Survey Google & TNS : Pengguna Smartphone Meningkat 61%

0
1014

Jakarta, KomIT – Google dan TNS Australia memaparkan data dua dari lima orang Indonesia (43%) memiliki satu ponsel pintar (smartphone) dengan penetrasi meningkat hingga 61% di kota-kota besar. Vice President of Google’s Developer Products Group Jason Titus mengatakan ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi para pembuat aplikasi dan game.

“Di Google kami memiliki komitmen membantu masyarakat Indonesia di seluruh nusantara untuk menyediakan alat agar mereka menjadi developer atau pengembang guna membantu mengatasi tantangan di komunitas mereka,” kata Vice President of Google’s Developer Products Group Jason Titus dalam siaran pers di Jakarta baru-baru ini.

Lebih lanjut Jason menambahkan jumlah rata-rata aplikasi yang di-install sepanjang tahun 2015 adalah 31 per individu dan 34% pengguna tidak keberatan membeli aplikasi berbayar dengan kisaran harga termahal Rp 48 ribu. “Momentum di balik fenomena startup bertumbuh pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan Google berkomitmen membantu orang-orang Indonesia untuk menciptakan aplikasi dan game kelas dunia,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Roki Soeharyo, pendiri perusahaan mobile game TouchTen mengatakan dirinya menyadari Indonesia sebagai pasar memiliki potensi yang sangat bagus. Sekarang saatnya untuk perusahaan lokal mengembangkan produk bagi pasar lokal. “Kami telah menjadi konsumen berat games selama bertahun-tahun. Jadi mari gunakan pengalaman tersebut untuk menciptakan games dan membangun karier dari semangat kami terhadap games,” tegasnya.

Roki menambahkan, komunitas mobile mungkin masih terbatas dibandingkan dengan permainan komputer, namun perlahan jika keseharian masyarakat lebih bergantung pada mobile, tren pembelian permainan, kupon, maupun aksesoris pendukung yang dijual pengembang bisa laku keras. Artinya bagi para pengembang, harapan agar bisnis ini bisa menjadi industri besar ada di depan mata. Tentu saja, untuk mewujudkan hal ini, banyak pekerjaan rumah serta kesabaran yang dibutuhkan agar dapat mencapai visi tersebut. (red)