Telkomsigma Siap Membangun Infrasruktur Berbasis Digital

0
830

Jakarta, KomIT – PT Sigma Cipta Caraka atau Telkomsigma, anak perusahaan PT Telkom mengalami transformasi bisnis di tengah kondisi perekonomian 2015 yang mengalami pasang surut. Telkomsigma tetap mendapat pencapaian projek dari berbagai industri dan pemerintah dengan mencapai target.

Kondisi bisnis yang dijaga tetap kondusif dengan menjalin soliditas kerja maksimal seluruh kalangan usaha dan manajemen, semakin mendorong peningkatan kinerja yang sangat signifikan. Hasilnya Telkomsigma tumbuh sangat fantastis hingga 10x lipat dari tahun 2010. Untuk mencapai visi Telkomsigma sebagai The King of IT Service Company in the Region, Telkomsigma akan lebih agresif dalam membangun infrastruktur berbasis digital untuk berbagai industri di Indonesia.

Pencapaian di 2015, Telkomsigma telah menjalin sinergi dan kolaborasi dengan komunitas Forum IT BUMN. Kolaborasi itu memberi kesempatan kepada Telkomsigma untuk berkontribusi dan terus berinovasi dalam memberikan solusi ICT berupa sistem yang terintegrasi bagi penyedia fasilitas umum.

Sinergi yang telah terjalin saat ini seperti Commuterline dan e-ticketing untuk PT KAI, Aplikasi perizinan online untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dimana Kementerian Perhubungan mengandalkan data center milik Telkomsigma (layanan “Always On” – AON) untuk proses perizinan rute penerbangan, izinan usaha, izin terbang dan pengaturan slot secara online, dan aplikasi Machine to Machine (M2M) untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Telkomsigma juga telah mendukung bisnis PT Indonesia Asahan Aluminium, Telkomsigma sebagai implementor SAP dengan menyediakan tenaga konsultan yang berpengalaman dibidangnyaserta mendukung Dinas Pelayanan Pajak DKI dengan Solusi Berbasis ICT untuk Alat Online Sistem Wajib Pajak. Dan masih banyak inisiatif strategis lainnya yang mendukung pencapaian ini.

“Tahun 2016 Telkomsigma memiliki target pencapaianTriple Double Digit dengan berbagai distruptive program, diantaranya Aplikasi RITS (On Customer Budget), Manage All (IT Outsource), Data Center Tier 2 (Add-On Connectivity). Semua hal ini didukung penuh oleh seluruh stakeholder, terutama oleh Telkom Indonesia sebagai induk perusahaan” ujar Judi Achmadi.

Peluang 2016 semakin terbuka lebar untuk bisnis Telkomsigma, setidaknya ada dua hal yang mendasarinya. Pertama, regulasi pemerintah sangat berpihak dalam mengembangkan sistem IT yang handal baik di lingkungan BUMN ataupun pemerintahan. Faktor kedua, kondisi sistem IT yang ada saat ini masih sangat memerlukan sentuhan perubahan, baik dalam aplikasi maupun infrastruktur IT.

Judi menambahkan Telkomsigma pada Januari 2016 telah resmi mengakuisisi 55% saham Cyber Data Center Indonesia. Perusahaan ini nantinya akan dijadikan wadah khusus yang menangani bisnis internet service provider (ISP). Selain itu, Telkomsigma juga sedang siap-siap mengakuisisi tiga perusahaan lagi hingga akhir tahun 2016, meliputi satu perusahaan bidang sistem integrasi dan dua perusahaan bidang managed service. “Kami inguin emperbesar bisnis data center dan managed service sejalan dengan perubahan bisnis model dari berbasis capital expenditure (capex) menjadi berbasis operasional expenditure (opex),” tutupnya. (red)