Presiden Jokowi Resmikan Satelit Lapan A2

0
928

Jakarta, KomIT – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan satelit ekuatorial pertama Indonesia, LAPAN-A2 di Pusat Teknologi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Rancabungur, Kabupaten Bogor. Satelit LAPAN-A2 ini punya misi untuk memetakan bumi, pemantauan kapal laut dan komunikasi amatir. Rencananya, satelit tersebut akan diberangkatkan ke India dengan pesawat kargo dan akan diluncurkan ke orbitnya dengan roket India.

Lapan A2 merupakan satelit yang sama dengan Lapan-Tubsat, namun, memiliki sensor yang lebih ditingkatkan dibandingkan satelit pendahulunya. Kepala Pusat Teknologi Satelit LAPAN Suhermanto mengatakan, Satelit LAPAN A2/Orari adalah satelit mikro berdimensi 50 x 47 x 38 sentimeter dan berbobot 78 kilogram. Satelit ini juga sanggup menjelajahi Indonesia sebanyak 14 kali dalam sehari. Meski kecil, tak berarti kemampuannya kecil. Sama dengan A1, LAPAN A2 adalah satelit eksperimental, bukan operasional.

Satelit A2 dilengkapi sejumlah instrumen yang lebih baik daripada A1, seperti kamera digital dan kamera video analog untuk memotret muka Bumi beresolusi 4 meter dan lebar sapuan 7 km. Resolusi kamera A1 hanya 6 m dan lebar sapuannya 3,5 km. Kamera itu bisa untuk memantau perubahan tata guna lahan.LAPAN A2 sebenarnya sudah selesai sejak tiga tahun lalu, mulai dari perancangan, pembuatan, dan pengujian di dalam negeri.

Instrumen lain adalah Automatic Identification System (AIS) untuk memantau pergerakan kapal laut, eksplorasi sumber daya laut dan perikanan, serta operasi keamanan laut. Selain itu, satelit juga dilengkapi voice repeater dan automatic packet reporting system (APRS) untuk mitigasi bencana menggunakan radio amatir. APRS bisa digunakan untuk penjejakan obyek bergerak, seperti memantau banjir dan perubahan tinggi muka air laut dan pergerakan manusia sehari-hari.

LAPAN A2/Orari adalah satelit pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ahli-ahli Lapan memakai fasilitas produksi dan fasilitas uji di Indonesia,” kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin. Satelit tersebut merupakan generasi terbaru satelit seri A. Generasi sebelumnya adalah LAPAN A1/TUBSat yang dibuat bersama ahli-ahli Jerman dan diluncurkan pada 2007. Pembuatan kedua satelit mikro dan eksperimen itu merupakan bagian penahapan agar Indonesia bisa membuat satelit telekomunikasi pada 2021. (red)