Kominfo Susun Blueprint Pertahanan cyber

0
16223

Jakarta, KomIT – Kejahatan cyber itu dibagi dua, defense dan non-defense. Semua sektor memang membutuhkan cyber security untuk menjaga sektornya masing-masing,. Kementerian Kominfo akan fokus ke bagian non-defense yang terkait dengan masalah-masalah di sektor transportasi, kelistrikan, perbankan atau keuangan dan lain sebagainya.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) ntuk menghadapi perosalan ini, pemerintah saat ini tengah dalam proses menyelesaikan blueprint (cetak biru) sistem pertahanan cyber Indonesia yang ditargetkan akan selesai pada Oktober mendatang. “Blueprint tersebut akan digunakan sebagai sebuah acuan nasional bagi sektor-sektor pemerintah non-militer,” katanya disela Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam proses pembentukan standar keamanan itu, pemerintah akan mengajak berbagai pemangku kepentingan baik dari kalangan bisnis, akademisi, atau praktisi. Pemerintah sendiri telah melihat dari berbagai negara yang sudah lebih dulu memiliki pertahanan cyber, lalu mengadopsi dan menyesuaikannya dengan konten lokal Indonesia.

Selain pembentukan roadmap pertahanan nasional, pemerintah juga sedang menggodok Badan Cyber Nasional (BCN). Kendati demikian, Badan tersebut, menurut Menkominfo, belum termasuk isu yang harus segera diselesaikan. “Hal yang lebih menjadi perhatiannya dalam keamanan cyber justru soal membangun kesadaran publik dan pemerintah. Bila sudah terbentuk kesadaran terhadap pentingnya cyber security, semua lembaga bisa sama-sama memperkuat diri dan meningkatkan kompetensinya dalam hal keamanan cyber. Terlebih, belum semua stakeholder itu sadar soal cyber security, karena itu sosialisasi harus berjalan dan diakselerasi,” paparnya. (red)