E-Dagang Peyelamat Ekonomi Disaat Pelemahan Rupiah

0
869

Jakarta, KomIT – Forum Ekonomi Nasional (FEN) di Hotel Santika (19/11) menfokuskan pada disrupsi yang terjadi di pasar domestik oleh fenomena e-Dagang, atau e-Commerce lokal, karena pertumbuhannya tertinggi yakni 42% dibanding negara ASEAN lainnya dalam kurun waktu 2012-2015. Tingkat pertumbuhan tersebut didorong oleh besarnya populasi penduduk Indoneia yang mencapai 250 juta jiwa. Jumlah tersebut masih ditambah generasi muda (generasi Z akibat bonus demografi) diikuti tingginya penduduk kelas menengah di Indonesia sehingga pengguna social media dan OTT meningkat pesat.

Menurut Rudi Rusdiah dari Apkomindo, semestinya peningkatan besar di pasar dan konsumen menjadi blessing in disquise di masa krisis global. Namun sayangnya industri bangsa ini masih lemah dan ekspor hanya pada barang mentah. Akibatnya terjadi penurunan harga komoditi ekspor dan permintaan dunia berdampak besar pada perekonomian domestik. Sementara kebutuhan impor akan gadget dan produk industri asing masih sangat besar, seiring makin lemahnya industri domestik dan struktur fiskal domestik.

Sehingga potensi besar dari e-Dagang yang diulas oleh para pakar terdistorsi oleh masalah diatas dan pemerintah harus berhati hati dengan peningkatan potensi besar e-Dagang ini, diantaranya bagaimana agar pemerintah dapat menerima pendapatan dari pajak misalnya PPN, tanpa harus membebani transaksi e-Dagang dan dapatkah e-Dagang meningkatkan komponen produksi dalam negeri ?

Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika, Kemenkominfo Bambang Heru Tjahyono menambahkan bahwa Indonesia perlu mengoptimalkan pasar kelas menengah, budaya wirausaha telematika (startup), pendanaan dan infrastruktur. “Ekosistem dinegara lain jauh lebih matang seperti Silicon Valley di AS, Bangalore di India, juga Taiwan, dan Singapura. Ada empat faktor dasar yang menjadi hambatan utama e-Dagang di RI, yaitu Infrastruktur, Kesiapan Teknologi, Pendidikan & Pelatihan, Awareness, dan Inovasi yang harus diperbaiki. Tapi untungnya kita memiliki bonus demografi dan pasar konsumen yang besar seperti Tiongkok dan India,” tegas Bambang.

Di ssisi lain, Dirjen Perdagangan dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina menambahkan bahwa peta jalan e-Dagang ini akan segera dibahas di Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementrian Perdagangan mengusulkan kepemilikan modal asing maksimal 49 persen untuk perusahaan ritel daring, sedangkan di laman pemasaran diperkenankan hingga 65% terkait Daftar Negatif Investasi Asing. Hasil Survey APJII menurut Ketua Umum APJII Jamalul Izza pertumbuhan pengguna Internet 27.1%, mencapai 88,7 juta orang(2014) dan diperkirakan meningkat hingga 112 juta orang (2017).

Dikatakan Achmad Zaki, CEO Bukalapak.com, Internet mampu memberikan kenaikan pendapatan kepada sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil Menengah) dan mendongkrak penerimaan bisnis sektor ini yang memanfaatkan Internet sebesar dua kali lipat. Kecenderungan transaksi e-dagang akan terus meningkat menurut Daniel Tumiwa Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (iDEA). Zaki menambahkan, rata-rata anggota laman nya meningkat pendapatan lima kali lipat dari tahun ketahun, sayangnya tidak diimbangi dengan peningkatan awareness dari pelanggannya.

Sedangkan Tris Yulianta Deputi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa perlu diperhatikan faktor keamanan bertransaksi terutama dampaknya bagi konsumen. OJK dan Kemen Kominfo sepakat untuk gencar mendorong pemanfaatan Pusat Data (Data Center) di dalam negeri bagi perusahaan e-Dagang yang beroperasi di NKRI. Kelompok perusahaan PT Elang Mahkota (SCTV) menginvestasikan dana di Bukalapak.com dan Grup Jarum juga menginvestasikan dana di BliBli.com. Data dari Bisnis (29/10/2015), Bisnis eCommerce akan meningkat menjadi US$ 18 miliar dengan 7.4 juta pelanggan, serta pengguna sosial media sebesar 63 juta dari 93.4 juta pengguna Internet (2015).

Menurut Apkomindo, trend menarik yang membuat arena pameran menjadi semarak adalah hadirnya lelang di arena pameran INDOCOMTECH 2015 yang berlangsung hingga 2 November 2015 oleh pemain e-Dagang seperti BliBli.com ditengah kelesuan ekonomi akibat melemahnya rupiah, sehingga menjadi primadona INDOCOMTECH 2015. (rrusdiah@yahoo.com).