KADIN : Presiden Jokowi, pembangunan Infrastruktur Prioritas

0
809

Jakarta, KomIT – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, salah satu program prioritas pemerintah adalah pembangunan infrastruktur. Saat ini, pemerintah terus mengejar ketertinggalan dalam hal infrastruktur guna meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. “Infrastruktur ini terus kita kejar. Saya sudah sampaikan Menteri PU, saya enggak mau bekerja satu shift, tapi maunya tiga shift karena sudah tertinggal jauh,” kata Jokowi.

Bahkan, Presiden memotong anggaran perjalanan dinas pemerintah dan dialihkan ke proyek infrastruktur. Meskipun, tetap dibutuhkan peran swasta untuk menggarap proyek infrastruktur. “Tahun kemarin rapat perjalanan dinas dari separuh kita potong, nyatanya enggak ada apa-apa. Ini hanya keberanian saja. Diptong juga enggak ada apa-apa. Yang rapat masih rapat, yang pergi juga masih pergi. Inilah hal kecil yang perlu saya sampaikan bahwa ini harus dilakukan,” ujar Presiden saat membuka pameran Indonesia Infrastructure Week 2016 bertajuk “Bringing Together Indonesia’s Infrastructure Markets di di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Rabu (9/11).

Dunia usaha optimis pembangunan infrastruktur ke depan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang merata, adil, berkesinambungan di seluruh Indo‎nesia.Pada pemerintah Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas. Kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur ini mencapai Rp 5.500 triliun, tetapi hanya sepertiga-nya dipenuhi pemerintah melalui APBN, APBD dan BUMN. Peran investor asing diperlukan dalam pembangunan infrastruktur ke depan.

Demikian sambutan ‎Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani pada pameran infrastruktur terbesar di Indonesia, yang berlangsung pada 9-11 November 2016. Dilanjutkan, pihaknya bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginisiasi berlangsungnya pameran ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan infrastruktur yang tengah digalakkan oleh pemerintah.

Menurut Rosan, dengan terselenggaranya pameran ini diharapkan akan menarik minat pihak swasta untuk berinvestasi di sektor infrastruktur untuk mengejar target pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah. Animo masyarakat dan investasi terhadap berlangsungnya pameran ini luar biasa. Pameran ini diikuti oleh sekitar 600 exibitor dari 34 negara, 1.600 delegasi, 2.000 pembicara dan 22 ribu pengunjung yang mendaftar online.

Seperti diketahui, total anggaran untuk infrastruktur Indonesia hingga 2019 mendatang mencakup Rp 5.500 triliun. Angka ini terbilang fantastis lantaran akan dibangun sejumlah mega proyek seperti proyek listrik 35.000 MW, lebih dari 1.000 km jalan tol, bandara, hingga pelabuhan. Infrastruktur sendiri menjadi salah satu pendorong peringkat daya saing Indonesia di tingkat dunia. Dari jumlah tersebut, pemerintah membuka peluang untuk swasta masuk, mengingat pendanaan pemerintah lewat APBN dan BUMN tidak bisa melaksanakan semuanya. Dengan meningkatnya investasi swasta di Indonesia terutama dalam sektor infrastruktur, tentunya rencana pembangunan proyek-proyek infrastruktur dapat segera dilaksanakan dan diselesaikan. (red)