HaloDiana : Layanan Asisten Pribadi Online Kapan saja

0
1499

Jakarta, KomIT – Jumlah gadget di Indonesia semakin banyak dan Halodiana memberikan layanan asisten pribadi yang sangat bermanfaat bagi generasi muda yang sangat mobile dan bergerak cepat. Sebuah layanan dari HaloDiana via SMS membantu aktifitas anda yang sibuk, seperti memesan makanan, membeli tiket, menyiapkan rencana liburan bahkan tips hadiah bagi kesayangan anda. Kreatifitas dari founder Ryan Gondokusumo, yang terlebih dahulu merancang aplikasi SribuLancer dikantornya yang santai disamping Taman Puring, Gandaria, Jakarta Selatan bertetangga dengan East Ventures, Singapore yang banyak membantu funding startup di Indonesia.

Kami membantu E-Tizen yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk mencari barang yang didampakan oleh si Diana yang handal dan sabar dengan memiliki data base serta data analytics yang canggih, ujar Ryan. Yang menggembirakan pelanggan adalah Diana tidak mengutip biaya jasa pengiriman apalagi melakukan mark-up harga kepada pelanggan. Jadi Diana akan mengambil insentif yang diberikan oleh vendor yang sudah menjadi mitra si Diana ini. Berawal dari 10 mitra pada saat Diana mulai beroperasi hingga akhir tahun 2015 ini sudah mencapai 50 mitra. Pelanggan Diana kebanyakan adalah eksekutif perkantoran bahkan ibu-ibu sosialita menyukai Diana yang ramah teknologi.

Saat ini Diana sudah melayani sekitar 400 permintaan oleh 7 agen dari 35 total staf, awalnya dengan versi Android November 2015 yang lalu. Diana seperti customer service (concierge) sebuah hotel bintang lima melayani tamu hotel dengan sabar,profesional dan sentuhan berkelas untuk memesan makanan, barang dan juga tiket. Sungguh suatu privilege dan memanjakan pelanggan Diana.

Setelah Ryan Gondokusuma menyelesaikan studinya di Universitas Purdue, Columbia sebagai sarjana teknik elektro (2002-2007) pulang ke tanah air bekerja selama 3tahun di perusahaan besar holding waralaba kuliner dan travel, namun tidak lama kemudian akhirnya memilih menjadi entrepreneur mendirikan beberapa startup di tanah air. Produk pertamanya adalah Sribu.com yang memberikan jasa kepada Netizen yang ingin merancang logo perusahaan atau membuat website dengan harga yang relative lebih murah dan cepat karena dikerjakan secara crowdsourcing, fenomena social outsourcing menggunakan potensi sumber daya kreatif yang ada di Internet. Pelanggannya akan mendapatkan beberapa contoh design dan apabila ada design yang cocok maka hak cipta dari rancangan tersebut ditransfer kepada pelanggannya.

Dari sribu.com yang memanfaatkan sumber daya internal perusahaan Ryan melahirkan SribuLancer.com (2011) yang memanfaatkan sumber daya dari cyberspace atau dikenal dengan crowd sourcing. Crowd sourcing kemudian melalui proses lelang dan developer yang memberikan harga atau proposal terbaik, yang nantinya melayani pelanggan secara esklusif dengan jaminan NDA dan privasi. Keamanan bagi pelanggan pun di jaga karena perusahaan Ryan bertindak sebagai escrow account dan perantara yang baru membayar kepada developerny,a jika pekerjaan sudah selesai dan memuaskan pelanggannya.

Mastel juga sedang berkolaborasi dengan crowdsourcing software, aplikasi dan game developer Dicoding.com yang menghimpun ratusan developer dalam sebuah komunitas bekerjasama dengan principal seperti Intel, Androids, Microsoft dan lainnya ujar foundernya Narenda Wicaksono kepada Rudi Rusdiah Ketua saat rapat bersama dengan Ketua Umum Mastel Kristiono. Seperti data dari East Venture, memang menunjukkan generasi muda Indonesia sangat kreatif dan kompetitif dari jumlah startup ecommerce nya dibandingkan dengan rekannya di Negara Asean lainnya.

Dalam 3 tahun total client yang memesan logo dan web design sudah mencapai 4,000. Jasa freelance atau outsourcing yang dapat dilayani oleh SribuLancer seperti jasa translasi, fotografer, videographer, illustrator, sales, marketing, akuntansi bahkan penulis dengan pelanggan dari manca Negara, yang terbesar dari Singapura, sehingga Ryan sudah meningkatkan staffnya dari awal 2 orang hingga 35 orang.
(rrusdiah@yahoo.com ).