Mataharimall Ingin Menjadi Alibaba-nya Indonesia

0
2079

Jakarta, KomIT – Seperti ratusan start up yang lain di Indonesia, Mataharimall.com baru berusia 3 bulan sejak di luncurkan 9 September 2015, namun menurut trafik analytics Alexa.com sudah berhasil mencapai rangking 37 Indonesian Top and Popular Site dari awalnya di posisi ke 1000 dibulan September 2015. Menilik tulisan di Sejarah Ecomerce 1.0, Group Lippo memang sudah berpengalaman sejak 1990 an membina startup, waktu itu LippoShop.com, Link Net, Lippo NetBank dan Toserba Matahari di Lippo Cyberpark Karawaci hingga go public di bursa Hongkong melalui Accross Asia Mltimedia Group sebelum kejatuhan bursa dunia akibat Dot.com Bus dan krisis saham Teknologi dunia (2002-2004).

Bahkan analytics dari customer experienced yang berbelanja di Matahari hampir tersebar rata di 451 Kabupaten dan Kota dari jumlah 514 di Tanah air, suatu prestasi yang luar biasa dan hanya bisa diraih oleh startup di Cyberspace. Startup Facebook misalnya melewati angka penggunanya 1 Milyar user dalam waktu kurang dari 10 tahun sejak di luncurkan tahun 2004. Banyak ahli ecommerce dari berbagai perusahaan seperti Arnold Sebastian, sebelumnya kami temui di TokoBagus.com yang kini menjai OLX.com. Wenas sendiri sebelumnya mengembangkan Zalora.com. Di kantor MatahariMall.com di Lippo Kuningan, Komite.id mewawancarai tim inti ecommerce, Hadi Wenas, CEO Mataharimall.com, Arnold Sebastian Egg, CTO Mataharimall.com dan Regan Dwiwanda Head of Offline Marketing dan secara terpisah John Riady, Executive Director Mataharimall.com, disela acara Indonesian Economic Forum, 25 November 2015 di Shangrila Hotel.

Menurut Wenas, faktor dan strategi yang menopang keberhasilan mecapai ranking 37 tersebut dan status sebagai ecommerce tipe Super market place nasional terbesar dalam waktu 3bulan. Pertama, Brand Name bisnis brick and mortal (tradisional) Matahari Ritel 2015 sudah masuk dalam ranking Top 6 Brand di Asean sebagai Most Valuable Brand di Indonesia. Matahari sudah berkiprah awalnya sebagai Departemen store sejak 20 tahun yang lalu dan memiliki brand awareness dan kepercayaan (trusted brand) dikalangan masyarakat dibanyak kota, sehingga berlandasan dengan ketenaran bisnis offlinenya, MatahariMall.com dengan mudah mencapai conversion trafik transaksi order mencapai hampir 90% kota di Indonesia.

Secara normal sebuah Startup membutuhkan waktu beberapa tahun, namun bayangkan saja pada saat diluncurkan awal September 2015 Matahari sudah memiliki potensi 200 ribu pelanggan dan 180 ribu jenis barang dipasok oleh1,200 vendor. Semua ini memang dari captive market bisnis offline Matahari ritel yang sudah beroperasi 20 tahun. Meskipun demikian, menurut Wenas, MatahariMall.com tetap akan menjadi independen dari bisnis offline dan fokus di Branding bisnis online dengan memasang billboard di banyak kota serta juga iklan massif di media cetak seperti Kompas.

Kedua, konsep unik bisnis belanja online daring Mataharimall.com yang tidak dimiliki oleh ecommerce belanja online yang lain adalah konsep O2O atau Online to Offline pertama di Asean memasuki MEA. Konsep yang memungkinkan pelanggan untuk mengambil dan retur barang belanjaannya yang sudah dipesan atau dibayar online dilokasi mitra Mataharimall.com Offline, atau lokasi Pickup dan Pay COD dan konsep e-locker. Selama 3 bulan ini sudah ribuan yang memanfaatkan model O2O. O2O merupakan solusi memecahkan masalah kepercayaan (trust), rendahnya penetrasi kartu kredit atau metode pembayaran online dan kenyamanan pendistribusian barang. Sering kurir mengantar ke rumah dan yang menerima sedang berada diluar kota, sehingga mubazir. Maka solusi e-loker, yang memiliki 4 ukuran sesuai dengan besar barang belanjaan anda yang memiliki PIN yang diberikan kepada pelanggan, sehingga barang bisa diambil di lokasi mitra e-loker seperti Mall Kemang Village, Mall Pejaten Village dan tentu sekarang lokasinya sudah semakin banyak berkembang.

