1.000 Pemuda Yogyakarta Berpartisipasi di Microsoft YouthSpark

0
623

Yogyakarta, KomIT – Setelah sukses di gelar di Jambi dan Jakarta, Microsoft YouthSpark 2015 yang digelar di Yogyakarta mendapat antusiasme ribuan anak muda. Pemilihan Yogyakarta karena memiliki anak-anak muda kreatif yang berpotensi terhadap percepatan pembangunan Yogyakarta sebagai kota yang maju dan mandiri dengan bantuan teknologi atau disebutnya kota pintar (smart city).Tahun ini, pelaksanaan YouthSpark turut didukung Kemendikbud dan UGM.

Microsoft YouthSpark merupakan sebuah ajang pelatihan dan pembangunan kapasitas teknologi bagi para pemuda, khususnya yang berasal dari kalangan marginal. Jumlah komunitas anak muda yang berperan aktif terhadap pengembangan seni dan budaya tersebut pun kian meningkat. Badan Ekonomi Kreatif kini tengah mempersiapkan Yogyakarta untuk menjadi kota kreatif, menunjukkan besarnya potensi Yogyakarta yang masih bisa dikembangkan. Di balik besarnya potensi tersebut, Yogyakarta memiliki beberapa kendala perkotaan yang perlu diselesaikan bersama oleh pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Data dari Badan Pusat Statistik pada September 2013, Yogyakarta masih menjadi kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa (15,03%). Sementara itu, Badan Pusat Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka di Yogyakarta pada Februari 2015 mencapai 4,07%. Menyadari potensi dan kendala ini, Microsoft bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menyelenggarakan YouthSpark di Yogyakarta.

YouthSpark mengajak para pemuda untuk mengembangkan aplikasi permainan yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga mampu meningkatkan pola pikir pemainnya. Dalam rentang waktu November 2015–Mei 2016, Microsoft, FISIPOL UGM, dan YCAB akan bekerjasama untuk membantu merealisasikan ide aplikasi permainan peserta agar menjadi kenyataan dengan menggunakan Kodu Game Lab, sebuah bahasa pemrograman yang cenderung mudah dipelajari dan digunakan oleh pembuat aplikasi pemula. Tiga aplikasi terbaik akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut di Microsoft Innovation Center UGM.

Ruben Hattari, Corporate Affairs Director, Microsoft Indonesia mengatakan, tujuan akhir YouthSpark bukan untuk melihat seberapa rumit aplikasi permainan yang berhasil dikembangkan, melainkan proses berpikir yang ada dibaliknya. “Kami berharap anak-anak muda mampu memberikan ide kreatif dan strategis yang dapat diwujudkan melalui proses coding. Dan, hasil dari kegiatan di dua kota sebelumnya menunjukkan peningkatan karena melahirkan ide-ide variatif,” katanya.

“Sebagai bentuk komitmen Microsoft terhadap program-program komunitas, CEO Microsoft Satya Nadella telah mengumumkan investasi sebesar $75.000.000 bagi YouthSpark agar dapat memperluas pemberdayaan anak-anak muda, khususnya yang berasal dari kalangan marjinal, di bidang teknologi,” lanjut Ruben.

Veronica Colondam, CEO / Founder, Yayasan Cinta Anak Bangsa Foundation mengatakan, “YCAB telah berpartisipasi dalam YouthSpark sejak awal program ini diselenggarakan. Antusiasme anak-anak muda di setiap kota yang begitu tinggi dalam mempelajari hal-hal baru mendorong kami untuk terus terlibat dalam penyelenggaraan YouthSpark. Kami percaya bahwa anak muda adalah generasi yang mampu membuka berbagai kesempatan baru sekaligus memajukan sebuah kota.”

“Pelaksanaan program YouthSpark tidak hanya membantu meningkatkan kapasitas anak-anak muda di bidang teknologi, tetapi juga mendorong mereka agar mampu berpikir kreatif dan inovatif. Kemampuan masyarakat seperti inilah yang dapat memberikan kontribusi bagi sebuah kota agar menjadi kota pintar. Kami berharap anak-anak muda Yogyakarta dapat berkontribusi bagi pengembangan Yogyakarta sebagai kota pintar,” ujar Erwan Agus Purwanto, Ph.D., Dekan FISIPOL UGM.