Lapan A2 Diluncurkan Roket India Astrosat

0
2324

Jakarta, KomIT – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) meluncurkan satelit Lapan-A2/Lapan-ORARI, yang mengangkasa bersama satelit India, Astrosat, Senin (28/9), pukul 11.30 WIB. Roket yang membawa satelit milik Indonesia tersebut, bertitel PSLV-C30 itu diluncurkan oleh Indian Space Research Organisation (ISRO) pada pukul 10 pagi waktu India.

Astrosat adalah pesawat luar angkasa India pertama yang dibuat untuk tujuan penelitian astronomi. Selain itu, Astrosat didesain untuk melakukan misi selama lima tahun dalam lima misi objektif. Peluncuran ini bertujuan membantu ilmuwan mengembangkan pemahaman terkait proses fisik energi pada sistem binari bintang dan lubang hitam.

Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan, Halimurrahman mengatakan,dalam waktu 23 menit setelah peluncuran, satelit Astrosat akan mengalami separasi atau berpisah dengan roket peluncur yang membawanya. Sekitar 30 detik kemudian, Lapan A2 akan mengalami separasi. “Satelit yang sudah dikirimkan ke India sejak 3 September 2015 itu merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya dikembangkan peneliti dan perekayasa Lapan,” jelas Halimurrahman usai menyaksikan video streaming peluncuran Astrosat di Bandung, Senin (28/9).

Lapan-A2 mengorbit dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 km dari permukaan Bumi. Dengan orbit dekat ekuatorial, Lapan-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari, dengan periode orbit 100 menit. Dengan demikian, satelit ini dapat mendukung pemantauan wilayah Nusantara dari luar angkasa. Satelit tersebut akan bergerak di cakupan enam derajat Lintang Selatan hingga enam derajat Lintang Utara.

Dalam berkomunikasi dengan stasiun bumi, Lapan-A2 menggunakan frekuensi UHF dan S-Band. Sinyal pertama Lapan-A2 akan diterima oleh satelit Bumi Lapan di Rancabungur Bogor pada 28 September 2015, pukul 13.18 – 13.32 WIB. Data pertama yang akan diterima oleh Lapan-A2 yaitu Power Control Unit Telemetry. Data tersebut terdiri dari informasi mengenai konsumsi daya listrik tiap komponen satelit, data sensor matahari pada enam sisi satelit, temperature tiap komponen satelit, dan timer sejak satelit mengalami separasi. Pembangunan Lapan-A2 ini merupakan upaya Indonesia melalui Lapan untuk dapat menguasai teknologi satelit secara mandiri. Selanjutnya, Lapan juga sedang menyiapkan peluncuran satelit generasi berikutnya, Lapan-A3, yang akan memiliki fitur dan misi yang lebih baik dari Lapan-A2.

Satelit terbaru Lapan memiliki misi pemantauan wilayah Indonesia. Satelit ini membawa kamera video analog yang bisa memperlihatkan benda atau barang dengan ukuran 6 meter (m). Jadi, kapal yang ukurannya lebih dari 6 m bisa terpantau lewat satelit ini,” ungkapnya, sembari menambahkan bahwa satelit itu berbobot 78 kilogram (kg), dengan dimensi 500 x 470 x 380 milimeter (mm).