Amin Leiman: Sinerji prinsip Karate: Mawas Lingkungan, Enerji, Kompetensi dengan Project Management

0
647

Jakarta, KomIT – Meski seminar KPM (Karate Project Management) lebih sering berbahasa Ingris, karena Amin Leiman selain menetap dan mengajar di Los Angeles, California, USA dan proses pembelajaran di ciptakan Amin dengan Bendino Premier Project Management Academy di AS. Amin pernah menjadi dosen luar biasa di Shidler College of Business di University of Hawaii, Manoa, Hawaii Pacific University dan California State Polytechic University, Pomona.

Pertama mengikuti kelas KPM oleh Amin terasa canggung dan ragu dibenak para peserta dengan beragam latar belakang, mengenai bagaimana menggabungkan seni bela diri Karate dengan hal yang teknis seperti Project Management(PM). Umumnya seminar PM membahas sangat teknis. mengenai software dan konsep managemen sebuah project. Namun ketika Amin berganti kostum Karate Black Belt Dan 1 dan mulai mengajar, suasana kelas menjadi cair dengan informasi dan ilmu mangement yang sangat menarik diperagakan dengan kombinasi gaya seorang Karateka Sabuk Hitam yang unik dan baru pertama kali.

Leiman memperoleh First Degree BlackBelt dari Tradisional Japanese Shotokan Karate pada usia 54 tahun (2015). Ujar Leiman kepada Rudi Rusdiah, Editor Komite.ID disaat istirahat “Saya memimpikan ada 7 samurai atau pendekar Karate Project Manager (KPM) di Indonesia untuk menjadikan Indonesia lebih baik sesuai dengan Nawacita, dimana angka ‘7’ terinspirasi film Seven Samurai dan harapannya tentu akan beranak pinak kepada ‘7’ KPM yang lain dan seterusnya”.

PM sering kali diasosiasikan dengan tools software dan ilmu tehnis yang berfungsi menyelesaikan pekerjaan yang kompleks, fisik (tangible), padahal PM meliputi banyak aspek seperti sumberdaya project yang bisa melibatkan ribuan staf atau anggota sebuah proyek besar dan dapat berdampak pada jutaan stakeholder dari berbagai unsur perusahaan baik klien, shareholder, BOD, sampai kepada regulator dan pemerintah. Banyak proyek yang gagal dievaluasi berdasarkan KPI (Key Performance Indicator) yang mengukur fisik pekerjaan, waktu, biaya, kualitas, sumber daya, serta resiko yang sudah disepakati dengan para pemangku kepentingan (stakeholder). Padahal majoritas kegagalan proyek yang paling fatal adalah soft skill intangible, karena kegagalan berkomunikasi dan aspek hubungan dengan manusia. KPM adalah salah satu metode untuk meningkatkan kompetensi dan soft-skill dari pemimpin dan tim project.

Karate adalah ilmu pengetahuan bela diri mengenai kehidupan yang holistik, sehingga filosofinya dapat diaplikasikan Project Management (PM) yang membutuhkan konsep percaya diri dan kontrol dari seorang Project Manager dan proses untuk mencapai target dari sebuah Proyek. Seorang karateka harus berjuang melawan FUD (Fear, Uncertainties dan Doubts) atau seorang Project Manager harus dapat menguasai Rasa Takut (Fear), Ketidak pastian (Uncertainty) dari kondisi akhir akhir ini dan tidak boleh Ragu (Doubt) dalam membuat sebuah keputusan strategis sebuah project.

Untuk itu Amien menerapkan 7 Ilmu KPM untuk mempersiapkan mental seorang Project manager yaitu: (1). Project Energy Management meliputi aset dan kekuatan lawan atau diri sendiri; (2). Project Emotional Intelligence; (3). Project Total Awareness baik diri sendiri atau kekuatan musuh; (4). Project Harmony Management; (5). Project Reflection Management; (6). Project Continous Improvement Management; dan (7). Project Reset Management.

Pada turnamen Karate Shotokan International Karate Federation (SKIF) banyak peserta master karateka berusia 60-an, 70-an dan 80 an tampil dengan percaya diri (PD), presisi dan bertenaga, menghilangkan phobia usia lanjut, karena mereka memiliki enerji yang masih prima dan segar bugar sehat. Bagaimana melakukan semua ini ? Tentu dengan bagaimana mengatur Enerji management dan emotional management. Bagi seorang karateka yang teralih dan pengalaman tangan kosong dapat menjadi gerakan mematikan atau one killing punch (ikken hisatsu), jadi tidak perlu menggunakan senjata tajam sebagai lethal weapon ?

Tentu pelajaran Karate diberikan juga dengan filosofi positif, bukan untuk menyerang atau tindakan membahayakan seperti teror, namun lebih untuk membela diri dan membantu yang lemah. Tujuh Ilmu KPM dibahas secara tuntas dengan gaya dan ilmu beladiri karate dan interaktif peserta diajak belajar mengikuti gaya dasar karate baik untuk peserta pria, wanita bahkan segala umur sehingga suasana menjadi relaks, cair dan segar, serta tidak membosankan. Bagi yang berminat dapat menghubungi redaksi Komite.ID dan Leiman akan kembali dari kesibukannya mengajar di Silicon Valley ke tanah air, tempat kelahirannya membuka kelas dibulan Mei 2017 (rrusdiah@yahoo.com).