Bantu Pencari Kerja, Jobplanet Hadir di Indonesia

0
783

Jakarta, KomiT – Jobplanet (Jobplanet.com) merupakan platform komunitas untuk berbagi informasi seputar dunia kerja dan review mengenai seluk-beluk perusahaan, seperti review tentang budaya dan suasana kerja di perusahaan, info gaji, serta kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara kerja. Platform ini dikembangkan untuk menjadi sumber informasi dan referensi terpercaya bagi para pencari kerja dan karyawan yang ingin meningkatkan karir mereka.

Mendapatkan pekerjaan bagus di perusahaan idaman tentu menjadi harapan banyak orang. Sayangnya, tidak banyak orang yang beruntung bisa mendapatkan pekerjaan impian di perusahaan idamannya. Kendalanya bukan hanya talenta. Hal itu dapat terjadi karena berbagai kendala. Salah satunya, karena banyak calon pekerja dan karyawan kesulitan mendapatkan informasi mengenai seluk-beluk perusahaan tempat mereka akan bekerja, termasuk informasi mengenai suasana perusahaan dan informasi soal gaji.

Tidak sedikit pula calon pekerja yang sebenarnya bertalenta gagal dalam wawancara kerja karena kurang mengantisipasi pertanyaan ‘jebakan’ dari tim recruiter atau HRD. Atau, banyak pula karyawan yang berhasil mendapatkan pekerjaan yang mereka harapkan, namun tidak mendapatkan gaji yang sesuai dengan standar semestinya karena kurang informasi. Selain itu, ada pula karyawan yang sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan talentanya dan dengan gaji yang bagus, namun merasa terjebak karena tidak nyaman dengan budaya dan suasana kerja di perusahaan tempat ia bekerja.

Jobplanet berupaya untuk membantu para karyawan dan calon pekerja dalam menghadapi kendala-kendala tersebut, dengan menyediakan beragam informasi yang mereka butuhkan untuk mempersiapkan dan meningkatkan karir mereka. “Selama ini, informasi mengenai seluk-beluk perusahaan serta informasi soal gaji dan kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara kerja amat sulit didapatkan oleh para pencari kerja. Informasi mengenai gaji terutama, dipandang sebagai hal yang bersifat rahasia dan kurang pantas untuk dibicarakan dengan orang lain. Hal inilah yang menjadi tantangan terbesar para pencari kerja dalam menggapai karir yang mereka impikan, yang juga menyebabkan banyak calon karyawan salah langkah dalam melakukan negosiasi gaji atau gagal dalam tes wawancara kerja,” papar Kemas Antonius, Chief Product Officer, Jobplanet di Indonesia.

“Melalui website kami, HRD atau perwakilan dari perusahaan dapat membaca secara langsung pendapat dari para karyawan mengenai suasana dan budaya kerja, serta keunggulan dan kelemahan perusahaan di mata mereka. Informasi ini tentunya akan sangat berguna bagi perusahaan dalam menilai tingkat kepuasan karyawan, sekaligus membandingkan kualitasnya dengan perusahaan lain yang bergerak dalam industri yang sama,” ungkap Kemas.

Jobplanet mulai beroperasi di Indonesia sejak bulan Agustus 2015. Hingga awal Desember 2015, komunitas ini telah memiliki sekitar 200.000 anggota dan telah mengumpulkan 80.000 review dalam database-nya, yang terdiri dari review mengenai perusahaan, info gaji, serta kisi-kisi pertanyaan dalam wawancara. Selain itu, Jobplanet juga telah mengumpulkan sekitar 20.000 perusahaan dalam database-nya.

Sebagai negara berkembang, salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh Indonesia adalah masalah ketenagakerjaan, khususnya pengangguran. Faktor utamanya adalah adanya kesenjangan antara jumlah penduduk dan angkatan kerja di Indonesia dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Selain itu, penyebab lainnya adalah kurangnya dukungan informasi bagi calon pekerja—terutama para fresh graduate—untuk terjun ke dunia kerja dan mengejar karir impian mereka.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia pada bulan Agustus 2015 adalah sebanyak 122,4 juta orang atau bertambah sebanyak 510 ribu orang jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2014. Masih menurut BPS, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2015 adalah sebanyak 114,8 juta orang. Dengan begitu, sekitar 7,6 juta orang atau lebih dari 6% angkatan kerja adalah pengangguran. Meski demikian, tidak berarti sebanyak 114,8 juta orang yang telah bekerja sudah merasa puas dengan pekerjaan yang telah mereka miliki. Banyak pula dari mereka yang merasa terjebak pada karir yang kurang tepat atau lingkungan perusahaan yang tidak kondusif. (red)