Xirka Luncurkan Smart card terbaru, Chipset SCard XTC136

0
70

Jakarta, KomIT – PT Xirka Silicon Technology, perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang perancangan chipset semiconductor, meluncurkan sebuah produk smart card terbaru, yaitu Chipset SCard XCT136. Rancangan Chipset SCard XTC136 secara keseluruhan dilakukan di dalam negeri oleh putra-putri Indonesia melalui pusat penelitian dan pengembangan Xirka di Bandung.

Adapun proses pencetakan di atas silikon dilakukan dengan sangat terkontrol sehingga menepis anggapan adanya modul yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam chipset untuk keperluan lain. Keunggulan yang dimiliki oleh chipset SCard XCI136 antara lain anti-cloning, anti-cracking, key generation dan key diversification yang dikuasai oleh teknologi dalam negeri, dan adopsi teknologi yang mudah dengan dukungan penuh ekosistem smart card di Indonesia.

Direktur Utama PT Xirka Silicon Technology Sylvia W. Sumarlin mengatakan, Chipset ini memiliki prosesor yang mendukung komunikasi dengan BTS operator telekomunikasi seluler berdasarkan standard GSM. Smart Card Xirka juga dilengkapi security engine DES dan 3DES yang sudah dioptimasi untuk menjamin keamanan dan fungsionalitasnya. Memori flash sebesar 136 Kbyte ditambahkan ke dalam chipset Xirka sehingga dapat menyimpan beragam aplikasi dan data. “Fitur keamanan dan protokol yang ditanam di dalamnya menjadikan chipset smart card ini unik dan dapat menyimpan data secara aman. Oleh karena itu, Smart Card SCard XCT136 rancangan Xirka dapat digunakan untuk berbagai tujuan,” katanya disela peluncuran di Jakarta, Jumat (12/5).

Dia menamabahkan, selain SIM card, chipset smart card Ini juga dapat digunakan untuk beberapa keperluan kartu identitas, seperti loyalty card, kontrol akses, atau kartu mahasiswa. Penggunaan smart card dalam kehidupan sehari hari tidak bisa dilepaskan dari sistem pendukungnya. Oleh karena itu, sistem pendukung sudah dibuat sejak 2016 dengan dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Program Pengembangan Teknologi industri (PPTI) dan Program Inovasi Teknologi yang Dimanfaatkan di Industri.

Melalui program ini, telah dihasilkan protokol smart card Indonesia berupa aplikasi Key Management System (KMS), Card Management System (CMS), dan sistem operasi smart card yang mendukung fitur multiaplikasi. “Protokol smart card yang dikembangkan didalam negeri ini menjamin bahwa kunci (key) yang disimpan dan digunakan dalam smart card tidak akan dimiliki oleh pihak luar,” ujarnya. Selain mendapatkan dukungan dari Kemenristekdikti, Xirka juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan lnformatika (Kemenkominfo) dan Kementerian Perindustrian & (Kemenperin) Republik Indonesia.

Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Pusat Mikroelektronika ITB dalam rangka pembuatan card reader portable, virtual Secure Access Module (SAM), secure network, dan card data base. Keberadaan semua sistem pendukung tersebut membuat chipset smart card Xirka bisa diberikan kepada pengguna smart card, tidak hanya dalam bentuk modul smart card, tetapi juga solusi sistem smart card. Hal Ini akan memudahkan pengguna smart card dalam mengadopsi teknologi yang dikembangkan oleh Xirka Silicon Technology.

Pada 2017 ini, chipset smart card yang dikembangkan Xirka akan diimplementasikan di Kampus ITB, UI, Unhas, dan TelU dalam pilot project smart campus menggunakan Standar lnteroperabilitas yang dikeluarkan oleh Konsorsium Smart Card Indonesia (KSCI).

PT Xirka Silicon Technology telah bekerja sama, baik dengan para pelaku industri maupun universitas, dalam dan luar negeri, seperti Jepang, Amerika, dan Malaysia. Para Insinyur dari Xirka mampu berkiprah dalam skala internasional dengan menjuarai beberapa lomba perancangan chipset di tingkat internasional dan menghasilkan paten. Dengan adanya kerja sama ini akan menciptakan sinergi antarpelaku industri dan membentuk ekosistem industri smart card di Indonesia.

“Diharapkan produk smart card lokal mampu diserap oleh pasar dalam negeri yang sedang tumbuh dan berkembang. Hadirnya produk smart card karya putra-putri Indonesia ini bisa mengantisipasi kebutuhan pasar smart card dalam negeri, seperti untuk aplikasi smart city, smart campus, tiket, kartu BPJS, dan KTP elektronik,” katanya/ (red)