Program Smart City DKI Jakarta libatkan Teknologi Visionary AI Kelas Dunia

0
358

Jakarta, KomIT- Berbagai aplikasi, program, event yang telah dibuat semasa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akrabnya dipanggil Ahok (Basuki). Tak kenal maka tak sayang, salah satu sebab banyak yang mengadu, karena kurang paham dan citra Basuki yang kadang terkesan keras dan tegas, namun jujur. Komite.id coba mengenal lebih dekat tokoh Basuki (Ahok) di bidang Telematika, Sosmed dan Smartcity Pemprov DKI, tanpa menyentuh aspek politis. Berikut hasil wawancara & riset Komite.id menjelang Pilkada DKI (18/4) sejak November 2016.

Akhir 2016, Komite.id menyelenggarakan panel diskusi Big Data di IIXS (Internet Expo) dan salah satu panelist adalah tokoh Setiaji, Kepala Unit Pengelola Teknis Jakarta Smart City (JSC) yang berkomentar “Walau Basuki tidak memiliki latar belakang insinyur IT karena jebolan tehnik geologi Universitas Trisakti, namun Ahok cukup paham dan pemikiran serta idenya cukup logis dan brilian. Track record Basuki dapat dilihat di portal HYPERLINK

“http://smartcity.jakarta.go.id/” http://smartcity.jakarta.go.id ”. Seperti Ignasius Jonan, mantan direktur PT KAI yang mendisrupsi transportasi Kereta Api, banyak program Basuki yang juga menarik, seperti Kartu Jakarta One (JakOne) yang diluncurkan pada acara Festival Smart City, Kamis (2/6). Program ini merupakan hasil kerjasama antara Bank DKI milik Pemprov DKI dibawah regulasi Bank Indonesia menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang telah dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai Smart City dunia. Melayani sekitar 6 juta masyarakat Jakarta setara dengan penduduk Singapura. Jakone berfungsi untuk meningkatkan pelayanan publik dan keterbukaan informasi.

“Kartu Jakone (KJO) merupakan bentuk digitalisasi informasi dan transaksi pembayaran berawal dari ide Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan kartu Tabungan Bank DKI JakCard. Kedepan KJO bisa e-KTP dan sebetulnya banyak yang bisa disimpan di KJO. Saat ini Jakarta kebanyakan kartu, justru dengan satu kartu KJO menjadi efisien,” ujar Basuki. Kartu multifungsi ini bisa digunakan mulai dari pembayaran bus Transjakarta, angkutan umum masa depan (MRT, LRT), RSUD, rusun, pajak, retribusi, parkir meter, asuransi kesehatan BPJS hingga penyaluran kredit kepada pelaku UKM (usaha kecil menengah) dan museum/tempat wisata, bahkan menyalurkan bantuan subsidi untuk masyarakat miskin dan belanja ritel/toko. Saat ini keterbatasan KJO adalah identitas dikartu belum lengkap karena belum terintegrasi ke eKTP.

Menurut Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi “Secara bertahap KJO akan diperluas cakupannya, pada 2019 diharapkan KJO sudah bisa multi-bank untuk warga Jakarta”. “Selain itu, jika transaksi non tunai dilakukan dan bank transparan, maka pengawasan keuangan, aset daerah mudah dipantau dan pejabat tak berani korupsi,” ujar Basuki.
TRAFI aplikasi unik kerja sama TransJakarta dengan Jakarta SmartCity (JSC), penyedia aplikasi analisis pola penggunaan dan informasi transportasi umum yang berguna bagi pengembangan kebijakan dan perencanaan tata kota. TRAFI menggunakan data kondisi lalu lintas real time untuk memprediksi waktu perjalanan dan perkiraan waktu kedatangan seperti aplikasi Android WAZE yang diakuisisi Google dan juga berkolaborasi dengan PemProv DKI. Algoritma TRAFI untuk memahami karakteristik perjalanan warga DKI Jakarta secara online maupun offline. Aplikasi TRAFI dapat menampilkan dan melacak informasi transportasi umum seperti Transjakarta, KRL, shuttle bandara, dan bus-bus besar di Jakarta, serta sarana transportasi berbasis aplikasi seperti Uber, GoJek, dan Grab. Misi TRAFI untuk mempermudah perjalanan warga Ibukota agar di masa depan beralih menggunakan transportasi publik untuk mengurangi kemacetan metropolitan Jakarta. Aplikasi TRAFI dapat diunduh gratis diGooglePlay dan App Store.

Diportal JSC juga banyak event yang seru, seperti Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 7 April – 7 Mei 2017 kerjasama dengan Summarecon Agung Tbk dan Dinas Pariwisata dan Budaya, Propinsi DKI Jakarta menampilkan ragam kekayaan budaya Indonesia khususnya di bidang fashion & kuliner yang dikemas dalam rangkaian acara yang menarik. Di tahun ke-14 penyelenggaraan JFFF hadir melalui 2 rangkaian utama acara yaitu Fashion dan Food Festival ( HYPERLINK “http://www.jfff.info/” www.jfff.info ).

