GE Garage, Future of Work Indonesia

0
598

Jakarta, KomIT – GE Indonesia telah membawa Garage, sebagai ajang kolaborasi untuk  mengenalkan teknologi terbaru. New technology tersebut diyakini  akan mengubah masa depan industri, dan mendorong semangat inovasi di kalangan generasi muda.

Pertama kali, program GE Garage diciptakan pada tahun 2012 guna membangkitkan semangat masyarakat Amerika dalam penemuan, inovasi, dan manufaktur melalui pusat-pusat jaringan dimana inovator dari semua tingkatan dapat mengembangkan keterampilan baru dan belajar mengenai teknologi manufaktur modern.

Seperti halnya membuat penemuan prototipe dan produk baru sampai dengan menciptakan solusi berbasis manufaktur yang dapat memecahkan masalah paling rumit. GE Garage mencerminkan komitmen berkelanjutan GE untuk berinvestasi dalam pendidikan bagi masyarakat dimana GE beroperasi. Sejak itu, GE Garage telah diadakan di 16 kota dari sembilan negara di tiga benua.

Di GE, inovasi adalah jantung dari budaya perusahaan dan semangatnya adalah  GE Garage. Konsep di balik GE Garage sangat sederhana. Dengan membuat teknologi-teknologi mutakhir agar mudah di akses oleh insinyur muda, wirausaha pemula juga pelajar. Pemberdayaan  melalui  aditif manufaktur yang bertujuan memberikan perubahan di industri manufaktur. “Hal ini tidak hanya akan mendorong wirausaha dari generasi muda untuk berpikir kreatif dalam membuat sesuatu, namun juga mendorong inovasi terbuka seperti yang telah dipelopori oleh GE.” ujar CEO GE Indonesia, Handry Satriago.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek & Dikti) Ainun Naim mengatakan,  Indonesia memiliki banyak sumber bakat yang terdiri dari desainer berbakat dan inovator yang memiliki banyak ide.  GE, mengambil peran aktif dalam menyediakan akses untuk belajar dan menggunakan teknologi baru yang bertujuan untuk mengembangkan industri manufaktur di masa depan. “Kami berharap GE Garage tidak hanya dapat menginspirasi, tetapi juga membekali komunitas desainer, inovator dan wirausaha dengan teknologi untuk mengubah ide mereka menjadi kenyataan,” tegasnya. (red)