Trend 2015-2017: Industri Gadget ICT & Pengguna Internet

0
3261

TELCO GADGET – Mobile, Smart dan Feature Phone:

Jakarta, KomIT – Pasar untuk Mobile Phone di Indonesia menurun dari 58.86 juta (2014); 50.95 juta (2015) menurun 10 % menjadi 46.06 juta(2016). Namun prediksi 2017 meningkat tidak signifikan .1% menjadi 46.44 juta. Penurunan ini diakibatkan substitusi Feature phone yang pasarnya tergerus oleh Smartphone yang terus meningkat pangsa pasarnya relatif terhadap featurephone. Sehingga boleh dikatakan Featurephone sudah memasuki era sunset, sedangkan smartphone masih di era Growth Phase atau Pertumbuhan. Pasar Smartphone masih prospektif dan meningkat dari 31.16 juta (2014), 32.14 juta (2015) meningkat 3% menjadi 33.04 juta (2016), dan diprediksi masih akan meningkat 8% hingga 35.74 juta pada 2017, menurut data Gfk kepada Komite.ID. Pasar Smartphone masih memiliki peningkatan pertumbuhan dari 3% di 2016 menjadi 8% di 2017. 68% pangsa pasar smartphone yang laku terjual dengan harga dibawah Rp 2 juta menurut riset GfK.

Penjualan Unit Smartphone pada Kwartal 1 2016 sebanyak 6.7 juta unit turun 12% dibandingkan Penjualan Unit Smartphone pada Kwartal 1 2015. Sedangkan dari nilai transaksi Smartphone sebesar Rp 13.4 Triliun (Kwartal I 2016) turun – 17% atau sebesar Rp 14.7 Triliun (Kwartal I 2015) menurut data dari Gfk pada saat presentasi mengenai TKDN di Kementrian Perindustrian (Gfk: 23/06/2016). Penurunan baik kuantitas maupun nilai transaksi akibat lesunya ekonomi 2015 dan awal 2016 sebelum Tax Amnesti Tahap I dijalankan setelah Juni 2016. Sepertinya kebijakan TKDN mulai memberikan signal sukses untuk menurunkan defisit perdagangan gadget mobile phone pada awal 2016, meski kebijakan TKDN ini kemudian sempat berubah setelah kunjungan Presiden RI ke Silicon Valley.

IT GADGET – Desktop, Mobile PC & Printer:

Desktop PC mempunyai trend yang hampir mirip featurephone namun menurun terus dari 766,000 (2014); 656,000 (2015) atau menurun 13% menjadi 569,000 (2016) dan diprediksi menurun 10% menjadi 515,000 (2017). Sepertinya pasar desktop seperti halnya featurephone memasuki era sunset jadi menurun terus tergerus oleh mobile phone dan mobile PC.
Sedangkan Mobile PC seperti halnya Desktop PC mempunyai kecenderungan menurun terus yaitu 2964,000 (2014); 2902,000 (2015) menurun 6% menjadi 2,724,000 (2016), dan diprediksi menurun 5% menjadi 2,592,000 (2017) menurut data dari Gfk kepada Komite.ID. Mobile PC memasuki phase maturity sehingga memiliki kecenderungan pertumbuhan yang menurun namun pada 2017 masih menunjukkan peningkatan kebutuhan meskipun sangat insignifikan.
Printer memiliki trend seperti Feature phone, dari 1,736,000 (2014); 1,639,000 (2015) menjadi 1,268,000(2016), namun diprediksi meningkat sedikit menjadi 1,276,000 (2017)
Perilaku Pengguna Internet INDONESIA (Hasil Survey APJII 2016)

Pengguna Internet majoritas menggunakan Perangkat Mobile Phone sekitar 47.6% atau 63.1 juta pengguna (2016) sedangkan yang menggunakan PC sangat sedikit sekitar 1.7% atau hanya 2.2 juta pengguna (2016). Namun yang memanfaatkan hibrid memiliki Mobile dan Komputer paling banyak yaitu 67.2 juta. Data di peroleh Komite.ID dari APJII sebagai sponsor.

Sehingga majoritas pengakses Internet di Indonesia bersifat sangat Mobile (Mobile First) yaitu sekitar 92.8 juta atau 69.9%. Selanjutnya 17.7 juta atau 13.3% mengakses di rumah dan 14.9 juta atau 11.2% mengakses dari kantor. Yang memanfaatkan fasilitas Internet publik seperti 2.9 juta atau 2.2% di Kampus; 2.1 juta atau 1.6% masih menggunakan tradisional Warnet, selebihnya menikmati Wifi di Internet Cafe sekitar 1.2 juta atau 0.9%.

Trend Pengguna Internet di Indonesia 96.5 juta (2015) meningkat 8% menjadi 104.2 juta (2016) dan diperkirakan akan meningkat 8% menjadi 112.1 juta (2017) menurut data dari Statista.com.
Sedangkan data Pengguna Internet di Indonesia sebesar 132.7 juta atau 52% dari 256.2 juta penduduk Indonesia menurut hasil Survey APJII 2016. 65% atau 86.3 juta pengguna Internet mengakses dari pulau Jawa dan majoritas 52.5% adalah pria.

BPS: Peranan Rumah Tangga yang memiliki PC untuk akses Internet

Pemilik Komputer di Rumah Tangga yang mengakses Internet masih meningkat dari 15.61% (2013); 17.30% (2014) menjadi 18.71% (2015). Namun peningkatan pengguna Komputer tidak signifikan dibandingkan dengan peningkatan Akses Internet dari Rumah Tangga 31.75% (2013); 35.64% (2014) menjadi 41.98% (2015). Sayang data survey BPS sering tidak secepat data dari asosiasi seperti APJII mengingat BPS menggunakan Survey Nasional yang membutuhkan biaya sangat besar dan waktu yang sangat lama, sehingga terjadi delay yang cukup signifikan dan data terakhir adalah data BPS 2015 (Bisnis: 28/12/2016).

Kesimpulan

Dari data diatas prospek bisnis Gadget Mobile terutama Smartphone maupun Mobile PC masih tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan Internet user yang baru menembus angka 52% menurut data dari APJII. Data penjualan smartphone kwartal I 2016 dibandingkan data kwartal I 2015 menunjukkan efektifitas dari kebijakan TKDN untuk menurunkan defisit perdagangan, meskipun diiringi juga oleh kelesuan pasar pada awal 2016 akibat menurunnya ekspor dan harga komoditas andalan ekspor.

Sedangkan prospek bisnis Feature phone sudah mengalami sunset, sedangkan Desktop PC beralih ke Back office untuk administrasi, workstations dan Server Data Center. Seperti saat PC memaksa Mainframe untuk migrasi ke back office pada 1980-1990, kini Gadget mobile memaksa PC Desktop menuju back office seiring dengan meningkatnya Clouds untuk akses Pemakai User Mobile. Meskipun angkanya berbeda antara data dari Gfk, APJII, Statistika dan BPS yang dikompilasi oleh Komite.ID bersama ABDI (Asosiasi Big Data Indonesia), namun kecenderungan dan korelasinya menunjang satu dengan yang lain. Semua pihak sepakat bahwa prospek bisnis TIK masih baik dan pertumbuhan masih positif seiring dengan pertumbuhan ekonomi RI yang masih meningkat sekitar 5.2% (rrusdiah@yahoo.com).