IBM Linux Challenge 2016 mengusung Lumen Helpdesk (HD) bekerjasama dengan JSC, Pemprov DKI Jakarta, menyajikan customer service (CS) chatbot otomatis yang berbasis kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI) yang dapat melayani pertanyaan-pertanyaan masyarakat ke helpdesk baik menggunakan pesan instan (chat) atau media sosial. AI primadona teknologi masa depan seiring meningkatkan trend Mobile first, Clouds, Big Data Analytics (BDA) & IOT kedepan. Jika ada yang tweet ke @DKIJakarta, twitter resmi Pemprov DKI, misalnya untuk menanyakan posisi klinik yang terdekat dari Menteng, maka robot Lumen HD akan menjawab secara otomatis. Anda juga dapat mengeluh, jika ada kondisi kota Jakarta yang kurang berkenan, seperti aplikasi Qlue atau lapor di lapor.go.id untuk di follow up oleh CS 24/7.

Bukan main ! Maka pertanyaan & keluhan anda akan langsung dijawab oleh chatbot atau Robot ngeChat dalam hitungan menit, apabila pertanyaan tersebut sudah masuk ke dalam datalake BDA yang sudah pernah dipelajari sebelumnya dengan machine learning AI. Pertanyaan yang belum dikenal oleh sistem chatbot akan langsung diteruskan ke staf CS dan akan dijadikan input untuk melatih robot AI secara otomatis untuk interaksi berikutnya. Travis Grizzel, Amazon meluncurkan Alexa Voice First Commercial Services, salah satu komponen penting AI kepada pabrikan ODM/OEM Tiongkok di area HK Electronics Fair & ICT Expo (14/4).

Welcome to the AI era dan baca artikel Komite.id dari ajang pameran IoT Asia, Singapore(29/3) yang mempromosikan Singapore sebagai SmartNation nomor satu di dunia, diikuti oleh London dan Barcelona, sempat membuat Komite.id pesimis dengan perkembangan IoT dan Smartcity di Indonesia. Saat ini diperkirakan Singapore menampung 5.6 juta jiwa sedangkan Jakarta hampir dua kali lipat sekitar 10 juta warga DKI, jadi dalam hal challenge dan ukuran DKI lebih unggul. Namun artikel Ahok ini menumbuhkan optimisme baru. Tak Kenal maka tak sayang dan pesimis ! Lumen Helpdesk menggunakan open source pemikiran kelompok riset Lumen di Lab Sistem Kendali dan Komputer (LSKK) dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)ITB (Institut Teknologi Bandung) ( HYPERLINK “http://www.lskk.org/” http://www.lskk.org/).

Harapan tim Lumen Helpdesk agar dapat membantu pemerintah, swasta dan korporasi untuk meningkatkan customer satisfaction dengan kecepatan tanggapan HD yang lebih cepat dan optimal untuk melayani masyarakat DKI. Sempatkan bertanya ke medsos Pemprov DKI, kemungkinan besar yang menjawab keluhan Anda bukan Ahok, siapa tahu anda berkenalan dengan Chatbot Lumen. Pemprov juga tidak lupa pada milenial dan para startup DKI dengan menyediakan coworking space di JSC, Gedung Balai Kota DKI Jakarta Lantai 3.

Highlight Aplikasi yang digunakan saat ini berbasis kolaborasi dengan pihak swasta seperti Waze ( HYPERLINK “http://www.waze.com/” http://www.waze.com), Qlue, Trafi, Zomato ( HYPERLINK “https://www.zomato.com/indonesia” https://www.zomato.com/indonesia ),Ragunan Zoo ( HYPERLINK “http://ragunanzoo.jakarta.go.id/” http://ragunanzoo.jakarta.go.id ) dan program JSC seperti akses CCTV Online, IOT devices . Laporan Masyarakat melalui Qlue mengatasi Kemacetan, Pelanggaran, Lampu Jalanan rusak, Sampah, Jalan Rusak, Fasum, Parkir Liar, Pengemis, Kaki lima liar, kriminal, banjir, kebakaran, terorisme dan pelanggaran izin bangunan. Kerjasama GoFood melayani pesan antar makanan online dengan 1juta pengguna aktif setiap bulan dan 10 juta selama 2015 majoritas di Jabotabek. HYPERLINK “http://www.go-food.co.id/” http://www.go-food.co.id InfoPangan Jakarta – HYPERLINK “http://infopangan.jakarta.go.id/” http://infopangan.jakarta.go.id wadah info harga pangan terkini dan perbandingan antar pasar di Jakarta. Nodeflux – startup yang bergerak pada penyedia analisa big data – HYPERLINK “https://www.nodeflux.io/” https://www.nodeflux.io

Konsep misi JSC dibuat Ahok berdasarkan 6 pilar: Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment. JSC harus bermanfaat untuk seluruh masyarakat sehingga mereka bisa mendapatkan hidup yang lebih baik dan tranparan.

Selain itu, smart city diharapkan Ahok dapat meningkatkan partisipasi warga seperti membuat data, aplikasi, memberikan masukan, dan memberikan kritikan, sehingga Jakarta yang kita cintai menjadi kota yang pintar, melibatkan warga dan pemerintah serta kekuasaan, dana dan ruang nya demi masyarakat ibukota yang lebih baik, aman, sejahtera dan nyaman siapapun Gubernur nya. “Tugas saya masih jauh dari tuntas dan masih banyak yang mestinya dapat dikembangkan jika tidak diganggu hiruk pikuk politik di Jakarta” ujar Basuki kepada Rudi Rusdiah dan Hillman Sulaiman, tim redaksi Komite.id untuk Smartcity. Demikian laporan hasil wawancara kami dengan sosok Basuki dan memang tak kenal, maka tak sayang, semoga bermanfaat dan lebih sayang dengan Jakarta. ( HYPERLINK “mailto:rrusdiah@yahoo.com” rrusdiah@yahoo.com)