Indosat Ooredoo & Kartuku Perluas Akses ePayment Dompetku

0
1104

Jakarta, KomIT – Dalam rangka memperluas akses ePaymet Dompetku, Indosat Ooredoo berkolaborasi dengan Multi Adiprakarsa Manunggal, pemilik layanan Kartuku. Diketahui, Kartuku telah menjadi pelopor penyedia layanan pembayaran elektronik terdepan sejak tahun 2001 dan telah memantapkan diri sebagai perusahaan terpercaya di industri pembayaran. Diharapkan kerjasama dengan Kartuku akan mencapai 10 juta nasabah Dompetku.

“Intinya adalah kolaborasi. Jika mau mengembangkan sendiri maka membutuhkan waktu yang lama dan tidak efektif. Padahal, kami ingin memberikan value dan manfaat lebih bagi pelanggan. Termasuk juga memberikan pengalaman pembayaran non tunai yang lebih baik kepada pelanggannya,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo menjelaskan dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Kartuku untuk menyediakan solusi pembayaran non tunai terlengkap.

Kartuku adalah salah satu produk dari Multi Adiprakarsa Manunggal, penyelenggara Third Party Processor (TPP) dan Payment Service Provider (PSP) di Indonesia, yang menyediakan solusi pembayaran non tunai terlengkap, menyeluruh, yang memungkinkan untuk melakukan proses transaksi yang aman, efisien, dan andal. Saat ini, Kartuku telah memiliki lebih dari ratusan karyawan profesional yang tersebar dengan 59 Service Points dengan cakupan 638 kota untuk melayani kebutuhan akan pemrosesan pembayaran pada institusi keuangan besar, ritel, pembayaran tagihan, pembiayaan mikro, keuangan mikro dan merchant di Indonesia.

Kerjasama antara Indosat Ooredoo dengan Kartuku meliputi pengembangan bisnis Dompetku sehingga seluruh pelanggan Dompetku dapat melakukan transaksi melalui lebih dr 29.000 mesin Electric Data Capture (EDC) Kartuku. Selain itu, Indosat Ooredoo juga menyediakan layanan konektifitas mesin EDC guna melayani transaksi pembayaran non tunai di berbagai merchant, bundling Smartphone plus proteksi dengan Paket PRO Freedom Bundling dan paket komunikasi bisnis PRO Freedom untuk para karyawan Kartuku, MPLS dan Dedicated Internet Access untuk menghubungkan operasional bisnis Kartuku di seluruh Indonesia.

“Kerjasama ini sesuai dengan visi Kartuku untuk menjadi pilihan utama di Indonesia sebagai pihak penyedia solusi pemrosesan pembayaran non tunai yang inovatif, terlengkap, menyeluruh dan dilengkapi dengan layanan ahli profesional dan keamanan yang kuat. Kami juga berharap untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan transaksi non tunai menuju Cashless Society di Indonesia.” ungkap Thomas K. Husted, Presiden Direktur Multi Adiprakarsa Manunggal.

“Dompetku yang merupakan salah satu market leader dalam pasar uang elektronik dengan Kartuku yang merupakan pemain utama dalam penyediaan layanan pembayaran non tunai, akan menjadi suatu kekuatan sinergi untuk mengembangkan bisnis uang elektronik di Indonesia. Dengan kerjasama ini, selain kemudahan, keamanan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi keuangan, semakin banyaknya pilihan metode transaksi bagi pelanggan menjadikan persaingan bisnis di pasar uang elektronik akan semakin menarik.” tutup Alex.

Sementara itu, Herfini Haryono. Director and Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat menjelaskan, Layanan ePayment dari Indosat yakni Dompetku saat ini baru memiliki 3.3 juta nasabah. Dengan transaksi year on year hingga kuartal 3 lalu mencapai Rp.5.5 triliun. Setiap harinya mencapai 800 ribu transaksi. Sampai saat ini, transaksi yang paling banyak dilakukan adalah yang berkenaan dengan bill payment. Apakah itu membeli pulsa atau membayar tagihan. Ke depan, dengan adanya kerjasama dengan Kartuku yang memiliki Electronic Data Capture atau EDC hingga 29 ribu tersebut maka diharapkan transaksi instore akan lebih meningkat lagi.

Seedangkan Kartuku sendiri hingga akhir tahun 2016 akan terus menambah jumlag mitra. Dengan demikian, layanannya akan semakin luas. Baru pada 2017 mendatang akan menambah jumlah EDC maupun mitra. Pada tahun mendatang juga, Kartuku akan mulai masuk ke aplikasi Android. “Kami akan masuk ke aplikasi Android pada tahun depan karena saat ini masih melakukan uji coba. Kami harus yakin betul bahwa layanan melalui smarftphone tersebut aman dan nyaman,” ujar Victor Indajang, Operational Director Kartuku menjelaskan. Saat ini, transaksi Kartuku dalam setahun sudah mencapai 600 juta US$ dengan 18 juta transaksi perharinya. (red)

(red)