Mimpi ‘Make PT INTI Great Again’

0
182

Jakarta, KomITe.ID – Perusahaan terkemuka di bidang telekomunikasi, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)-(INTI) telah melewati masa keemasannya. Sungguhkah, prolog statement ini benar? Padahal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini telah berperan besar sebagai pemasok utama pembangunan jaringan telepon nasional yang diselenggarakan oleh PT Telkom Indonesia Tbk selama lebih dari 3 dasawarsa.  Nyatanya, beberapa tahun terakhir PT INTI mengalami kerugian.

Darman Mappangara M.Eng.Sc, MBA yang terhitung  sejak 14 Februari 2017,  menjabat Direktur Utama PT INTI (Persero) berjanji untuk mengembalikan PT. INTI ke masa jayanya sebagai perusahaan pemasok telekomunikasi yang disegani di Indonesia.

Darman Mappangara, M.Eng.Sc, MBA – Direktur Utama PT INTI

“Saya bermimpi dan berjanji untuk ‘Make PT INTI Great Again’,” kata Darman seraya menambahkan, agar produknya sekarang benar-benar inovatif dan menjawab kebutuhan pasar PT. INTI harus melewati proses adaptasi bisnis dengan menyasar pasar market driven atau pasar yang matang dan siap menerima produk-produk PT. INTI.

Berbeda dengan manajemen PT. INTI sebelumnya yang menghadirkan produk-produk bagus tetapi pasar belum siap menerimanya sehingga tidak bisa diserap oleh pasar. “Saya merubah produk-produk PT. INTI saat ini agar lebih market leader dan menyasar market driven. Ketika pasar sudah siap, barulah kami menerapkan strategi pemasaran seperti harga yang kompetitif dan produk-produk berkualitas dengan segudang fitur yang mumpuni. Hal itu membuat pasar bisa menerimanya,” ucap pria kelahiran Makassar, 11 Januari 1968 itu.

Kandidat doktor Ilmu Manajemen di Universitas Padjadjaran dan pernah menjabat sebagai Direktur Teknologi & Manufaktur selama periode 2007-2016 menambahkan, PT INTI sukses menghasilkan berbagai karya dan produk solusi inovasi yang memiliki andil besar bagi perkembangan Information Technology (IT) di Tanah Air. Sesuai dengan misi perusahaan “Turut membangun kemandirian nasional di bidang IT untuk mewujudkan industri strategis yang profesional, efektif, efisien, terintegrasi dan inovatif,” PT INTI juga telah menghasilkan berbagai produk dan solusi inovasi IT yang memiliki andil besar bagi perkembangan industri TIK Tanah Air.

Bahkan PT INTI juga mampu menghasilkan berbagai smart technology yang telah banyak diimplementasi di berbagai kalangan dunia usaha maupun pemerintah. Hal ini juga selaras dengan tekad dan misi yang diusung perusahan, yakni “Membangun sinergi inovasi nasional dalam rangka menyediakan solusi cerdas di bidang telekomunikasi, informatika, elektronika dan energi bagi peningkatan hidup masyarakat.”

Produk-Produk PT INTI

Secara bisnis, INTI menjalankan tiga strategic business unit (SBU), meliputi bidang Broadband, Smart Energy, serta Defence & Digital Service. Produk dan layanan yang dihasilkan seperti kabel optic, Optical Network Termination (ONT), Spare Part Management System (SPMS), Converter Kit, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), i-Perisalah Smart Meeting, KTP-El Reader, Inti Pay, Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADSB), Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila), Sistem Monitoring Kehandalan Struktur Jembatan (Simbagas), INTI Smart Exchange (ISE), Hospital Management System (HMIS), dan pantauan Radar Cuaca.

“Dalam kegiatan usaha, PT INTI senantiasa juga melihat tren, tuntutan perkembangan dan perubahan pasar yang selalu dinamis. INTI telah melakukan perubahan orientasi bisnis dari yang semula berbasis pure manufacture, menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman, software industri, khususnya dalam bidang sistem informasi komunikasi dan integrasi teknologi. Namun tetap menjalankan industri manufaktur sebagai pendorong utama,” jelas Darman yang sebelumnya menjabat Direktur Operasi 1 selama 2016 di PT Len Industri (Persero).

Dalam beberapa tahun terakhir, INTI menangani solusi dan layanan jaringan tetap maupun seluler. Di antaranya proyek modernisasi jaringan akses telekomunikasi kabel tembaga menjadi fiber optik. INTI memiliki produk andal Kabel Hybrid yang memiliki kekuatan tarik (tensile strength) dan fleksibilitas yang tinggi dalam ukuran kabel yang ringkas. Kabel ini juga menyediakan kinerja fisik dan transmisi optik yang sangat baik yang terbagi menjadi 2, yaitu Kabel Hybrid 1 RRU dan Kabel Hybrid 3 RRU.

