Transformasi Digital Antarkan ATB Menjadi “Smart Water Company” (Bag I)

0
448

KomIT – Penerapan teknologi Informasi (TI) di kalangan dunia usaha, bukan sekadar enabler untuk memperbaiki performa perusahaan, namun lebih dari itu juga bisa mendongkrak kinerja dan efisiensi proses bisnis yang berdampak langsung terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini dialami PT Adhya Tirta Batam (ATB), sebagai perusahaan pengelolaan air bersih di Batam yang sukses mengelola air bersih dengan dukungan TI melalui konsep “Smart Water Company”.

Sebagai zona yang telah ditetapkan menjadi kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ), Batam kian memikat banyak kalangan. Sejak awal, Batam merupakan kota yang dibangun untuk daerah tujuan investasi. Tak ayal, kawasan Batam dan sejumlah kepulauan yang berada di dekatnya, telah lama menjadi incaran bagi para investor dalam negeri maupun luar negeri. Apalagi sejak dijadikan sebagai kawasan zona perdagangan bebas atau FTZ, yang membuat Batam kian banyak dilirik investor untuk pengembangan bisnis dan investasi dari berbagai industri.

Berdekatan negeri tetangga, Singapura dan Malaysia, Batam telah bertransformasi menjadi kota industri dan perdagangan modern. Batam selama ini selalu memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang relative tinggi dibandingkan kota lain di Indonesia. Meski selama dua tahun terakhir, mengalami perlambatan pertumbuhan, karena imbas ekonomi global, termasuk China yang juga mengalami perlambatan ekonomi, namun di masa depan Batam tetap memiliki prospek besar.

Aktivitas industri dan perdagangan di kawasan ini, bisa terus berdenyut, bahkan di saat ekonomi sulit sekalipun. Selain itu, Kota Batam yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia juga telah lama menjadi daya tarik para wisatawan, baik lokal maupun wisatawan asing. Salah satunya berlibur menikmati alam maupun wisata belanja. Apalagi sejak dulu, kota ini juga dikenal sebagai gudang beragam barang berharga dengan harga murah dibanding kota lain di Indonesia. Seperti produk elektronik, gadget, maupun produk fashion seperti parfum, tas dan lainnya.

Tidaklah mengherankan jika Batam selalu riuh dikunjungi para wisatawan bisnis (MICE) maupun turis yang sengaja ingin berwisata. Keinginan pemerintah mengembangkan wilayah Batam membuat sejumlah fasilitas berkelas internasional juga terus dikembangkan. Seperti hotel, tempat wisata, serta fasilitas Meetings, Incentives, Conventions dan Exhibitions (MICE) lain juga banyak dibangun di kota seluas 1.595 km persegi ini. Upaya ini diharapkan mampu membuat Batam bersaing dengan kawasan serupa di Asia Pasifik.

Batam yang merupakan bagian dari Kepulauan Riau yang terletak di pantai timur Sumatera, lokasinya sangat strategis. Sehingga sejak dulu Batam telah menjadi salah satu daerah perdagangan paling penting dan menjadi salah satu daerah industri, perdagangan, dan zona komersial terkemuka Indonesia.

Seperti peribahasa “ada gula ada semut”, seiring waktu berjalan, penambahan jumlah penduduk, termasuk urbanisasi pun kian meningkat pesat. Hal ini juga berdampak luas bagi terhadap perkembangan berbagai kebutuhan, salah satunya masalah air bersih. Baik untuk kebutuhan industri, hotel, restoran, maupun konsumsi masyarakat.

Seiring terus bertambahnya jumlah penduduk yang makin tinggi, kebutuhan bersih juga makin tak terkendali. Padahal, Batam memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain di Indonesia. Kota tersebut tidak memiliki sumber mata air alami yang melimpah. Juga tidak memiliki sungai maupun gunung. Karena itu, pemerintah pusat melalui Otorita Batam (BP Batam) sejak tahun 1970-an banyak membangun waduk untuk menampung air baku yang berasal dari air hujan.

Air yang ditampung di waduk-waduk, kemudian diolah oleh perusahaan air minum yang mendapat konsesi dari pemerintah. Pengelolaan dan penanganan air bersih, saat ini dipercayakan pada PT. Adhya Tirta Batam (ATB), sekaligus merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang ditunjuk pemerintah menangani kebutuhan publik terhadap air bersih di Batam. Perusahaan ini mendapat konsesi dari Otorita Batam (sekarang BP Batam) untuk mengelola air bersih di pulau ini selama 25 tahun, sejak tahun 1995 hingga 2020 mendatang.

“Selama 21 tahun mengabdi, kami senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Di antaranya dengan menyediakan suplai air bersih yang terjamin kuantitas, kualitas, dan kontinyuitasnya. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Batam maupun kalangan dunia usaha. Ketersediaan air yang memadai dan memuaskan sangat membantu mendorong geliat ekonomi dan bisnis. Hal ini sangat sinkron dengan tema 72 tahun Indonesia Merdeka “Kerja Bersama”, karena tanpa ketersediaan air yang baik, maka tidak mungkin investor akan masuk, dan dengan jaminan keamanan ketersediaan air, maka masyarakat akan nyaman,” ungkap Ir. Benny Andrianto Antonius, MM President Director
PT Adhya Tirta Batam (ATB) kepada KOMITe, baru-baru ini.

Sebagai bagian penting dari derap langkah dan dinamika industri dan dunia usaha di Batam, ATB juga terus melakukan berbagai inovasi untuk pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan. Di era teknologi informasi yang kian berkembang pesat, ATB juga melakukan transformasi digital dengan menerapkan beragam teknologi untuk mendukung operasional pengelolaan air bersih di Batam dengan membangun fasilitas jaringan dan infrasruktur melalui pemanfaatan TI dengan mengusung konsep “Smart Water Company”.

Untuk mendukung sistem manajemen dan pengelolaan suplai air yang bisa diandalkan, perusahaan telah melakukan berbagai perbaikan sistem melalui pemanfaatan teknlogi informasi. Misalnya penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) dengan membangun AIRS ATB Integrated Sistem yang kembangkan secara inhouse oleh tim internel perusahaan. AIRS ini meng integrasikan semua system aplikasi yang ada di ATB untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Sistem ini memberikan informasi pada alur proses pekerjaan secara akurat. Dalam sistem ini, semua karyawan bisa bekerja lebih termonitor melakui work flow, terutama bagian front liner, back office project atau planning. Sehingga kelambatan dan hambatan pada salah satu proses dapat diatasi dengan cepat dan tepat. Sistem ini sangat mendukung sistem kerja berbasis kinerja yang terukur dan efisien.