Kolaborasi Aftech & UnionSpace Dorong Industri Fintech

0
84

Jakarta, KomiTe – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) meresmikan kemitraannya dengan UnionSpace untuk mendorong perkembangan industri teknologi finansial (tekfin) melalui penyediaan Fintech Space, yang merupakan co-working space khusus tekfin yang pertama di Indonesia.

Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Ketua Umum AFTECH, Niki Luhur dan CEO UnionSpace, Albert Goh, serta disaksikan oleh Direktur Operasional & Sistem Otoritas Jasa Keuangan, Fithri Hadi dan Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Junanto Herdiawan. “Kami antusias untuk menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem bisnis di Indonesia, salah satunya di industri tekfin. Kami percaya Indonesia akan menjadi salah satu motor bagi pertumbuhan pasar Asia Tenggara,” sambut Albert.

“Melalui Fintech Space, kami mendukung kemajuan tekfin yang begitu pesat dan gelombang kebangkitan wirausaha di bidang tekfin yang begitu besar di Indonesia,” lanjutnya. Fintech Space yang ditargetkan dapat beroperasi resmi mulai Juni 2018 ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara para pemangku kepentingan bidang tekfin, meliputi para anggota asosiasi, regulator, perusahaan keuangan, perusahaan modal ventura, serta perusahaan rintisan.

Niki Luhur mengatakan, “Kerjasama ini mengukuhkan komitmen AFTECH sebagai wadah yang menghimpun para pelaku sektor jasa keuangan yang menggunakan kemajuan teknologi dalam menjalankan usahanya, sebagai satu kesatuan ekosistem dengan para pemangku kepentingan lainnya.”

Secara khusus, Fintech Space akan menjadi tempat terselenggaranya sejumlah aktivitas komunitas tekfin dalam bentuk sesi edukasi dan berbagi pengetahuan untuk mendukung peningkatan kapasitas para pelaku usaha. Lebih jauh Niki mengharapkan Fintech Space dapat menjadi tempat berkolaborasi, bertukar gagasan dan solusi, sebagai sarana untuk melahirkan inovasi-inovasi baru, serta menjadi pusat pengembangan jejaring untuk mempercepat pertumbuhan industri tekfin di Indonesia.

“Ruang publik semacam ini dibutuhkan untuk membantu mengakselerasi kerja para pelaku tekfin, agar dapat memenuhi prioritas agenda inklusi keuangan nasional yaitu membuka akses layanan keuangan kepada sedikitnya 75% penduduk Indonesia,” tegasnya. Indonesia berada dalam momentum yang terbangun berkat perkembangan teknologi dan pertumbuhan perusahaan rintisan yang terjadi dengan sangat pesat di Asia Tenggara. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan tertinggi di kawasan ini dan diperkirakan akan mencapai jumlah 13.000 pada tahun 2020 mendatang. (red)