LAZADA: Regional One Stop Shopping & Penggagas Harbolnas

0
1025

Jakarta, Komit – Hasil survey yang dilakukan oleh majalah Tempo menempatkan Lazada Mall Online sebagai ranking pertama diperingkat 7 dengan 48.3 juta pengunjung diatas BLibli.com dengan 3.2 juta pengunjung. Sementara situs jual beli elektronik Elevenia milik PT XL Axiata Tbk, dengan 3.9 juta pengunjung dan Matahari Mall dengan 240 ribu pengunjung.

Lebih lanjut hasil survey Tempo menyebut belanja online terlaris adalah Tiket Pesawat (57%), Hotel (48%); Tiket Entertainment (43%); Software 35% dst. Sedang menurut Survey Rakuten Shopping Secret 2015 konsumen belanja online terbanyak adalah: Elektronik& Fashion (54%); Makanan (42%); Barang Rumah Tangga (40%); Produk Kecantikan (28%); Mainan dan Hobby (22%).

Lazada adalah situs online terdepan di Asia Tenggara yang bermarkas di Singapura (kantor pusat), dan tersebar di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina serta purchasing office di Hongkong melayani supplier China, Taiwan, Korea dan Eropa. Menurut Sebastian Sieber, Chief Marketing Officer, Lazada Indonesia didampingi Tania Amalia, PR Manager ketika bertemu dengan Komite.id, sebagai One Stop Shopping destination yang telah memiliki 2.5 juta tipe products dalam 15 kategori untuk mendukung platform marketplace Lazada dengan 11,000 mitra supliernya yang tersebar regional hingga Tiongkok. Selain itu, Lazada juga mengembangkan brand Lazada misalnya LZD untuk kategori pakaian dan lifestyle wanita.

Di Indonesia, platform marketplace memberikan kontribusi lebih dari 80% terhadap Gross Merchanise Value. Itu artinya sebanyak 80% barang diperoleh dari para mitra di marketplace dan 20% dari warehouse atau internal procurement Lazada, yang dikenal dengan sistem hybrid model antara Warehouse dan/atau Marketplace

Sebastian menjelaskan, Lazada juga memiliki 22 delivery hub diberbagai kota dan 3 warehouse di Jakarta (12,000m2); Surabaya (6,000 m2) dan Medan, memeenuhi strategi agar para mitra vendor atau supplier dapat lebih memikirkan dan fokus melebarkan portfolio produk serta meningkatkan bisnis mereka. Masalah klasik adalah delivery produk, oleh karena itu Lazada bermitra dengan banyak perusahaan logistik seperti JNE, RPX, PT Pos dll dan memiliki delivery hub tersendiri, namun Lazada juga membangun perusahaan logistik dengan nama Lazada Xpress untuk menjaga delivery time dengan pelanggannya dipenjuru tanah air Hampir semua mall online memiliki strategi O2O (Online to Offline) dengan model eLocker atau bekerjsama dengan mini market seperti AlfaMart untuk pickup pointnya.

Terkait masalah payment, ucap Sebastian juga merupakan isu klasik karena banyak masyarakat yang tidak memiliki bank account atau Credit Card, sehingga Lazada mengambil dua inisiatif . Pertama, mempermudah proses pembelian dengan metode Cash on Delivery (COD) atau pembayaran tunai. Kedua, mendirikan perusahaan HelloPay guna menyaingi Dompetku, Kudo, True Money dan lain sebagainya.

Lazada founder dari Harbolnas bersama 7 pemain ecommerce seperti Zalora, Berrybenka, Traveloka, BerryBenka, PinkEmma, Bilna, dan Luxola meluncurkan Harbolnas pertamanya 12 Desember 2012. Harbolnas pada tahun ke empat menjadi event terbesar dengan 140 mitra e-dagang. Transaksi Harbollnas selama 3 hari dari 10-12 Desember berhasil menjual Rp 2.1 Triliun (US$ 150 juta) sehingga menghabiskan disposible income atau pendapatan yang sedianya untuk belanja akhir tahun dan Natal.

Trafik saat Harbolnas 2015 membludak 36 juta visit di website regional dan 14 juta di Server di Indonesia yang di collocation di Jakarta dan Makassar sebagai Disaster Recovery Centernya; jika ada musibah gempa; kebakaran dll. 1.7 juta item order dengan transaksi sebesar $40 juta dalam 3 hari untuk omset regional.

Yang jalas, Lazada mempunyai differensiasi yang unik dalam hal refund dan return policy (kebijakan mengembalikan barang atau menukarkan barang yang sudah dibeli dengan mudah guna meningkatkan trust (kepercayaan) dari konsumennya, sehingga Lazada tidak perlu khawatir bersaing meskipun dengan pemain raksasa di luar negeri seperti Amazon atau Alibaba. (rrusdiah@yahoo.com).