Fortinet Prediksi Titik Kritis untuk Keamanan Cybers

0
248

Jakarta, KomIT – Derek Manky, global security strategist, Fortinet mengatakan, perluasan permukaan yangdapat diserang akibat inovasi teknologi seperti cloud computing dan perangkat IOT, kekurangan bakat keamanan cyber, dan tekananperaturan terus menjadi faktorpendorongyang signifikan bagiancaman cyber.

“Laju perubahan ini belum pernah terjadi sebelumnya, yang mengakibatkan titik kritis sebagai dampak dari serangan cyber yang dirasa jauh melampaui korban yang mereka maksud secara pribadi, politik, dan bisnis. Kedepannya, kebutuhan untuk akuntabilitas di berbagai tingkat mendesak dan secaranyata mempengaruhi vendor, pemerintah, dan konsumen. Tanpa tindakan cepat, ada risiko nyata yang mengganggu kemajuan ekonomi global digital.” katanya.

1. Dari cerdas hinggalebih cerdas: serangan otomatis dan sepertimanusia akan menuntut pertahanan yang lebih cerdas
Ancaman semakin pintar dan semakin mampu beroperasi secara mandiri. Di tahun mendatang kami memperkirakanakan melihat malware yang dirancang “seperti-manusia” dengan pembelajaran adaptif, berbasis keberhasilan untuk meningkatkan dampak dan efektivitas serangan.

2. Produsen IOT akan bertanggung jawab ataspelanggaran keamanan
Jika produsen IOT gagal untuk lebih mengamankan perangkat mereka, dampak pada ekonomi digital bisa menghancurkan jika konsumen mulai ragu-ragu untuk membeli mereka akibat ketakutan akankeamanancyber. Kami akan melihat konsumen, vendor dan kelompok kepentingan lainnya lebihbanyakmeminta tindakan untuk penciptaan dan penegakan standar keamanan sehingga produsen perangkat bertanggung jawab atas perilaku perangkat mereka di alam liar.

3. 20 miliar perangkat IOT adalah matarantai terlemah untuk menyerang Cloud
Mata rantai terlemah dalam keamanan Cloud tidak ditemukandalam arsitekturnya. Itu terletak pada jutaan perangkat remote yang mengakses sumber daya Cloud. Kami memperkirakanakanmelihat serangan yang dirancang untuk mengeksploitasi perangkat endpoint, sehingga serangan sisi kliendapat secaraefektif menargetkan dan membobolpenyedia Cloud. Organisasi akan semakin mengadopsi strategi keamanan dan segmentasi berbasis fabric yang memungkinkan mereka untuk menciptakan, mengatur, dan menegakkan kebijakan keamanan yang mulus antara lingkungan Cloud fisik, virtual, dan pribadi mereka dari IOT ke Cloud.

4. Penyerang akan memulai konflik di kota-kota pintar
Denganpertumbuhanotomatisasi bangunan dan sistem manajemen yang terus menerusselama setahun kedepan, mereka akan ditargetkan oleh parahacker. Potensi gangguan sipil besar-besaran jika salah satu sistem yang terintegrasi dikompromikan dianggapcukupberat, dan cenderung menjadi sasaran bernilai tinggi untuk penjahat cyber.

5. Ransomware hanya awal dari malware
Kami memperkirakanakanmelihat serangan yang sangat terfokus terhadap target berprofil tinggi, seperti selebriti, tokoh politik, dan organisasi besar. Serangan otomatis akan memperkenalkan skala ekonomi untuk ransomware yang akan memungkinkan hacker untuk memerasuangdalamjumlah kecil darijumlahkorban yang besarsecara bersamaansehinggalebih efektif biaya, terutama dengan menargetkan perangkat IOT.

6. Teknologi harus menutup kesenjangan keterampilan cyber
Kurangannya profesional yang terampil dalamkeamanan cyber berarti bahwa banyak organisasi atau negara yang ingin berpartisipasi dalam ekonomi digital global akan menghadapi risiko besar. Mereka jelas tidak memiliki pengalaman atau pelatihan yang diperlukan untuk mengembangkan kebijakan keamanan, melindungi aset penting yang sekarang bergerak bebas antara lingkungan jaringan, atau mengidentifikasi dan menanggapi serangan yang lebih canggih saat ini.

Tren PrediksiAncaman dan Take-Aways
Internet of Things (IOT) dan Cloud terus berperan besar dalam prediksi tapi beberapa tren telah menjadi jelas. Jejak digital, baik dari perusahaan maupun individu, telah berkembang secara dramatis, sehinggameningkatkan permukaan yang berpotensidiserang. Selain itu, segala sesuatu telah menjadi target danhal apa pun bisa menjadi senjata. Ancaman menjadi lebih cerdas, beroperasi secara mandiri, dan semakin sulit untuk dideteksi. Terakhir, ancaman tua selalu kembali, tetapi ditingkatkan dengan teknologi baru yang menantang batas-batas kemampuandeteksi dan investigasi forensik. (red)