Usaha Warnet Dukung Warga Depok Melek Internet

0
1131

Jakarta, KomIT – Dinas Komunikasi & Informatika (Diskominfo) Kota Depok melakukan sosialisasi peraturan daerah (Perda) No.3 Tahun 2915  tentang penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika khususnya warung internet (Warnet). Tujuan dilakukannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat khususnya, pemilik atau pengusaha warnet terkait pengaturan yang tidak hanya berfokus pada persoalan izin semata melainkan lebih kepada pengaturan lokasi.

Sosialisasi Perda yang bertempat di Gedung Balaikota Depok itu, menghadirkan narasumber antara lain Lutfi Fauzi, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Satpol PP Kota Depok, Tri Redjeki, Kasubdit Perlindungan Anak Kota Depok dan praktisi TI yang juga Ketua APW Komitel Rudi Rusdiah. Dipandu moderator Kepala Bidang Teknologi Informasi Diskominfo Kota Depok, Rahmat Maulana.

Terkait dengan Perda tersebut, Tri berharap agar usaha warnet yang ramah anak dan mendukung Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA). Tujuan sosialiasi tersebut merupakan bagian dari tugas pemerintah untuk memberikan hak-hak anak. Sebab, pengguna internet yang angkanya mencapai 25 juta orang itu, 64 persenya didominasi oleh anak-anak dan remaja. “Kontraproduktif warnet bagi dukungan KLA, adanya kecanduan pornografi, kecanduan game online dan jejaring sosial pada anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Rudi Rusdiah yang juga Ketua Umum Apkomindo menjelaskan bahwa warnet harus melakukan transformasi bisnis, seiring dengan makin terdesaknya usaha Warnet akibat tidak populernya PC/Desktop dan kehadiran smartphone yang mulai menggeser posisi warnet secara tidak langsung. Selain itu, banyaknya provider yang menyediakan tarif internet lebih murah Pemerintah pun melalui proyek Palapa Ring juga memikirkan pentingnya internet bagi masyarakat pada era globalisasi ini dengan memperluas jaringan internet. Belum lagi, penyebarluasan Warnet ke pedesaan melalui Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK). “Warnet berikan akses ke semua orang dengan harga yang murah. “access for All”. Di negara berkembang, peran Warnet masih sangat strategis di mana penetrasi PC masih rendah,” jelasnya.

Kepala Bidang Teknologi Informasi Diskominfo Kota Depok, Rahmat Maulana menambahkan, sosialisasi Perda tersebut lebih kepada pengaturan lokasi, dimana keberadaan Warnet itu sendiri tidak mengganggu lalu lintas serta tidak menganggu perilaku sosial anak-anak kita kedepannya nanti, Perda Penyelenggara Warnet di antaranya berisi menyediakan sekat pembatas antara ruang yang satu dengan ruangan lain, memiliki penerangan yang cukup, sirkulasi udara yang cukup, tanda larangan merokok, tersedianya kamar mandi dan tempat ibadah, memiliki pintu darurat dan perangkat kebakaran serta penataan ruang parkir sampai dengan ketentuan jam operasional 15 jam yaitu pukul 08.00–23.00.

Di tempat yang sama, Kepal Diskominfo Muhamad Fitriawan mengatakan bahwa masyarakat mulai khawatir akan kehadiran Warnet di tengah-tengah mereka, seperti mudah ditemukan data pornografi dan resiko terjadinya kejahatan pencurian kendaraan dan transaksi barang haram. Tujuannya supaya kehadiran warnet tidak berdampak pada perilaku sosial anak-anak setelah adanya usaha tersebut. Warnet di Depok nantinya harus mengikuti beberapa syarat yang sudah ditetapkan oleh pemkot melalui Perda tersebut. (red/ju)