Big Data Analytics Teradata Sasar Bisnis Retail

0
3172

Jakarta, KomIT – Sebanyak 77 negara di dunia sudah berpartisipasi menggunakan Teradata, khususnya untuk pemanfaatan sebuah data dan survey bagi pelaku industri retail. Perusahaan yang mengembangkan big data analytics, data warehousing dan marketing application ini menyebut pasar Indonesia dirasa lebih berpotensi terlebih lagi industri retail dengan kurang lebih 500 anggotanya yang sejauh ini masih belum memanfaatkan teknologi sebuah data.

“Informasi tentang dunia di sekitar kita akan selalu berubah secara konstan. Memahami, mengadaptasi dan identifikasi kesempatan di dunia yang cepat berubah ini, sehingga memerlukan daya analitik yang besar. Saat inilah waktu yang tepat bagi Teradata,” Ujar Erwin Z. Achir, President Director Teradata Indonesia baru-baru ini.

Indonesia sendiri merupakan negara ke 4 terbesar dunia untuk pengguna Facebook, nomer 5 untuk Twitter dan juga nomer 3 untuk pertumbuhan para pengguna internet di dunia, hal ini juga yang mendasari bagaimana Teradata melihat pasar retail yang sayang dilewatkan setelah sebelumnya fokus berpartner dengan nama-nama besar dari dunia perbankan, telekomunikasi dan lembaga pemerintahan.

“Pasar retail dapat mendorong nilai bisnis dalam rantai suplai, analisis harga, dan pada saat yang bersamaan dapat menciptakan loyalitas pelanggan. apalagi di Indonesia ada sekitar 80 usaha retil seperti indomart dan alfamart. Angka ini masih jauh jika dibandingkan Tiongkok dan Taiwan ” Tambah Erwin. Ia pun juga menyarankan perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi program pemasaran berbasis pelanggan dan loyalitas agar dapat tetap kompetitif. Hal ini berlaku terutama untuk ritel yang berkembang dari offline ke online dan sebaliknya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO), Roy Mandey, berkomentar bahwa pengusaha ritel dapat mengumpulkan sejumlah besar data dari sistem operasional mereka dan menemukan nilai manfaat dari data yang tersimpan. Ia percaya bahwa analisis data yang besar akan membantu pengusaha ritel untuk mendapatkan wawasan yang benar di beberapa channel, seperti sosial media, data unggahan, video pada kanal youtube, dan data email untuk dapat memperluas bisnis mereka.”Dengan data yang dikumpulkan dan dikelola, seharusnya ini bisa menjadi peluang dan benefit yang bagus para anggota kami. Pentingya melihat data analisis untuk perkembangan bisnis sangat diperlukan” Ujarnya.

Seperti diketahui, Terdata juga mencatat pendapat dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) tadi dimana pasar ritel harus secara efektif memanfaatkan kekuatan Big Data Analytics jika mereka ingin meningkatkan penjualan dan keuntungan. Adapun Pelanggan Teradata adalah toko-toko yang memiliki jaringan luas di seluruh dunia dan sektor ritel online, seperti Walmart, 7-Eleven, eBay, Rakuten (Jepang), American Eagle Outfitters, Hallmark, dan ratusan lainnya. (red)