VMware Umumkan Hasil Survey Indonesia Bisnis Forum

0
677

Jakarta, KomIT – Hasil vForum Indonesia Business Survey (FIBS) yang diselenggarakan VMware menemukan, hybrid cloud dianggap sangat berperan dalam mendorong tercapainya pertumbuhan, efisiensi, serta inovasi dalam bisnis yang dijalankan perusahaan.

Dalam survei itu juga ditemukan, hampir seluruh lembaga bisnis sangat antusias dan merasa yakin dengan kemampuan disuguhkan oleh komputasi cloud, dalam rangka mendukung tercapainya inovasi bisnis.

Dimana sebanyak 60% responden menyatakan, pendekatan bisnis strategis melalui pengadopsian hybrid cloud merupakan kunci utama yang mendukung suksesnya pembangunan dan transformasi infrastruktur IT perusahaan.

Survei yang diselenggarakan mulai bulan September hingga Oktober 2015 ini melibatkan 212 orang dari kalangan manajer dan penentu kebijakan IT dalam perusahaan.

Dalam survei ini disampaikan pula perspektif mengenai imperatif bisnis dan prioritas-prioritas utama dalam bisnis, yang akan mereka terapkan pada 2016. Responden juga menyampaikan peran penting teknologi dan inovasi, dalam mendorong tercapainya hasil-hasil positif dalam bisnis yang mereka jalankan.

Hasil survei juga menemukan, sebanyak 50% responden melihat tingginya tingkat keamanan dalam lingkungan tervirtualisasi yang mereka bangun. Dimana 23% diantaranya menyampaikan, lingkungan tervirtualisasi yang mereka bangun mampu mendukung bisnis dalam memangkas pos-pos alokasi khusus untuk keamanan.

Ini artinya, bisnis-bisnis di Indonesia telah menempatkan keamanan data sebagai prioritas utama mereka, terutama bagi yang menjalankan pendekatan business mobility. Ini dapat dilihat dari mulai matangnya pengadopsian teknologi di Indonesia.

Survey juga menemukan, 40% responden menganggap, biaya masih sebagai kendala utama dalam proses pengadopsian teknologi. Tapi 21% diantaranya mengatakan bahwa pengelolaan, orkestrasi dan provisi peranti software justru dianggap sebagai alasan pokok.

“Hal ini menggambarkan betapa bisnis di Indonesia begitu mendambakan akan hadirnya kemudahan-kemudahan dalam implementasi dan pengelolaan layanan IT,” ujar Adi Rusly, Country Manager VMware Indonesia.

Pada bagian lain, tingginya jumlah pelanggan mobile di Indonesia yang diperkirakan mencapai lebih dari 106 juta pelanggan, menjadi faktor utama yang mendorong terwujudnya penyelenggarakan business mobility.

Sebanyak 36% responden mengungkapkan akan pentingnya pengelolaan keamanan data yang baik. Sedangkan 42% diantaranya menyoroti akan pentingnya pengintegrasian aplikasi terkait impelemntasi business mobility.

“Inisiatif seperti Rencana Pitalebar Indonesia yang dicanangkan pemerintah untuk terciptanya konektivitas yang lebih baik dan akses yang lebih luas di seluruh Indonesia, mendorong tumbuhnya digital economy sekaligus hyper-connectivity di tengah masyarakat. Ini turut mendorong terbukanya peluang baru bagi bisnis di Indonesia,” ucap Adi.

Menurut dia, model penyelenggaraan bisnis secara digital telah mendorong terwujudnya transformasi secara serentak di seluruh lini industri. “Ini tentunya menuntut seluruh kalangan bisnis untuk mampu berinovasi dengan lebih cepat lagi,” ujarnya. (Red)