Go-Jek Hentikan Perekrutan Pengemudi Baru

0
925

Jakarta, KomIT – Manajemen Go-Jek menyatakan menghentikan perekrutan pengemudi ojek. Ini bukan hanya terkait penurunan pendapatan yang diperoleh pengemudi, tapi juga jumlah pengemudi Go-Jek yang telah mencapai 150 ribu orang.

Dihentikannya penerimaan pengemudi ojek baru Go-Jek itu diungkapkan oleh CEO yang juga Founder Go-Jek, Nadiem Makarim, dalam sebuah kesempatan, di Jakarta, Jum’at (2/10).

Menurut Nadiem, dengan banyaknya pengemudi Go-Jek yang telah ada saat ini, secara tidak langsung berpengaruh pada pendapatan para pengemudi. “Pendapatan driver pasti turun. Tapi kami berusaha menjaga keseimbangan atas permintaan dan pendapatan kami,” ujar Nadiem.

Seperti diketahui, pada bulan Agustus lalu, manajemen Go-Jek melakukan perekrutan pengemudi secara besar-besaran. Ini dilakukan seiring populernya jasa ojek sepeda motor berbasis aplikasi itu, yang berimbas pada tingginya permintaan konsumen.

Menurut Nadiem, dengan adanya pembatasa pengemudi ojek tersebut, manajemen Go-Jek kini akan lebih fokus pada pembinaan driver baru, bukan dengan memperketat peraturan.

Saat disinggung mengenai adanya penolakan ojek pangkalan terhadap pengemudi Go-Jek, Nadiem mengatakan, pihaknya terus melakukan mendekatan. Upaya tersebut dirasa berhasil membendung ketidaksukaan terhadap kehadiran ojek online. “Sekarang sudah sedikit kan spanduk penolakan. Malah ganti ijo-ijo (Go-Jek) sekarang. Setelah mengetahui keuntungan yang didapatkan dengan ikut Go-Jek, akhirnya mereka malah bergabung menjadi pengemudi Go-Jek,” pungkas Nadiem. (Red)