BPPT Hasilkan Inovasi Radar Navigasi Pesawat ADS-B

0
1049

Jakarta, KomIT – BPPT berupaya agar inovasi radar navigasi pesawat ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) ini dapat memenuhi standard melalui peningkatan kualitas ADS-B yang dikembangkan. Rencana tersebut sejalan dengan keinginan Kementerian Ristek Dikti untuk melakukan hilirisasi industri dalam negeri dalam upaya penguatan inovasi, dan tentunya sangat didukung oleh Kementerian Perhubungan, karena Indonesia sangat membutuhkan dukungan infrastruktur dalam meningkatkan pengelolaan transportasi udara.

Data menyebutkan, sebanyak 237 bandar udara di Indonesia, baru 31 bandara yang sudah menggunakan perangkat radar ADS-B. Sisanya masih menggunakan voice communication dalam berkomunikasi dengan pilot, sehingga masih belum memiliki “mata” untuk memonitor keberadaan pesawat-pesawat yang berada di sekitarnya. Hal tersebut yang terkadang menyebabkan kecelakaan udara sering tidak termonitor.

BPPT dengan PT. Inti tengah melakukan system upgrade dan persiapan sertifikasi, dengan mengintegrasikan peralatan yang dikembangkan tersebut dengan Jakarta Air Traffic System (JATS). “Diharapkan dengan adanya dukungan dari Kementerian Ristek Dikti ini, proses sertifikasi akan semakin cepat. Kita harus tingkatkan kualitas bandara dengan inovasi radar ADS-B hasil perekayasaan BPPT ini,” ujar Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM), Hammam Riza.

Sementara itu, Direktur Pusat Teknologi Elektronika BPPT, Yudi Purwantoro, mengatakan tahun ini sertifikasi diperuntukkan bagi komponen ADS-B groundsystem monitoring berupa receiver. Tahun berikutnya, berencana untuk sertifikasi ADS-B ground monitoring. Fungsinya untuk memantau semua objek bergerak di bandara, guna menghindari kecelakaan

Lebih lanjut Yudi mengatakan, teknologi ADS-B ini dirancang BPPT sejak tahun 2006. ADS-B ini berfungsi memantau atau menavigasi pesawat yang akan mendarat di bandara. Radar buatan luar negeri tergolong mahal dan perawatannya cukup rumit. Sementara itu, ADS-B buatan BPPT pengoperasiannya sangat mudah dan handal.

BPPT Saat ini menggandeng PT INTI yang menyanggupi untuk tahap komersialisasi. Tahun ini ditargetkan, ADS-B buatan BPPT bisa diproduksi massal. Sejak dikembangkan tahun 2006, ADS-B BPPT ini sudah diujicobakan di bandara di Semarang tahun 2012 dan Bandung 2014. Saat ini ADS-B sedang diuji laboratorium uji semi operasional dan sertifikasi. Uji coba dilakukan dengan memasang 6 ADS-B di sejumlah bandara kecil di Papua. (red)
Share this: