BCA Gandeng Microsoft Hadirkan Mobile Learning untuk Karyawan

0
1341

Jakarta, KomIT – Sektor industri semakin membutuhkan efisiensi dan tingkat keamanan yang tinggi untuk melakukan mobile working dan learning, termasuk industri perbankan. BCA menjadi salah satu bank yang ingin memulai kedinamisan ini, dimulai dengan akses terhadap konten pembelajaran serta ujian secara mobile. Microsoft pun mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan adanya sistem komputasi awan Microsoft Azure.

Mobile Learning BCA diluncurkan oleh BCA pada tanggal 26 Agustus 2015 untuk selalu memberikan model pembelajaran yang nyaman dan aman bagi karyawannya. Mobile Learning BCA merupakan sebuah sistem pembelajaran dan ujian secara daring yang memberikan keleluasaan waktu akses bagi 22 ribu karyawannya di seluruh Indonesia, dengan menggunakan server cloud system di Microsoft Azure.

“Selama ini, karyawan BCA mengakses konten melalui server yang hanya dapat dibuka di kantor (intranet). Adanya dukungan dari Microsoft Azure memungkinkan karyawan kami untuk belajar serta melakukan ujian dari mana saja, sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang mereka miliki,” ujar Lena Setiawati, Kepala Divisi Pembelajaran dan Pengembangan BCA.

Mobile Learning BCA memuat konten seperti berita ekonomi, forum, animasi, e-book, video, dan pelatihan internal yang memungkinkan karyawan BCA untuk meningkatkan soft skill serta hard skill mereka. Setelah mendapatkan pelatihan, ujian juga dilakukan secara daring agar BCA dapat terus mengawasi kualitas kerja karyawannya. Kehadiran Mobile Learning BCA pun telah mampu meningkatkan efisensi para pengguna yang ingin mengakses seluruh materi pembelajaran dan ujian secara mobile. Modul Training Center kini tidak perlu dicetak secara hardcopy sehingga para karyawan dapat dengan mudah melakukan self-learning. Sampai saat ini, sudah ada 86 materi pembelajaran yang terdaftar pada Mobile Learning BCA dan akan terus bertambah ke depannya.

Perlindungan informasi tentunya menjadi perhatian utama seluruh industri, termasuk perbankan. Dengan tetap mengutamakan perlindungan informasi, perusahaan perlu memberikan alternatif model pembelajaran. Kini dengan kemajuan teknologi, karyawan bisa belajar di mana saja dan kapan saja.

“Selain untuk membiasakan karyawan dengan pola belajar yang baru, kami juga ingin menguji keandalan model belajar ini dari sisi keamanan dan kenyamanan, dimana sistem pembelajaran dapat berjalan secara dinamis namun tujuan pembelajaran tetap tercapai,” lanjut Lena.

Microsoft pun senantiasa mendukung perlindungan data pengguna Azure, baik bagi personal maupun korporasi. Microsoft adalah perusahaan pertama yang mengadopsi panduan praktis internasional untuk privasi cloud, yaitu ISO/IEC 27018. Selain itu, untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada para penggunanya, Microsoft Azure juga menawarkan fitur auto scaling, dimana kapasitas penggunaan Azure dapat diubah sesuai dengan kebutuhan pengguna.

“Saat ini, industri berkembang dengan begitu cepat dan dinamis sehingga para pelaku bisnis diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan teknologi informasi yang ada. Azure menjawab kebutuhan tersebut dengan tetap mengedepankan fitur keamanan bagi setiap industri, mulai dari industri kesehatan sampai perbankan,” ujar Aries Triwahyudi, Business Group Head Cloud & Enterprise Marketing and Operations, Microsoft Indonesia. “Salah satu fitur yang sering digunakan adalah fitur auto scaling yang dapat memenuhi permintaan serta kebutuhan pengguna akan kapasitas penyimpanan data dan kapasitas kemampuan server yang berbeda secara otomatis,” lanjut Aries. (red)