HUT TNI & Momentum Titik Infleksi Penguatan Rupiah

1
989

Jakarta, KomIT- Pakar TI Rudi Rusdiah mengatakan pelaku pasar kurang merespons positif dua paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh pemerintah, pasalnya karena kondisi ekonomi yang malah terus melambat pasca keluarnya paket Kebijakan ekonomi tersebut. Beberapa kali Intervensi oleh BI pun seperti menyiram garam dilaut dan rupiah hanya sedikit bergeming untuk kemudian terus merosot sejak awal tahun, hingga mencapai hampir Rp 15.000,- suatu angka ambang batas krisis ekonomi yang sangat mengkhawatirkan sejak krisis multidimensi 1998.

Rudi yang juga pelaku usaha di bidang TI mengamati gejolak rupiah sangat berpengaruh terhadap industri Telematika yang digelutinya melalui Micronics Group, berpendapat Indonesia masih berpeluang menjadi negara yang kuat. Hal ini tercermin dari Parade Militer akbar dan Peragaan Perang Moderen pada acara HUT ke 70 TNI 5 Oktober memberikan angin segar dan kepercayaan pasar serta momentum inflection point bagi penguatan rupiah, dimana Indonesia dapat membuktikan kepada dunia bahwa TNI bersama masyarakat dan pemerintah cukup handal dan solid dengan peragaan komprehensif Perang Laut , Udara dan Darat yang terintegrasi. Selain itu, kemampuan deterrent (penangkal) dari Minimum Essential Force (MEF) yang kompak menghancurkan setiap usaha melemahkan kedaulatan bangsa Indonesia pada Ketahanan Gatra Politik, Ekonomi, Ideologi dan Militer dan demi tujuan NKRI yang adil dan sejahtera.

Dari bincang-bincang dengan Atase Pertahanan dan Duta besar beberapa negara sahabat yang hadir, Rudi yang juga Ketua Apkomindo, Alumnus Lemhannas PPRA XLII/2008 dan anngota Desk Cyber Kementerian Polhukam menyimpulkan bahwa HUT TNI inilah yang menumbuhkan kepercayaan pada tataran dunia Internasional bahwa bahwa Pemerintah RI bersama TNI dan Rakyat masih sangat berwibawa, kuat dan sangat dekat dengan rakyat, terbukti dari blusukannya Presiden RI Jokowi ketengah kerumunan masa yang mengelukan beliau, seusai peranannya sebagai inspektur upacara bersama Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo dan MenkoPolhukam Jenderal Luhut B Pandjaitan (Purn). Pemandangan langka sejak Presiden Pertama RI, dimana seorang Presiden suatu negara berani turun panggung mendekati kerumunan masa yang sebelumnya dibatasi ketat oleh Paswalpres menunjukkan dengan gamblang kepada para diplomat negara sahabat yang hadir bahwa situasi di RI sangat kondusif dan pemerintah sangat dekat dengan rakyatnya. Ditambah lagi pemandangan langka ketika defile tank-tank dan alutsista TNI diikuti ratusan masyarakat tua dan muda mengibarkan bendera Merah Putih. Hal ini, lanjutnya menyebabkan sentimen sangat positif momentum titik infleksi peningkatan rupiah yang sangat signifikan sejak 5 Oktober sore, baik sentimen yang dilansir oleh Media Sosial seperti Twitter; Facebook di era Big Data dan berita yang di lansir oleh para diplomat negara sahabat kepada pemerintahnya dimasing masing negara agar tidak perlu khawatir melakukan investasi di Indonesia.

“Nilai tukar rupiah pada pagi ini 8 Oktober 2015 terus menguat, bahkan sempat menyentuh level 13.869, posisi terkuat sejak 19 Agustus 2015 atau sejak rupiah terus melorot sejak awal tahun ini dan berbagai upaya kebijakan ekonomi; pajak. Apalagi, beberapa kali intervensi Bank Indonesia pun sejak awal tahun ternyata tidak efektif , malah menggerus cadangan devisa,” katanya kepada wartawan di sela perayaan HUT TNI baru-baru ini.

Disisi lain, lanjut Rudi, melihat sejarah, pemerintahan orde baru pun tumbang karena kekuatan ekonomi global yang tidak diperhitungkan dan jelas, yaitu kekuatan asimetris ( by proxy) pada gatra ekonomi dan anjoknya Rupiah ketika itu ketitik nadir. Perayaan HUT TNI yang akbar menunjukkan kekuatan semua komponen TNI bersatu memberikan signal kepercayaan pada sektor/gatra ekonomi politik dan ketahanan (militer). “ Saya percaya, manfaat perayaan akbar HUT TNI bagi sektor telematika dan sosial media adalah penguatan Rupiah dan kepercayaan pada pemerintahan Joko Widodo yang bersama rakyat dan TNI tetap solid dan percaya diri,” tambahnya.

Sedangkan, demonstrasi akbar kolaborasi Rakyat-TNI dan Kabinet Kerja Joko Widodo telah memberikan suasana politik dan kepercayaan masyarakat dan pasar yang kuat. Ini terefleksi pada pergerakan rupiah yang menguat. Sentimen positif, tidak terstruktur di sosial media pun tak kalah serunya yang dapat dianalisa dengan Big-Data Analytics (BIDA) dan terelai juga ke Command Center di Twitter; Facebook dll.

“Memang kegiatan politik yang positif memberi sentimen positif yang dapat menimbulkan korelasi yang positif terhadap indikator ekonomi dan menguatnya rupiah. Pidato JKW pada HUT TNI serta demonstrasi akbar kolaborasi Rakyat-TNI dan Kabinet Jokowi telah memberikan suasana politik dan kepercayaan masyarakat dan pasar yang kuat. Ini terefleksi pada pergerakan rupiah yang menguat,” tutupnya. Semoga Pemerintah dapat terus mempertahankan titik infleksi momentum peningkatan rupiah ini dengan terus melakukan kebijakan ekonomi yang kondusif untuk menggairahkan pasar dan meningkatkan daya beli yang akan mengurangi angka kemiskinan dan GINI ratio kedepan.(red)

1 COMMENT

  1. Sependapat pak Rudi…menyatunya rasa dan karsa antara Pemimpin dengan rakyat…pasti akan memberikan dampak positip dlm berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk nilai tukar rupiah… Bravo TNI, Jayalah Indonesiaku.