Data For Life 2016 : Puncak Festival Big Data Terbesar di Indonesia

0
962

Konferensi Data For Life 2016 Menjadi Puncak Festival Big Data Terbesar di Indonesia. Data For Life 2016 akan berbagi wawasan akan manfaat Big Data dalam memajukan kemanusiaan melalui rangkaian acara untuk berbagai kalangan

Jakarta, KomIT – Mediatrac, perusahaan teknologi Big Data Analytics di Indonesia menyelenggarakan festival Big Data kelas dunia yang dinamakan Data For Life 2016. Setelah sukses mengadakan Big Data Week 2015 pada tahun lalu, kini Mediatrac kembali meraih kesuksesan melalui festival selama 5 hari yang diikuti oleh lebih dari 1300 orang dalam seluruh rangkaian acara.

Festival yang dimulai dari tanggal 27 Agustus ini terdiri rangkaian acara.yang sudah berjalan seperti, Sci-Fi Hardware Hackathon pada tanggal 27-28 Agustus 2016 dan Workshop yang diadakan pada tanggal 29 Agustus 2016. Pada tanggal 30 Agustus 2016 ini, akan berlangsung student session yang diadakan secara gratis atas kerja sama Mediatrac dengan @america, dan Konferensi yang menjadi acara utama dari festival ini. Ajang yang akan menjadi penutup festival ini adalah Tech-Art Exhibition yang dibuka untuk umum mulai tanggal 31 Agustus – 6 September 2016.

Konferensi Data For Life 2016 menghadirkan pembicara-pembicara kelas dunia yang akan berbagi wawasan dan pengalaman mereka akan pengaruh dan masa depan Big Data dalam bisnis maupun dalam memajukan berbagai aspek dalam kehidupan manusia, baik secara ekonomi, sosial, pemerintahan, bahkan budaya. Pembicara yang hadir akan membahas berbagai isu yang kini memiliki dampak besar dalam kehidupan kita.

Mulai dari masalah keamanan di dunia maya di era keterhubungan data, yang akan dibahas oleh Marc Goodman (Pengarang buku Future Crimes), perkembangan bisnis – bisnis besar yang berbasis platform yang akan dibahas oleh Sangeet Choudary (Pengarang buku Platform Revolution dan Platform Scale), pemanfaatan analisis data dalam Bisnis musik yang akan dibahas oleh Sunita Kaur selaku Managing Director Spotify Asia, Venzha Christiawan (New Media Artist), Sunita Kaur (Managing Director Spotify Asia), para pelaku startup teknologi Indonesia seperti Aidil Zulkilfi (UangTeman) dan Belva Devara (RuangGuru), hingga Bupati Bojonegoro Drs. H Suyoto, M.Si dan masih banyak lagi inovator, tokoh masyarakat, maupun seniman yang akan berpartisipasi dalam diskusi mengenai peran teknologi Big Data bagi masa depan manusia.

“Festival ini kami adakan untuk membangun sebuah ekosistem kolaborasi yang dapat membantu terbangunnya masa depan yang lebih baik. Dimana kami mengajak berbagai pihak untuk berbagi dan menggali wawasan dengan para pemikir terbaik dari seluruh dunia, dan membuktikan bahwa bangsa kita bisa berinovasi dan bersaing dalam bidang teknologi yang masih baru ini” ujar Regi Wahyu, Chief Executive Officer Mediatrac.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Drs. H Suyoto, M.Si. menyampaikan presentasi yang cukup menarik mengenai bagaimana Bojonegoro menerapkan Open Government Process untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya yang kini juga bekerja sama dengan Mediatrac. Mulai dari memanfaatkan platform SMS, Facebook, Radio, hingga Sistem LAPOR dan Open Data untuk mendengar berbagai keluhan masyarakat dan transparasi data.

Salah satu dampak yang terasa adalah pertumbuhan ekonomi Bojonegoro yang pada tahun 2015 mencapai 19,47 persen. Bahkan menurut Suyoto pada Agustus tahun lalu lalu World Bank melaporkan hasil studinya yang menyebutkan Bojonegoro termasuk 10 kabupaten yang berkemampuan tercepat mengurangi kemiskinan.

Selain konferensi, Data For Life 2016 juga telah sukses menyelenggarakan Sci-Fi Hardware Hackhaton pada tanggal 27 hingga 28 Agustus di Gedung SMESCO. Hackathon ini diikuti oleh 375 peserta dari berbagai macam profesi seperti, fashion designer, pelajar, mahasiswa bahkan satu keluarga. Rentang umur peserta juga cukup beragam dari usia 5 tahun hingga 40 tahun.

Tema dari kompetisi ini sendiri bertujuan untuk menggali potensi serta imajinasi mereka untuk menciptakan teknologi nyata yang terinspirasi dari fiksi ilmiah. Kompetisi ini dimenangkan oleh tim MANTIS (Marine Technology Scientist) yang membuat model kubah koloni mengapung untuk mengantisipasi kehidupan manusia di era kenaikan permukaan laut. Selain memenangkan hadiah uang tunai sebesar 15 Juta, pemenang akan dikirimkan oleh Mediatrac ke India untuk mengikuti Hackathon di LV Prasad Eye Insititute Innovation Centre di Hyderabad.