Keseluruhan, hasil penelitian memperlihatkan bahwa wilayah utama dimana biaya dapat dihindari adalah kategori belanja server, tercatat hampir setengah (USD48.7 miliar) dari seluruh penghematan biaya di seluruh kawasan dari 2003-2020. Wilayah penghematan berikutnya yang signifikan adalah dihindarinya biaya daya (USD17.6 miliar) yang berhubungan dengan server. Ramalan memperlihatkan, bagaimanapun, bahwa penghematan lahan fisik dan daya terkikis dari waktu ke waktu dalam persentase keseluruhan penghematan biaya.

“Angka-angka ramalan mengarah ke masa yang menarik dimana banyak perusahaan akan memulai perjalanan mereka ke software-defined datacenter – generasi berikutnya infrastruktur cloud computing, dimana kontrol data center seluruhnya diotomatisasi oleh software,” kata Andrew Dutton, senior vice president and general manager, VMware Asia-Pasifik dan Jepang.  “Setiap era baru memerlukan generasi baru infrastruktur untuk enterprise, dan kami akan terus melihat virtualisasi memberi kemampuan masyarakat dan organisasi untuk berpidah dari komputasi era client server ke era mobile cloud.

Terbukti, virtualisasi telah memperkenalkan manfaat-manfaat yang siginifikan untuk enterprise dan keberlanjutan lingkungan. Organisasi telah dapat mengurangi belanja modal dan operasional, juga meminimalkan setiap potensi kehilangan pendapatan yang berhubungan dengan downtime, pemadaman dan kegagalan, serta memungkinkan tenaga kerja mereka untuk pindah dari tugas-tugas rutin ke proyek-proyek strategis dan menambah nilai ke bisnis.

Virtualisasi juga telah menjadi penyumbang positif untuk setiap model data center berkelanjutan. Untuk setiap watt listrik yang digunakan untuk daya dan pendinginan kumpulan server dan data center, pembangkitan dan pendistribusian energi telah menciptakan paling sedikit 5 watts, meliputi kehilangan, kebocoran, penaikan dan penurunan transformasi.