Acronis: Solusi Data Backup Berbasis Cloud Bagi Bisnis Online

0
584

Jakarta, KomIT – Ditengah ledakan data yang semakin massif dan teknologi Big Data analytics untuk monetizing (menguangkan) data menjadi aset penting sebuah perusahaan, maka teknologi backup data yang handal (reliable) dan aman sangat dibutuhkan. Enterprise mana yang masih bisa survive tanpa data, begitu kata iklan di Cyberspace. Sebuah perusahaan Cloud data backup yang sudah cukup dikenal di Eropa dan Amerika membuka kantor cabangnya di Indonesia dipimpin oleh CEO Rudy Mesajaya Rangkuti bekerjasama dengan Steve Goh, VP Asia Pacific di cabang regional, Singapura. Diskusi dengan Goh dan Rangkuti di Jakarta, Acronis mempunyai 700 karyawan dan 300 engineer mendistribusikan produknya di 114 negara sejak 2008 dan akhir 2015 ini membuka kantor representatifnya di Indonesia.

Acronis melihat potensi pertumbuhan data sangat pesat di Indonesia, karena besarnya pertumbuhan 4G LTE dan Social Media seperti Facebook serta OTT Messaging lainnya di Indonesia dibandingkan dengan dikawasan Asia, serta besaran jumlah penduduk setelah Tiongkok dan India, sehingga memilih membuka kantor representative nya di Indonesia. Sebuah global analyst melihat Cloud business berkembang pesat $ 1.2 milyar (2015) dan diperkirakan akan meningkat lebih dari 100% menjadi $ 2.7 Milyar (2018)

Berawal dari perusahaan SWSOFT yang sudah berkiprah didunia backup sejak tahun 2000 dan pada tahun 2008 dipecah menjadi dua perusahaan Parallel (Odin) Clouds automacy dan Acronis Clouds Backup. Diregional distribusi produknya ke ISP, MNC dan perusahaan Telekomunikasi melalui Ingram Micro dan AVNET, sedangkan di Indonesia melalui reseller seperti Bhineka.com, Cloudmatika dll. Menyediakan produk On Premise – local backup backup fisik secara Internal diperusahaan dan juga On Cloud backup.
Acronis memang spesialisasi di backup dari Backup VMWare, Windows Server, Clouds, Premise Backup, hingga Gadget PC anda.

Rudi Rusdiah, Mastel dan CEO Micronics Group yang berkiprah di supply chain infrastruktur data dengan hardware dari Dell dan Huawei melihat peluang kerjasama antara perusahaan yang menyediakan enterprise data security dan protections hardware dengan Acronis yang menyediakan aplikasi dan jasa solusi data backup on premise ataupun cloud based. Juga peluang kerjasama dengan ISP dan Network Access provider (NAP) akan semakin strategis kedepan.

Harga yang dijual relative cukup murah seharga Rp 600/GB data dalam sebulan, jadi sebuah harddisk 500GB dikenakan biaya 300,000 per bulan, sebuah harga yang relative murah dibandingkan jika terjadi kerusakan atau kehilangan data perusahaan, yang bisa berakibat fatal, bahkan bankrut kehilangan nasabahnya, serta terjerat kasus hukum, jika datanya strategis dan vital serta kerugian hingga milyaran rupiah. Data Backup sebuah investasi penting namun sering dilupakan oleh banyak enterprise, bahkan di negara maju sekalipun. Sering solusi backup baru diperhatikan ketika perusahaan sudah terlanjur terserang virus atau cracker. Sedia payung sebelum hujan, perusahaan seperti Telkomtelstra dan Acronis patut diperhatikan. (rrusdiah@yahoo.com).