Lembaga Pendidikan Harus Ciptakan Digital Ekonomi

0
902

Jakarta, KomIT – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), membuka banyak peluang bagi setiap negara di kawasan ini untuk saling memanfaatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Karena itu, lembaga pendidikan harus dapat menyiapkan pekerja yang mampu memanfaatkan kelebihan dan kekurangan pasar yang terbuka pada masing-masing negara di kawasan Asean ini.

Berbicara dalam pembukaan Rakernas LP3I di Bogor, Jawa Barat, Menkominfo Rudiantara menegaskan, salah satu peluang yang dapat diciptakan untuk menghadaapi MEA adalah e-Commerce.

“Industri digital atau e-commerce, memiliki potensi besar di Indonesia. Karenanya kami akan mendorong perkembangannya dan tidak akan mempersulit perusahaan startup dalam melaksanakan registrasi. Bahkan akan membuat proses perizinan e-commerce menjadi lebih efektif,” papar Menminfo.

Dijelaskan, saat ini Indonesia berada di urutan ke-3 dari negara Asean dalam hal membuat aplikasi e-commerce. Untuk itu, Pemerintah akan mendorong terbangunnya konektivitas yang tangguh melalui jaringan pita lebar (broadband), agar agar e-commerce terus tumbuh.

“Kami berharap, LP3I jangan hanya melaksanakan pedidikan semata. Tetapi juga ada nilai tambah dari sisi ekonomi. Misalnya membuat konsep pengajaran tentang digital ekonomi,” ucap Rudiantara.

Menurut Menkominfo, di era MEA nanti, sesama negara Asean dapat saling membantu. Jika ada salah satu dari negara yang kekurangan, maka negara yang mempunyai kelebihan bisa untuk membantu yang kekurangan.

“Pertukaran pekerja pun bisa dilakukan antarnegara Asen, asal ada sertifikasi bagi pekerjanya,” tandas Menkominfo. Ini artinya, selain harus terampil dan memiliki keahlian di bidangnya, tenaga kerja kita juga harus memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang pekerjaan masing-masing, agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara Asean lainnya. (Red)