Menuju Kolaborasi Fintech Indonesia & Korea

0
803

Jakarta, KomIT – Perwakilan industri fintech Korea yang terdiri dari pejabat Ministry of Science, ICT and Future Planning Korea, Korea Internet & Security Agency, serta 10 perusahaan fintech Korea melakukan lawatan ke Jakarta selama 3 hari sejak 30 November – 2 Desember 2016, dimana Asosiasi FinTech Indonesia menjadi salah satu tuan rumahnya.

Pada kesempatan ini, tim delegasi industri fintech Korea bertemu dengan Peneliti Eksekutif Senior Departemen Kebijakan Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hendrikus Passagi dan Pelaksana Tugas Kepala Kantor FinTech Bank Indonesia, Junanto Herdiawan untuk bertukar informasi mengenai lansekap terkini industri fintech, termasuk perkembangan perumusan kebijakan terkait di negara masing-masing untuk mendukung investasi dan pertumbuhan industri.

Sementara hari ini, 10 perusahaan fintech Korea memaparkan informasi terkini mengenai model bisnis, studi kasus dan inovasi teknologi di Korea kepada sejumlah perusahaan fintech, institusi keuangan, serta perusahaan venture capital (VC) di Indonesia dalam acara “2016 Korea-Indonesian Fintech Seminar and Business Meetings”. Masing-masing perusahaan memiliki kesempatan untuk bertatap muka, berdiskusi, serta menjajaki kesempatan berkolaborasi antar pemain industri dari kedua negara, serta memperluas jejaring dalam industri fintech.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud peran Asosiasi FinTech Indonesia sebagai katalis bagi kolaborasi strategis penyedia layanan fintech Indonesia dengan berbagai pihak. Direktur Kebijakan Publik Asosiasi FinTech Indonesia, Ajisatria M. Suleiman menyambut baik kunjungan delegasi pemerintah, asosiasi dan pelaku usaha fintech Korea tersebut, “Sebagai asosiasi yang menjadi wadah untuk menghimpun dan meningkatkan kapasitas serta jejaring para pelaku usaha fintech di Indonesia, pertemuan ini merupakan momentum yang baik bagipemain industri dari kedua negara untuk saling belajar dan berbagi informasi mengenai perkembangan terkini industri fintech,” jelasnya.

Financial Technology (fintech) merupakan bentuk baru layanan keuangan yang industrinya terus bertumbuh dan memperkuat sektor keuangan, serta perekonomian nasional. Seiring tuntutan zaman dan pertumbuhan pasar ekonomi, transaksi keuangan diharapkan lebih praktis, aman dan modern – yang secara dinamis dapat dijawab oleh fintech. Fintech saat ini telah memiliki banyak fungsi yang tidak hanya sebagai layanan transaksi keuangan online, tetapi telah berkembang ke ranah electronic money, virtual account, aggregator, lending, crowdfunding, electronic insurance dan lainnya.

Secara global, industri fintech bertumbuh pesat dalam satu dekade terakhir. Lansekap industri perbankan digital mencatat Asia sebagai yang terdepan dalam proses adopsi teknologi ini. Korea merupakan salah satu negara maju di Asia yang mengalami pertumbuhan jumlah penggunaan teknologi keuangan tertinggi (63%), sementara Indonesia sebagai negara berkembang mengalami pertumbuhan sebanyak 28% (data McKinsey Asia PFS survey 2007- 2014). Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan bertumbuh untuk inovasi fintech di Indonesia masih terbuka lebar.

Kemitraan kolaboratif menjadi semakin penting, dimana skala industri fintech terus berkembang dan di saat bersamaan lembaga keuangan yang telah ada membutuhkan keahlian baru dalam inovasi teknologi keuangan. “Indonesia dan Korea perlu mengembangkan ekosistem fintech yang kuat dan terintegrasi lewat hubungan kerjasama kolaboratif, baik di dalam ekosistem fintech maupun antar ekosistem yang berbeda,” jelas Sekjen Korea Fintech Industry Association, Lee Keunjoo.

Delegasi Korea juga menekankan besarnya kesempatan bagi kemitraan kedua belah pihak yang dapat dibentuk untuk mencapai berbagai tujuan, seperti peningkatan akses pasar (market access), peningkatan produk (product enhancement) dan peningkatan operasional (operations enhancement). “Didasari semangat untuk memajukan perekonomian negara melalui inovasi yang berkelanjutan, kami optimis eksplorasi akan potensi kemitraan ini dapat membantu memperkuat ekosistem keuangan dan turut mendorong perekonomian antara kedua negara,” tutup Aji.(red/#)