Gandeng BBM, Adways Hadirkan Layanan Mobile Advertising

0
856

Jakarta, KomIT – Pertumbuhan penggunaan smartphone di Indonesia yang terus berada di kisaran dobel digit diyakini menjadi salah satu penopang berkembangnya bisnis mobile advertising. Seiring dengan mulai kehadiran layanan seluler berbasis teknologi 4G LTE,menarik banyak pihak untuk menggarap mobile advertising atau iklan melalui ponsel.

Salah satunya, perusahaan periklanan yang berpusat di Jepang, Adways, yang memiliki cabang di 12 negara. Pertumbuhan year-on-year pengguna Adways mencapai 300% di tahun lalu. Tahun ini kami menargetkan growth diatas 400 % dari mobile advertising di Indonesia.

Untuk mendongkrak pertumbuhan tersebut, Adways sudah mengenalkan beberapa platform teknologi yaitu. AppDriver, sampai tracking analytics, hingga partytrack. Selain itu bekerjasama dengan Blackberry Messenger (BBM) Advertising. Di Indonesia, BBM merupakan social media dengan pengguna terbanyak dibanding Facebook, Twitter, dan Instagram.

Country Marketing Manager Adways Indonesia Ary Hermansyah mengatakan, dengan layanan BBM Advertising selain pesan yang disampaikan, terjadi juga proses identifikasi sponsor. “Karena iklan bukan hanya menampilkan pesan mengenai kehebatan produk yang ditawarkan, tapi juga sekaligus menyampaikan pesan agar konsumen sadar mengenai perusahaan yang memproduksi produk yang ditawarkan,” jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/8).

Lebih lanjut Ary menambahkan, dalam menyediakan layanan BBM advertising, layanan itu juga telah tersedia di seluruh belahan dunia, sebagai kebutuhan kliennya. Karena Blackberry dikenal dengan kemampuannya menjaga seluruh data sensitif dari semua end point, mulai dari mobil sampai smartphone. Selain itu, Adways akan memberikan kontribusi terhadap perluasan pasar industri dari para pengembang aplikasi dan memberikan layanan aplikasi mobile marketing berkualitas dan inovatif di seluruh dunia.

Sementara itu, Matthew Talbot, Senior Vice President BlackBerry Messenger mengatakan, BlackBerry Indonesia mengungkap pertumbuhan produk perpesanan instan mereka di Indonesia yang mencapai dua kali lipat tahun lalu. Tahun lalu, pengguna aktif BBM di Indonesia mencapai 59 juta orang per bulan baik di platform Android, iOS dan Windows Phone

Meskipun penjualan produk ponsel mereka kurang bersinar, namun BlackBerry masih yakin dengan pertumbuhan pasar di Indonesia. Mereka kini mengubah target perusahaan di mana tidak lagi masalah jumlah ponsel yang terjual tapi lebih mengincar pertumbuhan layanan BBM. “Pengguna kami tumbuh 1 sampai 1,5 juta pengguna per bulannya. Indonesia menjadi pasar yang penting bagi BlackBerry global. Di Indonesia.,” tutup Talbot. (red/ju)