Industrial Innovation Center Cikarang Technopark

0
832

Jakarta, KomIT – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir resmikan gedung Industrial Innovation Center, dan Politeknik Meta Industri di Cikarang, (9/9).
“Dengan dibangunnya Technopark ini, keberadaan sumberdaya yang ada di Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Industri atau swasta dapat bersinergi, dan pada akhirnya dapat memperkuat sistem inovasi dan daya saing industri.” Ungkap Nasir dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Menristekdikti mengatakan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir tahun 2015 ini, Indonesia dituntut untuk memiliki daya saing agar mampu sejajar dan bersaing dengan negara-negara lain. Penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta inovasi menjadi kunci penting dalam pengingkatan daya saing bangsa. Kolaborasi dan sinergi (academician, businessman, government, community) yang kokoh dan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan daya saing dengan pengembangan dan pemanfaatan Iptek dan inovasi. “Salah satu upaya mensinergikan aktor inovasi (ABGC) adalah melalui pengembangan dan pembangunan wahana intermediasi, salah satunya melalui techno park.” Ujarnya.

Industrial Innovation Center (I2C), merupakan perwujudan misi utama Cikarang Techno Park sebagai tempat bertemu wirausahawan muda dengan para mentor berpengalaman di berbagai bidang, mulai dari para pelaku industri, ahli managemen, penggiat IT, ahli hukum, perbankan maupun pemerintah. Di I2C naluri bisnis mereka diasah, produk awal disempurnakan, pasar dikembangkan, hak cipta dilindungi dan jejaring dibukakan. Keberadaan Politeknik Meta Industri dan I2C di kawasan Cikarang Techno Park diharapkan dapat meningkatkan proses industrialisasi inovasi teknologi dalam satu ekosistem sinergis yang terdiri dari akademisi-pemerintah-industri dan komunitas.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU antara Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan Cikarang Techno Park untuk mempererat kerjasama. (red)