadget Smartphone yang meningkat drastis. (red)