Hari Jomblo 11-11 & Raksasa Daring Alibaba

0
1090

dsc_8844sJakarta, KomIT – Dalam tempo 5 menit Alibaba membukukan transaksi belanja online sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 13 Triliun minggu lalu tanggal 11 November, yang dikenal dengan 11.11 atau Double 11. Bayangkan $ 12 miliar dalam waktu 12 jam setara dengan total penjualan online RI dalam setahun (2014). Jika menggunakan angka Google & Temasek penjualan online se Asean termasuk RI setahun sebesar $ 5.5 miliar(2015) kurang dari omset Alibaba $ 7 miliar (2016) dalam waktu 2 jam pertama. Demikianlah permainan angka fantastis mesin ecommerce Alibaba dan gandrungnya masyarakat Tiongkok dengan hari belanja daring jomblo atau Single Day shopping. Catatan: Foto dokumentasi Komite.ID (10/12/2015).

Single Day dimulai karena alergi masyarakat Asean terhadap hari cinta kasih ‘Valentine’ dan mulai merayakan ‘anti-Valentine’ sejak 1990s untuk para jomblo atau ‘single’, dimana Alibaba mulai mempromosikan hari belanja ‘Single Day’ pada setiap 11 November sejak 2009.

Omset Tax Amnesti (TA) dalam waktu 3 bulan pertama oleh Ditjen Pajak RI, tahap I mencapai Rp 89.2 Triliun dicapai oleh transaksi belanja online Alibaba dalam waktu kurang dari 2 jam pada hari Jomblo atau Single Day (11/11/2016), bayangkan.

Di AS pioneer ecommerce saja tahun lalu jika digabung perayaan Thanks Giving hari Kamis keempat dibulan November hingga Cyber Monday (pasca liburan ThanksGiving) tahun lalu selama 5 hari tahun lalu baru menghasilkan penjualan $ 11.1 miliar (2015) menurut Adobe Digital Index jauh dibawah omset Alibaba $ 17.8 miliar selama 24 jam pada Single Day saja. Akibatnya saham Alibaba dibursa saham New York masih tetap diminati dan melambung, meski banyak kalangan mengkhawatirkan menurunnya pertumbuhan ekonomi dunia dan Tiongkok. Tidak salah Presiden JKW mengajak Jack Ma yang eksentrik untuk menjadi staf khusus penasehat steering team Ecommerce RI ketika berkunjung ke markas Alibaba, di Hangzhou, Tiongkok (8/9).

HARBOLNAS – FESTIVAL BELANJA DARING RI

Harbolnas 2016 serasa tidak dirayakan semeriah tahun lalu yang menyelenggarakan konperensi pers beberapa hari sebelum Harbolnas mengkoordinasikan pesta 140 toko online nasional selama tiga hari, 10-12 Desember 2015. Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) ini dicetuskan oleh Lazada Indonesia pertama kali pada tahun 2012, yang kini diakuisisi oleh Alibaba bersama 7 pemain ecommerce lainnya seperti Zalora, Berrybenka, Traveloka, Luxola dll. Kemudian 22 toko online bergabung pada 2013, meningkat menjadi 78 ecommerce (2014), memuncak menjadi 140 ecommerce pada 2015, entah apakah gaungnya akan tetap tinggi dengan kondisi ekonomi dan politik bercampur baur di tanah air. Demo 140 pemain ecommerce pada Harbolnas cukup menggairahkan pasar sosial media 2015, sedangkan bulan November 2016 sarat dengan demo fisik di depan istana beberapa waktu yang lalu.

Harbolnas 2015 selama 3 hari berhasil menghasilkan transaksi belanja online sebesar US$ 150 juta atau Rp 2.1
Triliun (2015) ujar Sebastian Sieber, CMO Lazada kepada Komite.ID tahun lalu dikantornya. Diharapkan tahun ini Lazada akan tetap menyelenggarakan Harbolnas Double 12 seperti tahun lalu. Beberapa peserta Harbolnas mengalami peningkatan kunjungan hingga 7-8 kali dan web Lazada mengalami lonjakan kunjungan hingga 13.4 juta, ujar Indra Yonatan, Ketua Panitia Harbolnas dari Lazada, pada acara jumpa pers (2015).

Harbolnas pada Jumat (11/11) minggu lalu memang menunjukkan pembelian yang melonjak setelah 6 jam dibuka menurut Lazada Indonesia, menghasilkan trafik lebih dar 2,3 juta pengunjung. Di Indonesia Harbolnas akan berlangsung unik dan cukup lama dari 11.11 (11 November) hingga 12.12 atau 12 Desember 2016 (Kompas: 12/12/2016). Sayangnya survai Komite.Id dilapangan menemukan sangat sedikit masyarakat RI yang mengetahui sedang berlangsungnya festival Harbolnas ini sejak 11 November 2016, minggu lalu dan berakhir 12 Desember 2016. Memang 12/12 waktunya masih sebulan, namun menurut sekretariat idEA mereka belum konfirmasi kegiatan pada Double 12 atau Double 11. Disitus busana Zalora, lonjakan pengunjung lebih dari 500% dibandingkan tahun lalu majoritas, mencapai 43% dari jabodetabek, yang memang merayakan Harbolnas pada bulan Desember. Menurut Mataharimall, transaksi Harbolnas 2016 mencatat kenaikan jumlah transaksi 450% dibandingkan hari biasa, sedangkan Harbolnas 2015 baru 350%, majoritas juga dari Jabodetabek. Sepertinya harbolnas 2015 ditangani dengan persiapan yang lebih serius dari pada tahun ini. Kita tunggu saja hingga Double 12 (12/12/2016).