Indocomtech 2015 : Ekonomi Indikator Industri PC Indonesia

0
770

Jakarta, KomIT – Perekonomian Indonesia memasuki tahun 2015 diawali dengan optimisme dengan terpilihnya presiden baru IrJoko Widodo (Jokowi) , dimana dengan adanya Jokowi effect pada tahun 2014 Rupiah sedikit menguat dengan kemenangan Jokowi. Sayangnya kondisi ekonomi global tidak menunjang, denganturunnya harga komoditas andalan ekspor RI karena masalah resesi diberbagai negara di dunia baik di Eropa (krisis di Yunani), di Asia (China, Hongkong) dan AS sehingga membuat pendapataneskspormenurun drastic dan Rupiah melemah.

Ditambah ketidakpastian The Fed (Bank Central AS) yang jugamemberikan sentiment negative padaekonomi Negara Asia Termasuk Indonesia, ditambah indicator ekonomi RI masih kurang baik dari Kabinet sebelumnya seperti defisit perdagangan (import – ekspor); deficit anggaran APBN; dan pendapatan pajak jauh dibawah target karena perekonomian memang menurundenga nmeningkatnya rupiah membuat pelemahan rupiah semakin parah dariawaltahun 2015 hingga pada bulan akhir September hampir menyentuhRp 15,000 psikologis level sepertihalnya ketikakrisis 1998.

Belum lagi cadangan devisa kita juga menurun terus dan pada 2 October 2015 sudah hampir menyentuhangka psikologis USD 100 miliar.Bencana El Nino pun menyebabkan bencana asap menimpa banyak kota di Sumatera, Kalimantan dan di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura separahs eperti El Nino pada 1998 yang kebetulan juga adalah era krisis Asia. Ini semua membuat pasar menjadi lemah sehingga daya beli menurun, ditambah banyak proyek infrasturktur yang belum terealisasi dan penggunaan anggarannya pun dibawah target.

Menurunnya daya beli dan lesunya pasar dapat mengarah ke resesi ekonomi sehingga pasar komputer; yang 90% komponennya import mengalami penurunan penjualan retail PC hingga rata-rata 20%- 30%.Untungnya kondisi terpuruk kini diselamatkan oleh even nasional 5 Oktober HUT TNI dan rupiah selama seminggu menguat drastic hingga kisaran Rp 13,545 (19/10) dari Rp 14,700 (2/10). Safe by The Bell dan diharapkan pada pameran Indocomtech 2015, rupiah masih terus menguat atau dapat minimal bertahan sehingga pasar telematika kembali bergairah seperti Indocomtech sebelumnya.

KondisiPasar Gadget Telematika Nasional Penjualan smartphone (ponselpintar) masih menjadi primadona menggeser penjualan feature phone (HP fitursederhana),karenaharga smartphone semakin murah dan fitur serta aplikasinya semakin canggih sehingga nilai penjualan feature phone turun drastic -35% (2015) di kanibal oleh volume penjualan smartphone yang masih dapat meningkat ditengah krisis sebesar 5% (2015). Fitur phone seperti halnya Warnet diperkotaan dan Wartel mengalamimasa sunset (redup), sedangkan Smartphone, Tablet mengalami masa take off dan pertumbuhan tinggi.

Meski pun sebetulnya menurut data jumlah SIMS card yang beredar sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia sebesar 280 juta, namun sebetulnya banyak kartu SIM yang kadaluwarsa (churn ratetinggi),serta satu orang dikota bisa memiliki dua handphone, sehingga penetrasi smartphone masih belum tinggi sekitar 24% (2014). Penurunan terbesar adalah di feature phone yang pasarnya dikanibal oleh smartphone.Pada era konvergensi, juga terjadi penggerusan pasar gadget computer oleh pasar gadget mobile phone. Padahal penetrasi computer atau pengguna computer di Indonesia masih rendah sekitar 15% sedangkan smartphonesekitar 30% (2015). Dengan adanya kelesuan ekonomi, maka penjualan tablet yang meningkat drastis 2014 sebesar 27%,jugamengalamipenurunan-22% (2015); karena penurunan harga tablet,serta kembalinya minat pelajar pada notebook sertadisisi lain tergerus oleh pasar smartphone.

