Born To Control Jaring 10 Ribu Gladiator Cyber Security

0
652

Jakarta, KomIT – Indonesia kekurangan bakat cyber security dan itu menimbulkan masalah yang sangat nyata dalam industri strategis, pertahanan, kesatuan bangsa dan bisnis. Bayangkan bila terjadi perang cyber istilah beberapa tentara Cyber Indonesia yang dapat membela dan memperkuat pertahanan bangsa.

Dalam berbagai macam masalah IT, unsur sumber daya manusia (SDM) juga memegang peranan utama, untuk itu sangat perlu dipikirkan dan dipersiapkan guna mencegah ketimpangan pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi. Kementerian Kominfo bersama PT Xynexis menggelar kompetisi bertajuk “Born To Control akan menjaring 10.000 kandidat gladiator cyber security Indonesia” di gedung Kominfo Jakarta, Senin (30/1). Dengan jumlah tersebut diharapkan agar mereka dapat membantu menjaga industri & NKRI di dunia cyber.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa kasus serangan siber di Indonesia kian meningkat. Untuk itu, diperlukan banyak ahli keamanan siber yang akan menjaga situs-situs vital di Indonesia. “Pada 2015 saja terdapat 28 juta kasus serangan siber, kebanyakan dari mereka malware. Untuk itu, kita membutuhkan banyak SDM untuk mengantisipasi masalah itu secara teknis,” ujarnya.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan menjelaskan bahwa program ini diadakan juga untuk memenuhi kebutuhan industri terkait ahli keamanan siber. Diketahui, SDM yang bergerak di bidang tersebut sangatlah minim. Penjaringan tentara cyber nasional akan dilakukan mulai 30 Januari 2017.

Diketahui, setelah launching akan dilakukan Roadshow di 10 kota di Indonesia yaitu : Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Malang, Bali, Samarinda, Makassar dan Manado. Roadshow bertujuan mengajak masyarakat luas, khususnya para generasi muda, berumur 17 tahun keatas yang berpendidikan menengah atas, hingga perguruan tinggi untuk mengikuti ajang ini. Program Born To Control dirasakan sangat penting diselenggarakan agar tidak terjadi ketimpangan teknologi yang melesat jauh dengan SDM yang ada.

Hal ini juga dirasakan penting agar pemerintah seyogyanya tidak lagi mengimpor atau mendatangkan tenaga ahli luar dalam penanganan masalah cyber security di negeri ini. Disinilah akhirnya kita berbicara bagaimana kita menjaga sebuah kedaulatan bangsa dari peran cyber security dalam menangkal kemungkinan cyber war yang bisa saja terjadi. Kelak kedepan sudah tepat kiranya kita punya generasi yang memiliki mindset bela dirimu dan bela bangsamu. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui https://www.borntocontrol.id/registration atau pada Kampus – kampus anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom). red