Alfacart.com Gelar Program ‘Beli di kota ambil di kampung halaman’

0
635

Jakarta, KomIT – Alfacart.com luncurkan Program ‘Beli di kota ambil di kampung halaman’. Program baru tersebut memungkinkan pelanggan dapat menjemput barang belanjaan yang dibelinya di kota untuk diambil di kampung halaman. “Program Beli di kota ambil di kampung halaman ini merupakan upaya kami untuk mempermudah masyarakat Indonesia yang ingin mudik atau pulang kampung, khususnya dalam hal bawaan,” kata Haryo Suryo Putro, COO dan CMO Alfacart.com di Jakarta, (15/6).

Melalui progam ini, pelanggan diharapkan tidak perlu lagi repot-repot membawa belanjaan atau oleh-oleh yang terlalu banyak saat mudik. Karena mereka bisa membelinya di Alfacart.com untuk kemudian mengambilnya di channel distribusi Alfamart di kota tujuan mudik mereka. “Barang bawaan yang terlalu banyak tidak jarang mengganggu keselamatan berkendara pemudik. Dengan program ini kami ingin mendukung program pemerintah untuk mewujudkan mudik yang aman,” tambah Haryo.

Untuk memudahkan pelanggan yang tidak memiliki rekening di bank, Alfacart juga memungkinkan pelanggan untuk dapat membayar barang belanjaan di Alfamart terdekat, lewat mode pembayaran pay at store. “Jadi jika sebelum-sebelumnya orang mungkin kurang percaya dengan belanja online, dengan mode ini kita ingin mengajak orang-orang yang dulunya mungkin agak skeptis dengan belanja online, akhirnya mau mencoba,” imbuh sang CEO, Catherine Hindra Sutjahyo.

Saat ini, Alfacart.com telah terkoneksi dengan 7.000 Alfamart di seluruh Indonesia, dari total 12.000 toko yang ada di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sulawesi. Ke depannya, jumlah ini akan terus ditambah, dan tak hanya akan melibatkan Alfamart regular tetapi juga franchise.

Seperti diketahui, Alfaonline sebagai lini online dari retail alfa di seluruh Indonesia melakukan transformasi bisnis menjadi ‘real’ e-commerce dengan berganti nama menjadi alfacart. “Alasan mengganti nama platform kita karena alfaonline dulunya merupakan pasar online nya alfa, namun saat ini alfaonline merupakan sebuah full e-commerce, maka dari itu kami melakukan rebranding menjadi alfacart,” ujar Catherine Hindra Sutjahyo, CEO Alfacart.com.

Sementara itu, untuk aplikasi baru alfacart, baru tersedia untuk platform android saja dengan sekitar 500 user yang telah mengunduh aplikasi ini. Pihaknya juga telah melakukan enkripsi terkait data subscriber mereka, serta hanya mengambil behavior pengguna untuk keperluan perusahaan dan tidak memperjualbelikan kepada pihak lainnya.

Bersamaan dengan pengumuman transformasi ini, mereka juga berniat untuk mengembangkan sektor UKM dengan memberikan kredit kepada mereka melalui kerjasama dengan Sampoerna Bank. Namun, untuk mencegah penjualan barang-barang ilegal atau yang tidak boleh diperjualbelikan di Indonesia, mereka menerapkan tahap seleksi sebelum ‘memajang’ produk UKM tersebut di situs mereka.

Selain membantu memberikan pinjaman bagi para UKM, alfacart juga memberikan kemudahan lain yakni para seller dapat melalukan drop out barang di setiap store offline alfamart di seluruh Indonesia. Berbicara mengenai network ini, mereka juga memanfaatkan keunggulan tersebut sebagai media branding untuk situs alfacart.com. Setidaknya sampai dengan saat ini mereka memiliki 4 kategori yakni Fashion, gadget & electronic, lifestyle, groceries (dengan network yg mereka miliki). (*/red)