Belanja daring (online) memang memiliki beberapa keunggulan dan komplemen dari belanja offline (tradisonal) karena dari sisi harga belanja online lebih efisien dan murah dan dari sisi kenyamanan dapat dilakukan dari rumah atau kantor 24/7 melalui Smartphone dan diantar langsung kepemesan. Menurut Rudi Rusdiah, Ketua Mastel menggunakan data dari APJII, jumlah penetrasi Internet di Indonesia 88.1 juta (2014) atau hanya 34.9%, dimana 85% menggunakan Telepon Seluler dan 64 juta penduduk mengakses sosial media.

Jumlah pengguna Internet yang memanfaatkan belanja online baru 7.4 juta atau kurang dari 1%, yang terus meningkat seiring dengan makin banyaknya bisnis tradisional yang migrasi ke bisnis daring. Omset perdagangan ritel di RI mencapai Rp 175 Triliun (2015) dan omset perdagangan online baru sekitar US$ 1.1 miliar, artinya peluang pertumbuhan masih besar, tentu tidak akan menghapus belanja offline, sehingga modelnya komplemen, seperti model bisnis online MatahariMall.com dan offline Matahari Ritel dan Grosir terus dikembangkan dan dimodernisasikan bisnis gerai nya, misalnya meluncurkan SmartClub, gerai wholesaler dan puluhan gerai minimarket Foodmart Xpress (FMX).

Sukses lain dari Mataharimall.com ujar Arnold adalah jumlah aplikasi mobile yang diunduh sebanyak 800,000 mempunyai peran signifikan membangun masa depan Mataharimall.com dan menunjukkan animo masyarakat terhadap kehadiran Mataharimall.com di Indonesia sejak diluncurkan September 2015. Diramalkan jumlah download ini akan berlipat ganda dalam beberapa bulan kedepan seiring dengan peningkatan jumlah transaksi. Dengan makin besar akses Internet melalui smartphone, maka diharapkan kedepan akan makin banyak akses situs Mataharimall.com ini dari Smartphone.

Aplikasi mobile dari Mataharimall.com lebih canggih dari kompetitornya dan memberikan user experience yang lebih nyaman serta mudah dengan fitur: 1. Mengadaptasi fitur geser (swipe) dari satu aplikasi ke yang lain misalnya dari konsumen dapat memindahkan produk dari kategori Most Wanted ke kategori Love List untuk menjadi referensi belanja dikemudian hari; 2. Proses transisi yang halus (seamless) dari satu aplikasi ke yang lain dan kemudahan memilih kategori; 3. Informasi yang lebih detil dan lengkap dengan memanfaatkan fitur zoom dan full screen.

Kendala yang dihadapi oleh MatahariMall adalah masalah infrastruktur logistic dan pemecahannya adalah dengan menandatangani MOU antara MatahariMall.com dengan PT Pos Indonesia dalam hal logistic.
Visi Wenas, Mataharimall.com ingin menjadi Alibaba nya Indonesia dan SuperMarket Place terbesar, salah satunya dengan bentuk promo Super September mengikuti promo seperti Alibaba Single Day 11 November 2015 di Tiongkok dan partisipasi iklan all out pada saat Harbolnas #12 12, 12 Desember 2015 bersama para foundernya seperti Lazada dan 140 pemain ecommerce di Indonesia dengan banjir discount hingga Rp 120 Milyar. Dana investasi yang digelontor Lippo Group ujar John Riady tidak tanggung tanggung Rp 5 Triliun ($ 500 juta) oleh perusahaan domestic Lippo Group bersaing dengan investasi $100 juta ke TokoPedia , Zalora dan lainnya oleh perusahaan asing di Indonesia. (rrusdiah@yahoo.com)