Gerd Leonhard – Visionary: Disrupsi & Transformasi Eksponensial 5 Tahun Mendatang

0
868

Jakarta, KomIT – Oleh-oleh menarik dari CommunicAsia 2016, Marina Bay Sands (MBS), Singapura yang garis besarnya sempat di sharing oleh moderator Rudi Rusdiah, chief editor KomiteID pada acara diskusi panel yang bertepatan dengan ajang Indonesian Celuler Show (ICS 2-5 Juli) . Diskusi Panel adalah pidato Visionary Address Gerd Leonhard, Futurist, Author dan CEO dari The Future Agency pada 1 Juni 2016, yang didatangkan secara khusus oleh panitia Summit dari Swiss.

Komite.ID sebelumnya juga pernah mengikuti Visionary Address Gerd di Asia yang pertama di ITU WorldTelecom, Bangkok beberapa tahun yang lalu, meskipun kali ini ramalan Gerd lebih menarik dan mendekati realitas teknologi disrupsi yang sedang bekerja disekitar kita. Gerd sempat mengutarakan pandangannya langsung kepada Rudi Rusdiah, editor KomiteID sebelum naik panggung Joint Plenary CommunicAsia dan BroadCastAsia 2016.

Perubahan akan cara manusia berkomunikasi, menikmati media dan content, cara berbisnis dan belajar serta merancang masa depan akan semakin disruptif dan eksponensial 5 tahun kedepan. Majoritas didorong oleh peningkatan penetrasi Smartphone atau Connectivitas, Super Computing Power yang semakin dalam gengaman manusia serta dibelakang layar dan Human-Machine Interface (antarmuka) serta Intelligent.

Dalam waktu 1 jam peserta Leadership Forum di ajak melihat garis besar key trend 5 tahun kedepan dengan mobilization, digitisation, screennification, intelligisation; automation dan robotisation yang akan meningkatkan kemampuan manusia melalui AI( Intelijen artificial) sebagai interface. Menurut Gerd yang berubah saat terjadi ‘digital transformation’ adalah framework (kerangka) nya oleh disrupsi teknologi, sedangkan content dan gambar (picture)nya tidak berubah, jadi hanya menambah ‘e’ atau ‘new’ pada ‘economy’, namun ekonomi pasar tetap saja ‘supply dan demand’ misalnya, hanya saja difasilitasi oleh teknologi digital.

Perubahan transformasi kedepan pun semakin eksponensial lihat gambar perjalanan teknologi Connectivity, era Data, Intelligence yang akan meningkatkan intelijen manusia dengan AI (Artificial Intelligent). Komoditas ‘minyak’ digantikan komoditas ‘Data’. Konektivitas digambarkan dengan sapi di swiss sudah memiliki alamat IP sepertinya halnya manusia dikota dan ini disrupsi oleh IOT (Internet of Things) serta penetrasi smartphone, yang menjadi bagian dari intelijen manusia saat ini. Lebih bingung ketinggalan ‘smartphone’ dari pada ketinggalan ‘partner’ anda ujar Gerd, apalagi pada generasi Milenial yang tidak mengerti kalau dulu Generasi sebelumnya bahkan tidak memiliki Telepon mobile ?

Artificial Intelligen akan mendisrupsi eksponensial umat manusia dan sudah terjadi sekarang dengan ketergantungan manusia terhadap gadget elektroniknya. Akhirnya ‘Teknologi tidak memiliki Etika’ namun Manusia sangat dan semakin tergantung pada ‘teknologi’. Jadi kedepan semestinya semakin baik jika Manusia menyadari ini semua. Menarik visionary dari Gerd ini yang sempat di ulas pada acara ICS diskusi panel sebagai oleh oleh segar dari hari sebelumnya di CommunicAsia Singapura , bagaimana menurut anda ? Menjadi Korban disrupsi atau aktor disruptor? (rrusdiah@yahoo.com)