Apkasi Internasional Trade and Summit Digelar 2016

0
2586

Jakarta – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan kembali membuka secara resmi Apkasi Internasional Trade and Summit (AITIS) tahun 2016 mendatang di Jakarta Internasional Expo JI-Expo Kemayoran. Acara AITIS merupakan agenda tahunan Apkasi dalam rangka promosi perdagangan dan investasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia.

Nurdin Abdullah yang juga menjabat Sekjen APKASI ini mengatakan, pameran yang akan dilaksanakan akan dilaksanakan tanggal 27 s/d 29 April 2016 itu mengangkat dua konsep yaitu Investment Partnership Project Exibition dan Investment Partnership Project Forum. Promosi Apkasi dalam rangka peningkatan pencapaian percepatan pembangunan daerah ke depan perlu dilakukan dan dikemas dengan baik dengan menyediakan stand-stand yang mencirikan salah satu produk unggulan daerah seperti stand khusus kopi, stand khusus coklat dan lain-lain.

“ Presiden Jokowi kan sudah mengakui bahwa AITIS merupakan ajang promosi yang sangat efektif dibandingkan harus pameran keliling ke luar negeri dengan berbiaya mahal. AITIS ini adalah ajangnya pemerintah kota/daerah,” kata Nurdin yang juga Bupati Bantaeng, di sela launcing Pameran AITIS di Jakarta, (14/9). AITIS cukup sukses mengangkat potensi daerah. “Investasi merupakan salah satu cara terbaik dalam percepatan pembangunan ekonomi daerah, sehingga berdampak pada kesejahteraan,” tambahnya.

Acara itu diikuti peserta dari pemerintah kabupaten dan kota, dan pemerintah provinsi serta berbagai kementerian terkait. Seluruh kegiatan AITIS merupakan implementasi peran dan fungsi Apkasi sebagai mitra pemerintah. Dalam pameran tersebut juga memberikan kesempatan kepada investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk membuka investasi di berbagai sektor didaerah.

Selain diikuti pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, AITIS 2016 juga melibatkan pemerintah pusat, di antaranya, Kementerian Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta perwakilan pemerintah di luar negeri, yang diharapkan dapat meningkatkan jangkauan kegiatan perdagangan dan investasi di seluruh wilayah Indonesia. “Terkait BKPM ini, sekarang banyak investor menghadapi kultur birrokrasi yang berbelit belit sehingga tidak ada kepastian. Karena itu, BKPM harus memberikan stimulus ekonomi terutama dalam rangka mempermudah inevstor masuk seperti pelayanan perizinan muapun penanaman modal,” tambahnya.

Berbagai peluang bisnis ditawarkan, di antaranya bidang pertanian dan perkebunan, pertambangan dan energi, infrastruktur, pariwisata dan produk kreatif, kelautan, serta potensi sumber daya alam lainnya, yang potensinya menyebar di seluruh wilayah Nusantara dan terbuka luas untuk semua pihak memberdayakannya. Menurutnya, Dengan AITIS ini ke depan diharapkan kerjasama daerah agar investor dapat ditarik dari luar.

Namun menurutnya permasalahan yang kita alami saat ini masih ada seperti keluhan masalah birokrasi dari para investor, masalah perburuhan, dan lain sebagainya kemenlu siap mendukung dengan memberdayakan perwakian yang ada di luar negeri. Pilar utama yang akan dikembangkan yaitu peningkatan pariwisata, ekonomi dan pedagangan melalui kerjasa dengan para investor. (red)