Sepertinya kebutuhan berkomunikasi lebih besar dari kebutuhan berkomputer, apalagi smartphone lebihmobile , user friendly, aplikasi cukup banyak,serta memang lebih diarahkan untuk berkomunikasi (suaradan data) dibandingkan dengan tablet untuk aplikasi web (browsing & OTT – over the top).
Pendapatan pasar notebook menurun lebih lambat dari tahun lalu -4% (2015), karena masyarakat mulai kembali memilih notebook untuk pemakaian yang produktif (computing) disekolah dan dikantor dari pada tablet.Tahun depan pasar notebook (portable PC) diprediksi lebih optimis dan positif meningkat 1% (2016). Desktop karena tidak mobile memang mengalami penurunan sejak beberapa tahun yang lalu sebesar -18% (2015). Desktop diselamatkan oleh peningkatan pasar server di back office dan data center memasuki era cloud computing, karena semakin banyaknya smart gadget yang membutuhkan server dan storage di back office, sehingga 2016 penurunan desktop jugaberkurang -15%.

Tahun lalu kami memprediksi tahun 2015 adalah tahun IOT (Internet of Things) yang memangakanmulai mengalami pertumbuhan pesat kedepan. IOT sekeluarga dengan M2M (Machine to Machine) dimana IOT lebih kearah wearable dan consumer computing, sedangkan M2M lebihkearah computer automation dan di back office atau tempat strategis seperti webcam; internet sensor dan lain sebagainya. Aplikasi OTT akanmeningkat drastic terutama bisnis sekitar e-commerce, online-banking, electronic banking, e-money yang mayoritasmelalui gadget mobile di Indonesia.

Sejak 5 Oktober 2015 perayaan HUT TNI Rupiah selama seminggu menguat drastic dari Rp 14,700 hingga mencapai Rp 13,500 sehingga menimbulkan kegairahan pasar. Semoga trend ini berlanjut dan nmembuat pasar telematika menjadi lebih kondusif menjelang pameran akbar Indocomtech yang akan berlangsung pada minggu terakhir dan dibuka oleh Menteri Kominfo bersama Kemenko Polhukam dan Apkomindo bersama Yayasan Apkomindo sebagai host dan API sebagai penyelenggaranya.

Pameran Apkomindo masih akan tetap akbar dan terbesar, hanya sajaterjadi disruption baik technologi maupun bisnis. Artinya kalau dulu pameran Apkomindo mayoritas yang diperagakan adalah computer, software danperipheralnya, maka sekarang convergency dari convergency gadget, convergency media (multimedia; social media) dan startup company di bidang OTT dan juga bisnis IOT. Kami harapkan rupiah dapat dipertahankan di bawah Rp 14,000 hinggaakhirtahunmenambahgairahpasar yang sudah terlanjur lesu karena lemahnya rupiah hingga kwartal III 2015 ini.

Sekedar catatan, banyak kegiatan yang dilakukan oleh APKOMINDO yang bermanfaat bagi masyarakat seperti Pameran IT akbar terbesar sepanjang masa INDOCOMTECH dan Pesta Rakyat Jakarta Fair yang kita namakan ESPUTER (Eksbisi Pesta Komputer Rakyat) yang diselenggarakan setiap tahun. Pada tahun 2015 ini INDOCOMTECH diselenggarakan 28Oktober– 1 November 2015oleh YAI, sedangkan Pesta Komputer Rakyat mulai 29 Mei 2015 sampai awal July 2015 oleh DPD DKI Apkomindo. (red)