Cipika & Dompetku Aplikasi Mobile Commerce Indosat Ooredoo

0
690

Jakarta, KomiT – Operator Jaringan Telekomunikasi terkemuka di Indonesia, Indosat Ooredoo memberikan dukungan penuh bagi berkembangnya industri Ecommerce di Indonesia yang bakal menjadi tumpuan harapan dari pertumbuhan ekonomi tahun 2016. Apalagi, disaat perekonomian nasional yang pada umumnya kurang bergairah akibat gejolak volatilitas pupiah yang tidak stabil dan cenderung melemah pada akhir tahun 2015 ini.

Rudi Rusdiah, Ketua Mastel bidang Industri melihat fenomena ecommerce di Indonesia merupakan satu satunya andalan pertumbuhan ekonomi di 2016, yang dapat diobservasi dari dua fenomena pasar 2015, yaitu ramainya lelang ecommerce players di arena pameran Indocomtech 2015 awal November 2015 silam dan meledaknya trafik pengunjung situs ecommerce pada perayaan tahun ke-4 Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) atau #12 12 yang diikuti lebih dari 140 pemain ecommerce tanah air.

Dikatakan, ecommerce seperti Alibaba di Cina membutuhkan waktu selama tiga tahun hingga take off seperti sekarang, namun trajektori pertumbuhan di Indonesia bisa lebih cepat dibandingkan negeri tirai bambu China karena pertumbuhan pasar smartphone dan 3G yang cukup pesat, sehingga tahun 2016 akan menjadi pasar yang menjanjikan, namun life cycle industri ecommerce diperkirakan akan matang pada 2017 awal. “Logistik dianggap tantangan namun juga opportunity bagi Indosat Ooredoo,” kata Rudi.

Alexander Rusli, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo sekaligus Ketua Umum ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia) telah meluncurkan layanan Internet 4G-LTE berkecepatan tinggi 4Gpus serentak secara nasional. Layanan tersebut akan tersedia di 21 kota memberikan konektivitas yang lebih cepat , kualitas suara yang lebih jernih serta didukung oleh kekuatan jaringan data yang sangat vital bagi terselenggaranya layanan ecommerce. Sebab, layanan ecommrce yang membutuhkan reliabilitas tinggi, trust dan kehandalan sistem jaringan data yang stabil.

Sebagai ATSI, PT Indosat Ooredo (IDX:ISAT) mensukseskan program Menteri Kominfo Rudiantara dengan memfasilitasi 3 pemain over the top (OTT) nasional di media social seperti Messaging Services ditengah serbuan OTT Global seperti Facebook, Whattsapps, Twitter, dan Google.

Saat tim Komite.id mewawancarai dikantornya, Alex Rusli yang memiliki gelar PhD di bidang Sistem Informasi dari Curtin University of Technology tersebut sempat memperagakan upgrade dari kartu SIM lama dengan kartu 4G USIM yang canggih melalui mobile agents di sejumlah gerai Ooredoo. Selain itu, aryawan Indosat dapat berprofesi sebagai Mobile Agents untuk menukar dan mengupgrade menjadi 4G USIM. Indosat Ooredoo saat ini memiliki 3,000 staff fulltime dan 8,000 karyawan outsource.

Data Telekomunikasi Terestrial yang dilansir oleh Rusdiah masih melihat majoritas BTS (Base Transmitter Station) ditanah air masih 2G dan harus segera di modernisasikan menjadi 3G, bahkan 4 G dengan rencana refarming 1800 Mhz. ISAT berencana menjadi Leading Digital Telco, meningkatkan akses dan konektifitas masyarakat Indonesia dan business. Karena menurut Alex teknologi 3G adalah teknologi perantara, dimana malah teknologi 2G dan 4G lebih stabil, bahkan ZTE sudah mengkampanyekan 5G baru baru ini. Namun menurut Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia , menyarankan agar operator di Indonesia lebih baik fokus pada ROI atau pengembalian investment ,daripada sekedar di drive atau di setir oleh vendor yang tentu lebih ingin agar produknya laku termasuk migrasi ke 5G.

Indosat Ooredoo melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) melakukan inkubasi pemain startup di ecommerce melalui tiga batch program IdeaBox sejak 2 tahun yang lalu menghasilkan beberapa start up dibidang Push Application MMS dan animasi Komik Mangga Jepang. Setiap batch merekrut 6 sampai 8 startup yang memiliki bisnis model yang baik, di inkubasi selama 6 bulan

Program Iwik (Indosat wireless innovation contest) sebagai ajang techhnopreneur muda untuk beraksi dengan ide dan inovasi yang sudah berlangsung selama hampir 10 tahun sudah diikuti sedikitnya 30,000 peserta dan mendorong inovasi dikalangan masyarakat generasi Milenial melalui program Kids and Teen untuk meningkatkan kreatifitas anak usia SD sampai SMA dan juga kompetisi Aplikasi serta Mobile Web untuk kalangan umum, mahasiswa dan pelajar di tanah air. Meskipun mayoritas aplikasi yang dibangun awalnya adalah aplikasi game dan lifestyle, namun semakin banyak aplikasi serius seperti ecommerce yang dibangun melalui program program untuk startup dan inovasi ini.

Selain itu, Indosat Ooredoo ikut berperan aktif di ekosistem ecommerce melalui Dompetku.com aplikasi payment system e money Indosat Ooredoo yang sudah mengantongi ijin KUPU (Kegiatan Usaha Pengiruman Uang). Salah satu masalah di bisnis ecommecrce adalah masalah pembayaran dan dengan adanya portal e money ini dan fasilitas transfer banyak pemain online store atau e-retailier dapat memanfaatkan Dompetku.com ini menjawab tantangan masalah transaksi pembayaran dan trust dari sisi payment systemnya tanpa harus mengunjungi kantor cabang Bank atau ATM, cukup dari smartphone.

Indosat Ooredoo memiliki 69 juta pelanggan mobile (Q3:2015) yang dapat memanfaatkan Dompetku dan Indosat.on.de.go untuk sarana pembayaran dan meningkatkan persentasi mobile komunikasi yang memiliki sarana dan prasarana bank account. Indosat mencatat pertumbuhan tinggi data usage hingga 155% dan peningkatan revenue 10.5% dibandingkan periodel 2014 lalu. Belum lagi, Indosat juga menjalin kerjasama dengan Nokia Network untuk 1800 Mhz LTE trial sesuai strategi refarming Kementerian Kominfo.

Indosat juga memiliki portal ecommerce Cipika.co.id yang dibangun dari startup dan fokus pada produk penjualan e-goods seperti pulsa, ebook, gadget handphone ditambah produk seperti Freshfood makanan cepat saji memanfaatkan basis pelanggan Indosat Ooredoo di tanah air. Delivery melalui beberapa logistic partner seperti JNE, RPX, TIKI termasuk pemain yang ada pada supply chain Mastel seperti Gojek, Grab bike dan BlueJek. (rrusdiah@yahoo.com)