Persiapkan Bagian Finance untuk Dunia yang Berubah Cepat

0
730

Ditulis oleh Mahadevan Natarajan, Senior Director EPM untuk Asia Pasifik, Oracle Corporation

Jakarta, KomIT – Tahun 2015 memang penuh perubahan dan ketidakpastian, terutama di bidang ekonomi, geo dan sosio-politik, dan bahkan soal perubahan iklim. Mungkin ada beberapa masalah yang sudah berlalu, tapi yang pasti, beberapa tahun ke depan masih akan terjadi lebih banyak lagi ketidakpastian.

Di dunia yang serba terkoneksi saat ini, bisnis dapat terpengaruh oleh berbagai hal yang terjadi di dunia virtual mana pun. Kejatuhan dan kebangkitan raksasa ekonomi bisa mengakibatkan fluktuasi besar-besaran di harga komoditas, sementara kegaduhan di dunia politik atau satu gangguan di perusahaan bisa mempegaruhi sektor keuangan di seluruh dunia. Di saat perubahan tersebar dengan sangat cepat, sangatlah penting bagi bisnis untuk mampu bereaksi pada perubahan ini dengan cepat dan strategis.

Apa saja yang diperlukan untuk menjawab tantangan ini? Perusahaan perlu mengukur diri agar tahan pada ketidakpastian, dan proses ini dimulai dengan meningkatkan kelincahan pada perubahan pasar yang sangat cepat.

Melihat ketidakpastian atau ketidastabilan di setahun kemarin, baik di sektor keuangan maupun geopolitik, tidak mengejutkan jika alat Enterprise Performance Management (EPM) akan semakn bermanfaat bagi bagian keuangan perusahaan. Perubahan yang besar dan tiba-tiba akan berdampak signifikan pada berbagai aspek, seperti peminjaman, hutang, prediksi pendapatan, dan tenaga kerja.

Agar dapat merespon dengan efektif, perusahaan harus bisa memahami, mengukur, dan mengatur nilai di perusahaan mereka. Tahun 2015 telah menyaksikan pengadopsian teknologi cloud oleh bagian keuangan, yang berguna untuk menyederhanakan dan mempersingkat proses back office yang rumit, antara lain perencanaan, budgeting, dan forecasting.

Salah satu elemen paling menantang di tugas per kuartal atau per tahun ini adalah menarik informasi dengan cepat dan akurat dari semua sistem bisnis yang relevan dari berapa pun channel atau cabang perusahaan. Masalah error, ketidakakuratan, atau penundaan apa pun bisa memperburuk konsekuensi, baik dari sudut pandang peraturan dan mungkin menyangkut pemahaman perusahaan mengenai apa saja aset yang dimiliki.

Di situlah cloud menambahkan nilai pada sistem back office. Cloud memberi kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan informasi secara otomatis dari sejumlah silo bebeda, dan mengkonsolidasinya ke bentuk yang memungkinkan manajemen untuk mengulasnya dengan cepat dan memberikan prediksi terbaik untuk mengambil keputusan di masa depan, bukan hanya memberikan laporan yang akurat.

Tentu saja teknologi sendiri tidak bisa mengatasi masalah. Nilai sesungguhnya adalah bagaimana cloud memberikan visibilitas di seluruh aset dan nilai perusahaan. Karena itulah sistem cloud di back office bisa diterapkan di bagian lain di perusahaan, seperti bagian penjualan dan pemasaran.

Memang bagian keuangan mempionirkan penggunaan EPM dan punya andil untuk mengajarkan bagian-bagian lain tentang bagaimana teknologi bisa membuat mereka semakin lincah. Itulah yang akan terjadi di tahun 2016, yaitu lebih banyak bagian perusahaan yang mencoba kemampuan back office untuk meningkatkan kelincahan bisnis mereka.