Produk solusi unggulan lain juga dikembangkan, termasuk untuk mendukung konsep smart city (kota pintar) yang mulai diimplentasikan di beberapa kota di Tanah Air.  Solusi Sindila menyediakan fungsi pendukung bagi manajemen lalulintas di perkotaan dengan menyediakan data volume, kecepatan kendaraan, okupansi lajur secara online dan informasi kondisi lalulintas secara realtime.

“Solusi ini sudah diaplikasikan Kementerian Perhubungan dan PUPR, untuk melakukan pantauan Angkutan Lebaran Idul Fitri tahun lalu. Terutama memantau titik titik kemacetan dan daerah rawan kecelakaan, sehingga bisa dilakukan rekayasa dan aksi cepat untuk mengatasinya di lapangan,” ungkap Darman Mappangara.

Sejalan dengan konsep Smart City, sistem ini bisa dikembangkan untuk mendukung kinerja pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota dalam mengelola lalulintas jalan dan merencanakan kapasitas jalan secara efektif. Apalagi perkembangan Indonesia yang sudah sedemikian pesat memasuki era digital, big data dan broadband yang semuanya akan mengerucut pada digital economy.  Selain produk Sindila, ada juga Smart Control Unit (SCU), Smart Light dan Electronic Data Capture (EDC).

Sementara itu, SIMBAGAS (Sistem Monitoring Kehandalan Struktur Jembatan) didefinisikan sebagai perangkat untuk mengevaluasi kesehatan struktur jembatan dengan menggunakan beberapa jenis sensor yang dilekatkan atau ditanam pada struktur jembatan. Sensor ini terdiri dari berbagai tipe data yang kemudian dikumpulkan dan disimpan untuk keperluan analisis dan referensi untuk waktu yang akan datang. Data tersebut dapat digunakan untuk menilai kinerja struktur jembatan dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan awal jembatan.

Tak kalah menarik, produk INTI yang menjadi andalan adalah Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) yang merupakan alat sistem navigasi pesawat buatan dalam negeri pertama di Indonesia. Bahkan juga telah meraih Sertifikat Tipe Automatic Dependent Surveillance-Broadcast dari Kementerian Perhubungan. Sertifikat itu akan menjadi tiket bagi perusahaan berbasis telekomunikasi dan teknologi informasi ini untuk dapat menjadi produsen navigasi pesawat buatan dalam negeri pertama di Indonesia.

Sebaran Proyek-proyek PT INTI

PT INTI siap untuk meneruskan kinerja mencapai target 2017 melalui tiga strategic business unit (SBU) Broadband yang mendapat tanggung jawab target penjualan sebesar Rp 737,988 miliar, Smart Energy sebesar Rp 345,678 miliar, serta Defence & Digital Service sebesar Rp 539,219 miliar.

Harapannya, target tersebut bisa tercapai melalui inovasi produk dan jasa Set Top Box, Optical Network Termination (ONT), Spare Part Management System (SPMS), Converter Kit, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), i-Perisalah Smart Meeting, KTP-el Reader, e-Voting, Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADSB), Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (Sindila), Sistem Monitoring Kehandalan Struktur Jembatan (Simbagas), INTI Smart Exchange (ISE), dan produk lainnya, sembari terus menjalankan proyek berbasis telekomunikasi.

INTI pun mencatatkan performansi di sektor energi melalui pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Sektor ini memegang secara mayoritas perolehan kontrak pada 2016 yang secara total tercatat sebesar Rp 603,91 miliar. Proyek modernisasi jaringan akses telekomunikasi kabel tembaga menjadi fiber optik yang dikenal dengan proyek trade in trade (TITO), proyek trading dan maintenance pada sejumlah operator, serta penjualan product genuine INTI pun berkontribusi besar pada tahun ini hingga membukukan penjualan sebesar Rp 678 miliar.

Kinerja korporasi pada tahun 2017 cukup baik. Hal itu diindikasikan melalui perolehan proyek pembangunan PLTS terpusat untuk Provinsi Papua dan Papua Barat senilai Rp 21,813 milyar. Proyek ini merupakan bentuk kepercayaan Kementerian ESDM kepada PT INTI (Persero) yang pada tahun 2016 tuntas menggarap proyek PLTS dengan kapasitas daya sebesar 2,16 MWp pada 57 lokasi di seluruh Indonesia dengan nilai kontrak sebesar Rp 290,58 miliar.

Harapan besar di tahun 2018, menghidupkan kembali pabrik PT INTI yang sempat terbengkalai, guna mendukung kinerja korporasi mencapai apa yang ditargetkan. Let’s Make PT INTI Great Again. (*)