News Aggregator Ambilalih Fungsi Twitter Sebagai Pemberi Informasi

0
836

Jakarta, KomIT – Ketika orang mulai mengenal Internet, keingintahuan akan segala hal informassi dipuaskan dengan mengakses berbagai macam laman. Perkembangan menjadikan banyak media sosial (medsos) bertumbuh, citizen journalism pun berkembang dan semua orang bisa membuat berita, berbagi cerita dan mempublikasikannya di medsos.

Medsos pun bertumbuh dan berkembang, sebut saja Facebook dan Twitter yang cukup “tua” dalam usia sebelum adanya Instagram, Path, Pinterest dan sebagainya. Twitter semula cukup disukai karena mampu memberikan informasi cepat dan tak bertele-tele.

Namun dalam perkembangannya, Twitter mulai ditinggalkan follower-nya dan mereka beralih ke Instagram yang nyaris serupa dengan Twitter. Di tahun 2016 ini, Twitter semakin terpuruk dengan batalnya sejumlah investor antara lain Apple dan Google yang semula berniat membeli medsos tersebut.
Twitter dianggap stagnan dan lambat dalam mengembangkan fitur-fiturnya. Kematian Twitter tampaknya tinggal tunggu waktu. Hal sama sebetulnya pernah terjadi pada medsos yang lebih dulu muncul ketimbang FB yakni Friendster. Friendster sempat booming di tahun 2002 kemudian mencoba bangkit lagi dan akhirnya Juni tahun 2015 lalu, menyatakan diri “pause”.

Karakter yang pendek, membuat follower Twitter agak kesulitan mengunggah komentar atau bertutur tentang sebuah kejadian. Namun, 140 karakter ini juga bisa menjadi hal yang sangat berguna dan viral, manakala berisi informasi penting seperti gempa, potensi tsunami, kebakaran, kecelakaan dan sebagainya.
Karenanya tak heran apabila akun-akun yang ada di dalam Twitter, umumnya adalah akun-akun instansi atau lembaga-lembaga layanan publik seperti PLN, PDAM, Telkom, BMKG dan sebagainya. Sebab yang dibutuhkan memang menyampaikan informasi penting dalam kata atau kalimat singkat. Tak heran apabila konten dalam Twitter adalah konten yang serius.

Anak muda pun mulai meninggalkan Twitter antara lain karena keterbatasan ruang posting dan kekakuan konten. Selain itu, perkembangan zaman menjadikan visualisasi seperti meme dan video klip lebih
menyenangkan dan paling dicari.

Hadirnya news aggregator sebagai penyedia konten berita dan informasi di platform Android dan iOS, membuat orang juga semakin meninggalkan Twitter. Sebab, dengan notifikasi dari para news aggregator seperti Baca, Kurio, UC News dan Shortir, para pencari informasi tinggal mengakses notifikasi tersebut, yang akan membawa ke link media massa pembuat berita. (red)