18 Inisiatif Indonesia Nominasi Kompetisi WSIS Prizes

0
454

KomIT- Indonesia berhasil menempatkan 18 inisiatif pengembangan TIK sebagai nominator Anugerah WSIS. Dari 18 kategori, Indonesia terpilih 13 kategori dari 18 inisiatif. Berbeda di dua tahun sebelumnya, Indonesia hanya dua inisiatif yang menjadi nominasi. Peserta yang terpilih mendapatkan nominasi itu terdiri dari berbagai kalangan mulai dari asosiasi, gerakan bisnis dan inisiatif pemerintah.

“Dengan masuknya 18 inisiatif Indonesia sebagai nominator pada Anugerah WSIS 2017, ini kian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki tawaran alternatif solusi bagi dunia menghadapi tantangan di abad informasi dewasa ini,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A Pangerapan dalam jumpa pers di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, (4/4).

Menurut Semuel, anugerah WSIS dapat menjadi platform untuk menemukenali dan sekaligus menampilkan sejumlah success stories dan best practices dari berbagai pemangku kepentingan di berbagai penjuru dunia yang dapat menjadi contoh atau direplikasi oleh siapapun.

“Indonesia saat ini sedang gencar baik dalam aplikasi yang terus berkembang dan ini akan diterbitkan dan terus bergerak. Baik dalam hal segi bisnis, society dan lainnya yang masuk nominasi dari Indonesia tidak semua adalah asli dari Indonesia. Ada yang hanya sekedar bekerja atau berproses di Indonesia saja. Beberapa kategori yang kosong atau tidak ada berarti kita memang belum mengsummit di kategori tersebut,” paparnya.

Anugerah WSIS merupakan kontes internasional yang dikembangkan untuk menanggapi permintaan pemangku kepentingan WSIS. Kontes itu ditujukan untuk menciptakan mekanisme yang efektif dalam mengevaluasi dan mengenali penerapan inisiatif yang terbaik atau strategi yang berorientasi pembangunan yang memanfaatkan kekuatan TIK sebagai enabler pembangunan. Penerapan inisiatif atau strategi itu bisa dilakukan oleh individu, pemerintah, masyarakat sipil, lembaga lokal, regional dan internasional, lembaga penelitian dan perusahaan sektor swasta.

Anugerah WSIS merupakan bagian integral dari proses inventarisasi WSIS yang mulai berlangsung sejak tahun 2004 untuk membantu pelaksanaan dan tindak lanjut agenda WSIS. Kontes itu diadakan pertama kalinya pada tahun 2012 dan mendapatkan perhatian stakeholders guna pemanfaatan TIK dalam Pembangunan (ICT4D). Anugerah WSIS sangat erat dengan upaya pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) 2030. Melalui International Telecommunication Union (ITU), PBB telah merumuskan SDG 2030 sebagai target, arah dan acuan pemanfaatan internet dalam memberdayakan masyarakat dalam pembangunan negara-negara dunia, termasuk Indonesia.

Asosiasi Komunitas Internet Centre (APWKomitel) dimotori oleh Naswil Idris dan Rudi Rusdiah nominasi network 112 rural village cybercafe alias Wardes (Warnet Perdesaan) di Propinsi Banten, Jawa Barat dan Lampung projek GPOBA, World bank dan operator Micronics Internusa PT kategori Community Center pada laporan WSIS Stocktaking 2013, ITU Geneva. Laporan WSIS Stocktaking 2013 juga menampilkan proyek Wardes Telecenter Long Bawan diperbatasan Sarawak dan Krayan, Kaltara dengan WWF. DelRI WSIS 2003 ke Geneva dipimpin oleh Menkominfo Syamsul Muarif (alm) dan Cahyana, sedangkan DelRI WSIS 2005 dipimpin Menkominfo Sofyan Djalil, Alex Rusli, dan Moedjiono. (https://www.itu.int/dms_pub/itu-s/opb/pol/S-POL-WSIS.REP-2013-E07-PDF-E.pdf)