East Ventures : Bisnis E-commerce Tahun 2016 Cerah

0
1616

Jakarta, KomIT – Geliat pertumbuhan bisnis e-commerce ditahun 2016 ini akan mengalami peningkatan tajam dari tahun sebelumnya. Saat ini sudah terdapat 200an pengusaha start-up yang memasuki bisnis online ini. Dengan kemajuan Informasi teknologi komunikasi (ICT) sangat memberikan peluang dan kemudahan bagi pengembangan industry berbasiskan kreatif pada bidang online (ecommerce) bagi creator creator muda Indonesia.

Associate East Ventures Indonesia Melisa Irene mengatakan, bahwa pertumbuhan industry pada bisnis online, e-commerce ini di tahun mendatang 2016 ini sangat cerah dan masih terbuka lebar bagi seluruh kalangan yang ingin memasuki bisnis tersebut. Akan tetapi, walaupun celahnya masih sangat lebar, bagi start-up atau industry pemula harus pula memiliki inovatif dan spesifik tersendiri industry yang akan dikembangkan nantinya. Kedepannya diperlukan pula creator-creator yang inovatif,kreatif, jika perlu harus melalui tahapan intelligent bisnis yang kuat serta mendalam. Jangan hanya sekedar mengekor dari kesuksesan tetangan dalam membangun bisnis online ini.

Lebih tepatnya, harus mempunyai spesifik tersendiri serta unik dalam pengembangan bisnis online ini, tegas Melisa. Bagi start-up harus kreatif, terang Melisa. Lagipula Melisa melihat tahun depan 2016 ini group-group besar yang selama ini telah establish pada bisnis offlinenya mungkin mereka akan memperkuat bisnisnya dengan memasuki bisnis online piula. Seperti tahun 2015 ini Alfamart, Matahari, Group Lippo sudah merambah bisnis online. Bagi group besar ini berapapun investasi yang ditanamkan tentunya tidak ada masalah. Ini harus menjadi bahan pertimbangan bagi start-up untuk memulai bisnis online ini, ujar Melisa.

East Ventures Siap Kucurkan Pembiayaan Industri Kreatif Online

East Ventures (EV) sebagai perusahaan pembiayaan dengan kantor pusat di Singapura serta Tokyo ini telah menyatakan kesiapan memberikan kucuran dana kepada industry kreatif yang berbasiskan kepada Information Communication dan Telekomunikasi (ICT) serta internet, hal ini sesuai dengan missi dan keberadaan East Ventures di Asia Pasifik dan Indonesia ini dalam peningkatan teknologi.

Associate East Ventures Indonesia, Melisa Irene, menegaskan, bahwa keberadaan East Ventures ini masuk dalam bidang pembiayaan pada industry kreatif dengan basisi teknologi. Kami merasa perlu memberikan dukungan dalam pendanaan-pembiayaan, ventures penuh bagi pengusaha di Indonesia ini dalam berbagai produk, barang dan jasa dengan mengunakan perangkat teknologi dalam aktifitas bisnis keseharian tersebut, tentunya kami juga mempunyai missi dalam memberikan pendanaan tersebut. Missi kami agar kalangan masyarakat Indonesia akan semakin sadar teknologi, mengunakan teknologi dalam aktifitas bisnis keseharianya, terang Melissa.

Saat ini hingga tahun 2015 ini EV telah mengucurkan pembiayaan sebanyak 55 portofolio kepada pengusaha yang berbasiskan mengunakan teknologi. Dari jumlah tersebut sebanyak 9 pengusaha tersebut bergerak pada industry software, media berita online, sementara sisanya kepada industry Ecommerce, bisnis toko online.
Melisa melanjutkan, Kucuran pinjaman dana dari EV ini sangat berfariatif mulai dari level Side Run dengan nilai 50.000 sampai dengan USD 600.000, ini level paling bawah. Untuk pinjaman lebih besar pada bentuk Series A dan seterusnya dengan kucuran pinjaman dengan tak terbatas, sesuai dengan kebutuhan client dan fisibilitas usahanya, tegas Melisa. Albarsah