Solusi Realtime F5 vs Serangan Peretas pada Titik terlemah Pelanggan Perbankan

0
875

Jakarta, KomIT – Kerugian akibat Cybercrime disektor financial meningkat sekitar Rp 126 Miliar atau US$ 9.1 juta, menjadi semakin signfikan dibandingkan kerugian yang ditimbulkan dari kejahatan perampokan nasabah bank. Dalam periode 2012-2015 Subdit IT dan Cybercrime, Bareskrim PolRI telah menangkap 571 tersangka pelaku cybercrime yang meningkat drastis.

Seiring dengan meningkatnya manusia mengakses aplikasi Internet di dunia 3.2 Miliar dan di Indonesia sudah 80 juta lebih. Pertumbuhan aplikasi Internet juga meningkat drastic menjadi 4 juta Apps (2015) dibandingkan dengan 20,000 (1995) dan tentunya serangan cybercrime juga meningkat eksponensial ujar Fetra Syahbana, Country Manager F5 Network Indonesia.

Menurut OJK serangan Peretas (Hackers) menjadi momok bagi indutri perbankan yang meningkatkan Cyber Risk hanya dengan menekan satu tombol computer ujar Ilya Avianti Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Infobank news.com dan Indonesia jadi habitat super persebaran Malware dan serangan Siber ujar ID-SIRTII kepada Daily Social dan potensi sebuah perusahaan di Indonesia terkena serangan siber mencapai 36 persen diIndonesia dibandingkan angka dunia yang hanya 15 persen.

Namun kebanyakan perusahaan mengalokasikan investasi securitynya di pengamanan perimeter alias pagar, seperti menggunakan anti virus, proxy dan firewall, padahal hanya 25% serangan diarahkan pada pagar jaringan dan system anda. Padahal serangan malware yang banyak akhir akhir ini oleh Man in the middle (MitM) menyerang titik paling lemah (weakest link), yaitu browser client sebuah bank, misalnya, yang kemudian merubah transaksi yang dikirim oleh client sebuah bank dengan menanam malware di browser client atau Man in the Browser (MitB) attack atau serangan.

Solusi dari F5 tidak merepotkan pelanggan dengan meminta pelanggan untuk mendownload aplikasi seperti antivirus yang juga mudah disusupi oleh peretas, namun secara realtime solusi F5 akan melakukan beberapa pengamanan langsung dari WebServer Bank tersebut ketika pelanggan bank tersebut online.