Mardiana Pilawa : Wanita banyak berperan high level Manajemen di dunia IT dan Telco

0
131

Jakarta, KomIT – Semakin berkembangnya Teknologi Informasi, keberadaan wanita pekerja khususnya di industri Telekomunikasi semakin di akui oleh kaum pria. Sebagai bukti, banyaknya peran high level managemen di setiap operator telekomunikasi dan dunia aplikasi ataupun IT yang diduduki oleh wanita, ujar Mardiana Pilawa, yang akrab dipanggil Ana kepada Rudi Rusdiah, chief editor Komite.ID untuk edisi khusus Kartini.

Sebagai sosok Kartini Modern, aktifitas bekerja sudah buka merupakan hal yang luar biasa, yang sekarang menjadi fenomena umum dimasyarakat adalah, bagaimana wanita pekerja bisa meningkatkan kualitas pekerjaannya sejajar dengan kaum pria dan diakui (tanpa melihat atau mendiskriminasikan gender).

Aktifitas Ana selain mengerjakan pekerjaan rutin kantor, juga aktif diberbagai organisasi seperti Mastel, ATSI. Sebagai contoh Ana juga aktif membantu di sekretariat ATSI mendampingi Merza Fachys, CEO PT Smartfren Telecom Tbk yang juga merangkap sebagai Ketua Umum ATSI periode 2016-2018 bersama Sutrisman, Direktur Eksekutif, ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia). Majalah Komite.id menjalin kerjasama sebagai media partner dan MOU dengan ATSI sejak 2015 dalam kegiatan ICS (Indonesian Cellular Show); InfrastrukturAsia; ExpoComm; dan edisi Khusus Kartini.

Ana juga ikut aktif dalam setiap pembahasan issue telekomunikasi yang ada dibeberapa pokja ATSI seperti pembahasan TKDN; Penyelengaraan tariff dan layanan; Regulatory Charges; Digital Services; Infrastructure dan Spektrum; Otonomi Daerah dan lain lain, dimana susunan kepengurusan ATSI 2016-2018 sebagai berikut:
Merza Fachys, CEO SMartfren Telecom sebagai Ketum; M Buldansyah CEO H3I Indonesia sebagai Sekjen; Yessie D Yosentya Direktur XL Axiata) sebagai Bendahara.

Dengan lebih dari sepuluh tahun pengalaman di bidang Legal, Regulatory dan Government Relations, serta pengalaman melobi dan negosiasi maka Ana dipercayakan untuk aktif didalam pembahasan dan perkembangan TKDN bersama Kementerian Perindustrian dibawah Direktorat Jenderal ILMATE dan lembaya surveyor seperti Sucofindo dan Surveyor Indonesia. Dikarenakan PT Smartfren Telecom Tbk memiliki perangkat handset sendiri yang bermerk ANDROMAX yang merupakan perangkat 100% merah putih. PT Smartfren Telecom Tbk adalah perusahaan Operator Telekomunikasi satu – satunya di Indonesia yang kepemilikannya murni milik pemegang saham Indonesia.

Sebagai Kartini muda diawal karir bahkan pekerjaan memanjat tower pun pernah dilakukan. Diawal karir Ana melakoni pekerjaan mulai dari bawah mengurus perijinan tower di daerah,legal drafting dan FGD bersama pemerintah dalam memberikan masukan terhadap draft peraturan menteri. Kemudian menjadi Corporate secretary, Public Relations dan mengerjakan tugas CSR yang dilakukan Ana karena diajarkan orang tua untuk bisa mandiri dan tidak lemah sebagai wanita, apalagi ayah dari background militer yang tentu menerapkan disiplin dan pendidikan militer. Demikianlah wawancara Ana yang kini sebagai General Manager Government dan Industrial Relations, Smartfren dari Sinar Mas Telecommunications dengan Komite.ID (mardiana.pilawa@smartfren.com).